Tikar Mendong Buatan Dusun Cikapundung, Desa Neglasari Banjar Berkwalitas Baik

22/07/2011 0 Comments

Eti (41) warga dusun Cikapundung, Desa Neglasari, Kec. Banjar, Kota Banjar, salah seorang pengrajin penenun tikar mendong. Foto : Pepep Riswasto Akbar/HR.

Namun Manonjaya/Tasikmalaya yang Punya Nama

Mendong (Cyperaceae), membentuk rumpun tinggi, batangnya dikeringkan digunakan untuk bahan anyaman seperti tikar, topi, keranjang ; Fimbristylis globulosa. Tanaman mendong merupakan tanaman yang hidup di area sitem irigasi yang baik. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara tetapi saat ini bisa ditemukan hampir di semua negara di Asia seperti China dan India. Tanaman ini bisa mempunyai panjang sampai 1,5 meter di daerah yang ketinggiannya 300-700 di atas permukaan laut. Tanaman ini berkembang biak secara generative (biji) dan vegetative (akar).

Cara pemanenan tanaman ini adalah setelah dipotong diikat dengan cara ditegakan posisinya untuk mengurangi kadar air di dalamnya. Kemudian dikeringkan langsung di bawah sinar matahari agar bisa didapat warna yang seragam. Untuk bahan material yang akan di gunakan sebagai bahan handicraft yang berupa tenunan proses pengeringannya tidak terlalu karena material yang terlalu kering sangat mudah rusak apabila.

Eti (41) warga dusun Cikapundung, Desa Neglasari, Kec. Banjar, Kota Banjar, salah seorang  pengrajin penenun tikar mendong, di dusun Cikapundung tidak hanya Eti saja. Tapi banyak warga lainnya, terutama kaum wanita sebagai bekerja sambilan setelah bertani. Wanita-wanita di dusun itu, melakukan pekerjaan penenunan tikar mending dari pkl.0.5 s/d pkl.0.8 pagi dilanjutkan lagi pada pkl 19.00 sampai tengah malam.

Pengrajin tenun tikar mendong di Dsn. Cikapadung, hanya sebagai upah maklun saja. Alat tenun terbuat dari kayu dan mendongnya dipasok pengusaha tikar mending dari Manonjaya, Tasikmalaya dengan upah Rp.7,500/11 meter tikar mending, dalam waktu 2 pekan para pengrajin tikar itu menyetorkan 10 golong tikar, setiap golong  panjang 11 meter.

Hasil tenun tikar mendong dari Dsn. Cikapundung ini, dikhususkan pembuatannya untuk  di obyek wisata pantai. Dipasarkan di Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, lintas pulau seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Ambon. Para pengrajin tenun tikar mending Dsn Cikapundung, Desa Neglasari, berpikir tidak selamanya hanya sebagai pemaklun tikar mendong. Tapi ingin berdiri sendiri, alasannya  mendong di Kec. Langensari untuk bahan baku tersedia yang penting di daerah yang ada irigasinya. Dan bantuan permodalan seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat), dengan mendapatkan bimbingan dan pembinaan dari dinas terkait di Pemkot Banjar. Demikian HR dalam percakapan dengan para pengrajin tenun tikar mendong, Minggu (17/7). (APR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply