Debit Air Cileuer Menyusut, Pelayanan PDAM Terpaksa Digilir

22/07/2011 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sedikitnya 8000 pelanggan PDAM Tirta Galuh Ciamis dipastikan sedikit kecewa. Pasalnya, dimulai dari pekan lalu, PDAM memberlakukan pembagian pasokan air secara bergilir atau bergantian di beberapa titik di Kecamatan Ciamis. Hal itu disebabkan surutnya debit air sungai Cileueur sebagai sungai yang menyuplai air PDAM. Dengan begitu, PDAM saat ini hanya  mampu memproduksi 25 Liter perdetik yang semula mampu memproduksi air 90 liter per detik.

“ Karena debit air dari sungai Cileueur surut, akibat musim kemarau, membuat kapasitas air PDAM di kecamatan Ciamis saat ini hanya mampu melayani 2000 pelanggan dari total 8000 pelanggan. Akibatnya kami terpaksa melakukan pelayanan air secara bergilir ke 8000 pelanggan,” ungkap Direktur PDAM Ir. Triani melalui Kasi Pelayanan , Ade, SIP, Senin (19/7).

Ade menambahkan adanya musim kemarau yang menyebabkan sungai Cileueur surut berakibat langsung terhadap cadangan air di reservoir Sindangrasa yang ikut surut. “ Dengan terpaksa kami lakukan pengaliran bergilir di empat wilayah kecamatan Ciamis. Kalau tidak begitu, hanya 2000 pelanggan yang bisa kami layani, sementara pelanggan kami ada 8000 di Kecamatan Ciamis,” paparnya.

Pengaliran air bergilir, lanjut Ade, dimulai tanggal 15 Juli untuk wilayah Bojong hingga Cijeungjing, dimana air akan mengalir 1 hari sekali. Sementara untuk wilayah Handapherang hingga Dewasari diberlakukan dari tanggal 17 Juli, dimana pengaliran dilakukan 2 hari sekali. Sedangkan untuk wilayah Baregbeg hingga Mekarjadi, diberlakukan 2 hari sekali dan terakhir wilayah Cilame hingga Sikuraja diberlakukan tanggal 19 Juli dimana pengaliran dilakukan 2 hari sekali.

“Dari empat wilayah layanan di Kabupaten Ciamis yakni, Ciamis, Pangandaran, Kawali dan Sindangkasih, layanan Ciamis dianggap yang paling parah. Karena debit sungai Citumang untuk Pangandaran, debit sungai Cimuntur untuk Kawali dan Debit air sungai Citanduy untuk Sindangkasih berjalan normal,” katanya.

Menurut Ade, antisipasi jangka panjang adanya penurunan debit sungai Cileueur ini, dengan dibangunnya instalasi penambahan kapasitas di Intalasi Sindang Rasa. “ Dananya dari BBWS Citanduy sekitar 10 milyar, yang terdiri dari bangunan inti (penampung air Baku), pembangunan jaringan pipa air baku dan transmisi,” paparnya.

Pembangunan tersebut pun, ungkap Ade, belum menjamin adanya optimalisasi pelayanan jika pipanisasi baru untuk jaringan layanan PDAM Ciamis tidak segera dilakukan.
“Maklum Pipanya kan buatan tahun 1979 , sangat rentan terjadi kebocoran,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun HR, Sungai Cileueur merupakan batas wilayah Kecamatan Baregbeg dan Kecamatan Sadananya. Sungai tersebut selain dimanfaatkan untuk kebutuhan pengairan di areal persawahan juga digunakan sebagai sumber air PDAM untuk kebutuhan warga kecamatan Ciamis dan sekitarnya.

Seperti diberitakan HR, Minggu lalu , sebanyak 50 persen dari 120KK warga Dusun Cilame, Ciamis yang merupakan pelanggan PDAM kelimpungan akibat seretnya aliran PDAM. Dan yang mengkhawatirkan kondisi tersebut sudah berlangsung satu bulan.

Sejumlah warga yang berhasil dikonfirmai HR mengungkapkan bahwa adanya ganguan tersebut membuat warga riweuh karena harus antri menimba di sumur yang jaraknya ratusan meter untuk kebutuhan minum dan mandi. Sementara warga sendiri dalam setiap bulannya tetap harus membayar uang abudemen ke PDAM. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!