Jalan Karangpucung Desa Balokang 2012 di Hotmix

15/07/2011 0 Comments

Tahun 2012 mendatang, Jalan Karangpucung, Desa Balokang, akan mendapat bantuan perbaikan dari Pemerintah Kota, sekaligus peningkatan kwalitas jalan menjadi jalan hotmix. Foto : Eva Latifah/HR.

Pelebaran jalan, warga berikan tanah tanpa ganti rugi

Banjar, (harapanrakyat.com),- Tahun 2012 mendatang, rencananya Jalan Karangpucung, Desa Balokang, yang sebelumnya merupakan jalan desa, akan mendapat bantuan perbaikan dari Pemerintah Kota, sekaligus peningkatan kwalitas jalan menjadi jalan hotmix.

Hal itu sesuai dengan keinginan warga yang tinggal di sekitar jalan tersebut. Sebelumnya mereka merasa iri, karena kondisi jalan yang ada di daerah mereka tidak sebagus jalan di wilayah Kota Banjar lainnya.

Kepala Desa Balokang, H. Sukirman, saat ditemui HR, Kamis (7/7), mengatakan, Jalan Karangpucung merupakan jalan desa, sehingga pihak desa tidak mungkin mengabulkan keinginan warganya untuk meningkatkan kwalitas jalan menjadi jalan hotmix, karena biayanya terlalu mahal.

Lanjut Sukirman, kini harapan warga mulai menemui titik terang. Pasalnya, ketika ada kunjungan Walikota beberapa waktu yang lalu ke daerah itu, warga setempat mengutarakan keinginannya, dan Walikota pun menyetujuinya, dengan catatan lebar jalan minimal harus 6 meter.

“Kalau ingin mendapat bantuan perbaikan jalan hotmix dari pemerintah kota, syaratnya lebar jalan minimal harus 6 meter, sementara Jalan Karangpucung kan sempit. Namun, warga yang mempunyai tanah di pinggir jalan ternyata siap memberikan tanahnya untuk pelebaran jalan tanpa meminta ganti rugi,” jelas Sukirman.

Setelah mendapatkan kesepakatan dengan warga, maka pada tahun 2012 nanti, pemerintah kota akan merealisasikan pengerjaannya. Sedangkan mengenai kapan waktunya belum bisa dipastikan.

Menurut Sukirman, dengan ditingkatkannya kwalitas jalan, tentu saja akan mempengaruhi nilai jual tanah di wilayah tersebut. Selain itu, roda perekonomian warga pun menjadi lancar.

“Warga di sana berfikirnya seperti itu, khususnya yang memiliki tanah di pinggir jalan. Makanya mereka tidak meminta uang untuk pembebasan lahan. Mudah-mudahan saja semuanya bisa berjalan lancar, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh warga setempat, pihak desa, maupun pemerintah kota,” katanya.

Di tempat terpisah, salah seorang warga yang namanya enggan dikorankan mengaku, bahwa dirinya merelakan sebagian tanahnya digunakan untuk pelebaran jalan. Karena, meski tanpa diberi uang pembebasan lahan, namun dampak kedepannya merupakan suatu keuntungan yang sangat besar baginya.

“Alhamdulillah pemerintah akan mengabulkan keinginan kami, jadi saya fikir tidak perlu meminta uang untuk pembebasan lahan, sebab nantinya kami juga yang diuntungkan,” katanya. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply