Kemarau 1 Bulan, Kolam Pancing Mulai Kering, Ikan Mulai Eksodus

22/07/2011 Berita Banjar
Kemarau 1 Bulan, Kolam Pancing Mulai Kering, Ikan Mulai Eksodus

Kolam pemancingan milik Kelompok Manunggal Mas, Kelurahan Karang Panimbal, Kecamatan Purwaharja, mengalami kekeringan sejak awal Juli ini. Agar usaha kelompok tetap berjalan, sekitar 4 kuintal ikan dari berbagai jenis, dipindahkan ke Situ Mustika. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Akibat musim kemarau yang telah berlangsung sekitar 1 bulan, kolam pemancingan milik Kelompok Manunggal Mas, Kelurahan Karang Panimbal, Kecamatan Purwaharja, mengalami kekeringan sejak awal Juli ini.

Ketua Kelompok Manunggal Mas, Yaya Suherdaya, mengatakan, untuk menyelamatkan sekitar 4 kuintal ikan dari berbagai jenis, diantaranya tawes, kancra dan mujair, maka kelompok memindahkannya ke Situ Mustika.

“Meskipun Situ Mustika bukan wilayah Karang Panimbal, tapi kita bekerjasama dengan pihak pengelola dalam hal pemindahan ikan-ikan tersebut. Tujuannya untuk penyelamatan, dan di sana juga tetap dipancingkan, jadi tetap bisa menghasilkan,” jelasnya, Senin (18/7).

Dijelaskan Yaya, memang tidak semua kolam mengalami kekeringan, tapi ada satu kolam yang ditanami ikan mas sekitar 2 kuintal sampai saat ini masih ada airnya. Sedangkan, air pada kolam lainnya mulai terlihat menyusut drastis sejak memasuki bulan Juli.

Untuk menjaga agar semua kolam tetap bisa ditanami, maka kelompok berusaha melakukan penyedotan air ke Sungai Citanduy dengan menggunakan mesin pompa air bantuan dari Dinas Pertanian.

Namun, upaya tersebut tidak sebanding antara biaya kebutuhan pembelian solar yang mereka keluarkan, dengan pendapatan. Selain itu, posisi kolam lebih tinggi dari Citanduy. Sehingga, air hasil penyedotan hanya mampu bertahan satu sampai dua hari saja.

“Kecuali kolamnya ditembok, baru air bisa bertahan. Tapi biayanya juga akan lebih besar lagi, kelompok tidak sanggup, dan pihak kelurahan juga tidak punya anggarannya. Dengan kondisi seperti itu, maka kalau ikannya tidak segera dipindahkan, tentu kita juga yang akan mengalami kerugian,” ujarnya.

Jika dihitung secara keseluruhan, lanjut Yaya, jumlah ikan milik kelompoknya sebanyak kurang lebih sekitar 6 kuintal, karena diperkirakan ikan mas yang masih berada di kolam mencapai 2 kuintal.

Meski demikian, lanjut Yaya, pendapatan dari kolam pemancingan bantuan program Padat Karya Produktif (PKP) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar, masih bisa dirasakan oleh Kelompok Manunggal Mas yang beranggotakan 10 orang.

“Kita juga secara rutin, yaitu per triwulan membuat laporan kegiatan ke Disnaker, itu sesuai dengan arahan dari pihak dinas,” katanya.

Yaya menambahkan, rencananya saat ini kelompok dan pihak kelurahan akan mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas PU, untuk meminjam alat pengerukan dan sekaligus penembokan kolam pemancingan. (Eva)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles