Jelang Ramadhan, Satpol PP Tingkatkan Razia Pekat

03/07/2011 0 Comments

Satu orang guru tertangkap basah Ngamar

Banjar, (harapanrakyat.com),- Menjelang Ramadhan 1432 H, sekaligus upaya penegakan Perda Kota Banjar Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Larangan Minuman Beralkohol, dan Perda Nomor 5 Tahun 2009 Tentang Pelacuran di Kota Banjar, Satpol PP Kota Banjar memperketat operasi di beberapa lokasi yang disinyalir menjadi tempat peredaran miras maupun pelacuran.

Kasatpol PP Kota Banjar, Nana Suryana, S.Pd, MM, didampingi Kasubag. TU Satpol PP Kota Banjar, A. Budiman., serta Kanit. Gakda, Aep Saepudin, SH., Jum’at, (24/6), mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pemberantasan terhadap perederan minuman beralkohol jenis tuak.

Lantaran, bagi seseorang yang memproduksi, mengedarkan, meracik, mengoplos, memperdagangkan, membawa, mengirim, menimbun, menyediakan, menyimpan, memesan, membayar, menjamu dan atau meminum minuman beralkohol, sesuai Perda Kota Banjar Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Larangan Minuman Beralkohol, maka pelakunya diancam kurungan penjara selama 6 bulan.

Sedangkan, bagi pelaku yang menyalurkan potensi seks dengan cara-cara menyimpang/di luar pertikahan yang sah, atau orang yang melakukan pelacuran, mendirikan, menyuruh, memaksa, mempermudah, memfasilitasi terjadinya pelacuran, maka pelaku bersangkutan bisa dijerat, Perda tentang larangan pelacuran dengan denda disesuaikan tingkat pelanggaran, maksimal Rp 50.000.000.

Dalam hal ini, pihaknya secara intensif melakukan operasi ke hotel/tempat penginapan yang ada di Kota Banjar. Dari hasil operasi tersebut, pada Jum’at (24/6), pukul 10.00 WIB, Satpol PP berhasil merazia empat pasangan di luar nikah yang kedapatan tengah Ngamar.

“Namun, dari empat pasangan tersebut, satu pasangan kita bebaskan lantaran mereka sudah nikah siri, keterangan itu diperkuat dengan didatangkannya paman dari pihak istri,” jelas Nana.

Sementara tiga pasangan lagi diproses sesuai aturan yang berlaku. Dari hasil BAP pihak Satpol PP Kota Banjar, diketahui diantaranya terdapat 1 orang PNS guru salah satu sekolah di wilayah Kab. Cilacap-Jateng, yaitu SM. SPd (50), warga Kel/Kec. Purwaharja, Kota Banjar. Sedangkan pasangannya berinisial Yt (38), warga Desa Balokang, Kec/Kota Banjar.

Pasangan lainnya yaitu Hyt (31), warga Desa Makasari, Kec. Kalapa Nunggal, Kab. Sukabumi, dengan pasangannya Sna (24), warga Dusun Ciporoan, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis. Kedua pasangan tersebut dirazia di penginapan Mekar Jaya.

Kemudian, satu pasangan lagi yaitu NS (34), warga Kertajaya, Kec. Lakbok, Kab. Ciamis, dan Brm (44), warga Dsn. Pademut, Kec. Lakbok, Kab. Ciamis, dirazia di losmen Alam Segar.

“Ketiga pasangan selanjutnya dilimpahkan ke PN Ciamis dan menjalani sidang pada hari Senin, tanggal 27 Juni 2011. Pada saat dirazia, mereka mengaku diberitahu temannya, bahwa hotel di Banjar lebih murah dan aman. Berarti mereka tidak tahu kalau peraturan di Banjar ini tidak seperti di kota-kota lain. Hotel atau penginapan di Kota Banjar hanya untuk orang yang benar-benar melakukan istirahat,” tandasnya.

Nana menambahkan, hingga saat ini, hasil operasi terhadap perederan minuman beralkohol, maupun hasil razia pasangan tanpa hubungan pernikahan yang ngamar di sejumlah hotel di Kota Banjar, jumlahnya menurun.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan operasi serupa, sampai Kota Banjar benar-benar bersih dari penyakit masyarakat tersebut. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply