HKP Bangun Agribisnis Berdaya Saing?

22/07/2011 0 Comments

Kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-39 tingkat Kota Banjar, di Lapang Bhakti, Kel/Kec. Banjar, Sabtu-Selasa (16-19/7), diikuti 625 petani utusan dari desa/kelurahan se-Kota Banjar. Foto : Abdulloh Mukhlis/HR.

Meski komoditas unggulan masih tak jelas

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 625 petani utusan dari desa/kelurahan se-Kota Banjar, sejak Sabtu-Selasa (16-19/7), mengikuti kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-39 tingkat Kota Banjar, di Lapang Bhakti, Kel/Kec. Banjar, Kota Banjar.

Ketua Pelaksana HKP tingkat Kota Banjar tahun 2011, Siswoyo, mengatakan, tujuan kegiatan HKP adalah untuk meningkatkan motivasi serta kegairahan petani dan masyarakat pelaku agribisnis, dalam pembangunan sistem usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan dan berkelanjutan, melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

Diantaranya yaitu, meningkatkan kepemimpinan dan kemandirian petani selaku pelaku utama sistem dan usaha agribisnis. Menjalin kemitraan usaha dan informasi agribisnis antara peserta dengan para pengusaha di bidang agribisnis.

Meski faktanya, hingga kini kota Banjar yang menancapkan visi menuju Banjar Agropolitan, masih terlihat kebingungan dalam memetakan akan menjadi pusat Agribisnis seperti apa.

Sementara, dalam RPJD dalam rentang waktu 2009-2013, kota Banjar seharusnya telah mampu menciptakan sentra agribisnis dan sentra agroindustri. Jadi, HKP tahun ini juga masih ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dibidang teknoligi dan kualitas produk agribisnis.

Tak kalah pentingnya yaitu, untuk meningkatkan jiwa wirausaha dan kesadaran terhadap lingkungan.

“Selain itu, juga meningkatkan apresiasi para peserta dan masyarakat pelaku agribisnis, untuk memacu prestasi dalam pembangunan pertanian dan pedesaan,” jelasnya, Sabtu (16/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa pertanian, perikanan dan kehutanan merupakan bagian strategis dalam pembangunan di Kota Banjar. Kondisi itu didukung oleh potensi yang besar, baik sumber daya alam, sember daya buatan, maupun sumber daya manusia.

Pertanian, perikanan dan kehutanan juga berperan besar dalam peningkatan laju pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, penumbuhkembangan ekonomi pedesaan, serta penghasil devisa.

Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Kota Banjar dan kabupaten/kota lainnya. Hal itu menempatkan petani sebagai subjek dan pelaku utama pembangunan pertanian yang harus terus didorong, supaya mereka dapat menikmati nilai tambah usahanya secara proposional, baik mandiri maupun didukung pihak lain, termasuk pemerintah.

“Maka dari itu, kelembagaan petani merupakan salah satu penentu keberhasilan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Kota Banjar. Dengan demikian, HKP merupakan salah satu sarana sebagai tempat pertemuan para petani, sekaligus momentum yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut,” paparnya.

Kemudian, HKP juga merupakan wahana bagi para petani untuk melakukan konsolidasi, pengembangan diri, tukar-menukar informasi, apresiasi, kemitraan dan promosi hasil pertanian, perikanan dan kehutanan yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan.

Dikatakannya, kehadiran tokoh-tokoh petani yang berhasil merupakan kesempatan berharga untuk apresiasi dengan sebaik-baiknya oleh siapa saja, dalam rangka menggerakan kepemimpinan agribisnis dan kemitraan di tingkat petani.

“Kami berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan HKP dapat memajukan para petani Kota Banjar, sesuai tema kegiatan yaitu melalui Hari Krida Pertanian ke-39, kita wujudkan masyarakat tani Kota Banjar mandiri, dinamis dan profesional, menuju Banjar agropolitan,” pungkasnya. (AM)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply