Unigal Menuju Sistem dan Standarisasi Internasional “Borang”

03/07/2011 0 Comments

Kampus Universitas Galuh yang berada di Kab. Ciamis. Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

Dari data yang dihimpun HR, jumlah Dosen di Kampus Unigal sebanyak 230 orang, baik dari Kopertis maupun Yayasan. Dan Dosen Luar Biasa setara dengan Professor sebanyak 170 orang, total jumlah dosen saat ini 400 orang.

Dicky Haryanto Adjid – Deni Supendi

Kampus ungu Universitas Galuh (Unigal) dituntut bebenah diri dalam hal kualitas layanan pendidikan. Tuntutan itu menyusul diberlakukannya sistem dan standarisasi internasional atau disebut “Borang”. Soalnya, jika tidak segera berbenah diri, maka status akreditasi kampus bisa melorot.

Hal itu disampaikan Pembantu Rektor III Unigal, DR. H. Oyon Saryono, MM, Sabtu (26/6). Oyon menjelaskan, Borang Akreditasi adalah perangkat penilaian pendidikan profesional yang digunakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk mengakreditasi program studi yang diselenggarakan pada Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas.

“Jika tidak dibenahi dengan cepat, ke-19 Program Studi (Prodi) yang rata-rata ber-akreditasi B bisa merosot ke nilai terendah,” katanya.

Dia mengungkapkan, pada tahun 2014 semua Prodi yang ada di Unigal harus mempunyai nilai akreditasi B, karena aturan pemerintah sudah menegaskan semua prodi di setiap perguruan tinggi harus sudah terakreditasi sebelum tahun 2015.

Menurutnya, semua PTN dan PTS sedang gencar-gencarnya memperbaiki sistem layanan pendidikan. Semua PT khawatir status akreditasi kampus mereka terpuruk. Oyon juga menegaskan, paremeter bahan penilaian terhadap kampus sebelumnya lebih sedikit dibanding akreditasi tahun sekarang.

Oyon melanjutkan, penilaian itu meliputi sarana prasarana, struktur kurikulum,  sistem layanan pendidikan, SDM dosen/ pengajar yang harus sesuai dengan UU Guru dan Dosen No. 14, dan alumni. Semua penilaian itu menggunakan standar Internasional.

Lebih jelas, Oyon mengatakan, untuk menghadapi sistem standarisasi hal itu, Unigal sudah menempuh langkah-langkah, salah satunya dengan menerapkan isi dari UU No 14 tentang guru dan Dosen.

“Dalam Borang baru, setiap prodi minimal harus mempunyai 4 Dosen S-3 dan 6 dosen S-2. Para dosen S-1 dituntut harus menyelesaikan S-2. Konsekwensinya, untuk semua prodi S-1 di kampus unigal para dosennya minimal harus berpendidikan S-2,  bahkan S-3,” katanya.

Saat ini, kata Oyon, pihak Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) selalu memberikan stimulus bagi dosen yang menempuh gelar S-2 berupa bantuan keuangan senilai Rp.2,5 juta dan S-3 senilai Rp. 5 juta.

Masih menurut Oyon, jurus kedua untuk pembenahan kampus agar tidak terjun bebas, yakni melakukan sistem perbaikan layanan pendidikan baik secara akademis maupun administrasi.

Salah satunya di tahun 2011 ini, Kampus Unigal sudah melakukan MoU dengan PT. Telkom untuk menerapkan system layanan administrasi dan akademis terpadu. Penerapan sistem terpadu tersebut akan diberlakukan pada tahun 2012.

“Pelayanan akademik berbasis IT, semua layanan akademik, keuangan, sarana dan prasarana terintegrasi, Kartu Tanda Mahasiswa atau KTM, bisa digunakan untuk mengetahui nilai, dan mahasiswa tidak perlu repot –repot ke Rektorat untuk menge-check nilai,” ungkapnya.

Menyikapi adanya Borang 2010 tersebut, Ketua Forum Alumni Fisip Unigal, Agus N,S.IP, M.Si, mengatakan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan alumni Fisip Unigal.

“Setelah kami bentuk Forum Alumni Fisip Unigal pada awal tahun 2011 ini, kami sekarang tengah melakukan pendataan alumni, karena kami menyadari bahwa alumni sebagai output dari PT, dijadikan parameter penilaian,” tuturnya.

Agus menambahkan ratusan alumni Fisip Unigal yang tersebar di pemerintahan dan swasta bisa dijadikan tolak ukur keberhasilan proses belajar mengajar di Fisip Unigal.

“Tahap pertama, kami akan lakukan verifikasi secara kuantitas, kedua kami akan verifikasi secara kualitas dengan orintasi kemitraan terhadap almamater, pemerintahan dan dunia swasta,” Pungkasnya.

