Habitat Rusak, Populasi Kelelawar Berkurang

15/07/2011 0 Comments

Kawanan Kelelawar sedang bergelayut di pohon yang ada di Kawasan Ziarah Astana Gede. Populasi kelelawar ini mulai dirasa berkurang. Foto : Hendaya/HR.

Panjalu, (harapanrakyat.com),- Populasi kelelawar di kawasan Situ Lengkong Panjalu dan Astana Gede Kawali mulai berkurang. Kuat dugaan, berkurangnya populasi kelelawar terjadi lantaran ulah sekelompok manusia yang memburu dan menjualnya untuk alasan obat.

Eman (36), warga Dusun Indrayasa Kec. Kawali,  beberapa waktu lalu, membenarkan populasi kelelawar di sekitar wilayahnya mulai menurun. Menurut dia, sejumlah kawasan yang biasa dihuni kelelawar sudah mulai terjamah manusia.

“Secara hitungan pasti saya kurang tahu, tapi selama saya memperhatikan dari tahun-ke tahun, jumlahnya mulai berkurang,” katanya.

Ju’en, warga Desa Kawali, juga mengatakan hal yang serupa dengan Eman. Menurut Ju`en, dirinya seringkali melihat kelelawar ber-terbangan hilir mudik di langit Astana Gede-Ciumbul Kawali setiap jam 10 pagi. Namun, Ja`en menegaskan, untuk beberapa lama ini, kebiasaan kelelawar tersebut sudah tidak lagi nampak.

Kepada HR, Ju`en menjelaskan, selama ini tidak banyak orang menyadari betapa pentingnya peranan kelelawar pada ekosistem dan manusia. Padahal, peran kelelawar ini selain menjamin keseimbangan ekosistem, juga memberi manfaat penting pada manusia. Hanya saja, sering kali peranan kelelawar dilupakan, bahkan menganggap mamalia yang mampu terbang ini sebagai hama.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, peranan kelelawar dalam ekosistem dan kehidupan manusia diantaranya, Penyerbukan Bunga (Tanaman). Kelelawar pemakan buah seperti codot dan kalong, meskipun memakan buah dan sering dianggap sebagai hama diperkebunan tetapi sebenarnya mempunyai andil besar pada proses penyerbukan tumbuhan.

Selain berperan dalam penyerbukan, kelelawar juga mempunyai andil sebagai pemencar biji tumbuhan. Kelelawar pemakan buah ini sering kali membuang sepah bijinya jauh dari lokasi tumbuhan.

Di sisi lain, kelelawar pemakan serangga seperti kampret mampu memakan hingga 6.000 nyamuk setiap jamnya. Kelelawar jenis ini juga memakan beraneka jenis serangga lainnya termasuk ngengat (ulat bulu) sehingga berfungsi sebagai predator alami hama pertanian.

Kelelawar juga menghasilkan kotoran (guano) dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Kelelawar yang tinggal di pohon secara otomatis kotorannya mampu menyuburkan tanah di sekitarnya. Bahkan guano dari gua pun sering diambil dan dimanfaatkan sebagai pupuk.

Terancamnya populasi kelelawar diakibatkan oleh rusaknya kawasan habitat kelelawar mulai berkurang. Selain itu, kuranbgnya populasi tersebut juga diakibatkan oleh berkurangnya jenis tumbuhan yang biasa menjadi sumber makanan kelelawar pemakan buah.

Sementara itu, Engkos, warga setempat, belum lama ini, mengungkapkan, habitat kelelawar di wilayah Kawali terus berkurang. Diantaranya, banyak pohan besar di Astana Gede Kawali yang tumbang, kerusakan itu mencapai 30 persen.

“Termasuk habitat kelelawar kawasan wisata Situ Lengkong Panjalu, Karang Kamulyan Ciamis dan situ Ciumbul Desa Gereba Kec. Cipaku,” katanya.

Aleh (63), Jupel (Penjaga) Astana Gede Kawali, mengatakan, populasi kalong di setiap tempat ziarah/ obyek wisata, secara umum keberadaannya terus terhimpit, salah satunya karena tumbangnya pepohonan, di Astana Gede Kawali.

“Pernah kejadian, kelelawar Astana Gede menghilang pada tahun 1981. saat itu bertepatan dengan meletusnya gunung Galunggung. Setelah kejadian itu, kelelawar mulai terlihat kembali di sejumlah pohon warga dan kawasan ziarah, meski jumlahnya tidak banyak,” katanya. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!