Musim Liburan, Karangkamulyan Sepi Pengunjung

07/07/2011 0 Comments

Dua orang pengunjung sedang membeli tiket masuk Kawasan Objek Wisata Sejarah Ciungwanara Karangkamulyan. Kurangnya fasilitas disinyalir menjadi penyebab kurangnya pengunjung. Foto : Eli Suherli/HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kehadiran Gong Perdamaian Dunia di Objek Wisata Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing belum mampu tingkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Padahal semula kehadirannya diperkirakan dapat meningkatkan animo warga untuk berkunjung ke situs kepurbakalaan Ciung Wanara.

Setiap akhir pekan dan hari libur sekolah, jumlah kunjungan ke Karangkamulyan masih stagnan. Malahan cenderung sepi. Berbeda dengan kunjungan ke objek wisata Pangandaran yang selalu hilir mudik. Padahal Karangkamulyan berada di perlintasan menuju Pangandaran.

“Biasanya kalau hari minggu dan hari-hari libur nasional banyak wisatawan yang datang. Terutama anak-anak sekolahan beserta orang tuanya. Bahkan pada saat kelulusan kemarin, biasanya di sini banyak anak-anak yang singgah merayakan kelulusannya itu,” ucap Wawan Junaedi, seorang petugas di Karangkamulyan Kec. Cijeungjing, Minggu (3/7).

Dia menambahkan, semula para pengelola objek wisata Karangkamulyan berharap meningkatnya kunjungan wisatwan dengan adanya penambahan wahana wisata sejarah baru, Gong Perdamaian Dunia. Nyatanya, gong yang terbuat dari kuningan seberat hampir 2 kwintal dan diolah khusus oleh Keraton Surakarta itu masih belum mampu menarik animo warga.

Jajang pengunjung asal Kota Bandung mengatakan, kurangnya fasilitas pendukung rekreasi di Karangkamulyan menjadi salah satu penyebab minimnya animo warga untuk berkunjung. Sehingga, warga yang pertama kali menginjakkan kaki ke situs Ciung Wanara tersebut mudah bosan.

“Saya kira dengan suasana begini terus-menerus tanpa disediakan fasilitas lainnya, jumlah pengujung tidak akan bertambah. Bahkan cenderung menurun,” jelasnya.
Jajang mengaku, kondisi suasana alam yang masih asri dan koleksi aneka satwa liar di dalamnya, belum bisa dijadikan acuan wisatawan bisa menikmati kunjungan.

“Saya sendiri berkunjung ke sini bukan tujuan utama melainkan hanya mampir saja. Suasananya membosankan, tak ada sarana hiburan lain selain situs-situs dan pepohonannya saja. Padahal kalau seandainya ditata dengan penambahan taman satwa, saya jamin bisa menjadi tujuan utama,” ucapnya. (es)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!