Faktanya, saat ini sudah banyak dari lulusan Unigal yang terjun dan berkiprah di masyarakat. Diantaranya menjadi praktisi pendidikan, abdi pemerintah, pegawai, pengusaha, pedagang, dan banyak lagi lainnya.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan, Universitas Galuh (Unigal) tetap menjaga kualitas infrastruktur, efisiensi, efektifitas administrasi dan organisasi internal sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Menyadari akan arti keberadaan Perguruan Tinggi sebagai Wahana pembentukan watak dan kepribadian serta intelektual dalam pembentukan kecerdasan yang dilandasi oleh iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Unigal tengah berusaha mempersiapkan pola pendekatan berbasis mutu melalui sistem lembaga penjamin mutu, sebagai langkah standarisasi input, output dan proses demi kepuasan “Stakholder”.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan-pembenahan mekanisme dan tata laksana oraganisasi beserta kelengkapannya. Peningkatan profesional dosen dan staf terhadap mahasiswa sehingga menciptakan atmosfer akademik yang kondusif dan demokratis.

Dalam konteks “Postmoderrism” pendidikan tinggi bukanlah merupakan proses memperoleh “Ijazah” saja, namun lebih diorientasikan kepada memperoleh value/ nilai-nilai moral tinggi melalui penekanan “critical thinking” sehingga mahasiswa peka terhadap isu kesetaraan, demokrasi, hubungan antar mahasiswa dalam kontek plural.

Untuk itu, Unigal berkomitmen untuk segera melakukan langkah-langkah penjamin layanan akademik dengan menghindari praktik-praktik yang tidak bertanggung jawab dan tidak bermartabat.

Sementara itu, Unigal juga memiliki Visi menjadi Universitas Unggulan yang Berdaya Saing Global pada Tahun 2029”. Visi itu mengandung makna bahwa target Unigal menjadi perguruan tinggi yang memenuhi standar internasional. Lulusan yang dihasilkan adalah lulusan yang memiliki kemampuan atau hard skills dan soft skills yang bermutu, sehingga berdaya saing tinggi di masyarakat dan dunia kerja.

Visi itu kemudian dikerucutkan kedalam beberapa Misi, diantaranya, pertama meningkatkan mutu manajemen internal perguruan tinggi. Dengan maksud untuk meningkatkan efisiensi internal,  dan citra institusi
di mata stakeholders.

Kedua, mengembangkan institusi untuk meningkatkan mutu dan relevansi perguruan tinggi, agar dapat berkonstribusi dalam meningkatkan daya saing
bangsa serta perluasan akses pada pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Selanjutnya, mendorong dan mengembangkan unggulan dan inovasi di bidang penelitian, pelayanan masyarakat yang secara langsung dapat
membantu peningkatan daya saing daerah dan pembangunan nasional.

Kemudian, mengembangkan program unggulan, seperti peningkatan jumlah publikasi ilmiah, pertukaran dosen/ mahasiswa, kerja sama serta perolehan status akreditasi.

Terakhir, menjadikan sistem manajemen kinerja balance scorecard sebagai alat penjaminan mutu, serta untuk menilai kinerja unit-unit di lingkungan Unigal agar termotivasi.

Di samping itu, Unigal juga memiliki tujuan, yakni meningkatkan kualitas tatakelola dan penjaminan mutu guna meningkatkan posisi sebagai PT yang berstandar internasional.

Selanjutnya, melengkapi infrastruktur, dengan menyediakan fasilitas dan peralatan utama, rencana pengembangan sarana dan prasarana, serta laboratorium untuk meningkatkan pelayanan terhadap stakeholder internal.

Kemudian mengkondisikan finansial Unigal yang sehat dan terencana dengan transparansi dan akuntabilitas sesuai prinsip akuntansi. Serta peningkatan sumber pendanaan di luar pendapatan dari mahasiswa.

Setelah itu, mengembangkan SDM Unigal, mencakup pengembangan dosen, mahasiswa, dan  karyawan dengan sistem human resource plan and scorecard. Menjadikan suasana kampus yang sejuk dan harmonis, sehingga mendorong semangat belajar dan berkarya yang berkesinambungan bagi sivitas akademika.

Keenam, meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang memuaskan stakeholder internal dan eksternal sesuai dengan standar nasional pelayanan pendidikan. Ke tujuh, meningkatkan proses pembelajaran yang bermutu dan berdaya saing. Dan terakhir, mengembangkan sistem administrasi, serta organisasi yang mantap dan sinergi.

Fasilitas Kampus

Beberapa fasilitas yang disediakan kampus Unigal untuk menunjang penyelengaraan proses pendidikan, diantaranya Pertama, Pembinaan dan Tenaga Pengajar. Unigal dibina secara langsung oleh para Guru Besar dari UPI, ITB, UNPAD, STPDN/ IIP dan Dosen Kopertis, baik lulusan dari dalam maupun luar negeri dan Dosen tetap Yayasan yang berkualitas.

Selanjutnya Fasilitas penunjang perkuliahan Unigal meliputi, bangunan milik sendiri representatif, dan berada dalam jalur strategis dan dapat dijangkau dengan mudah dari berbagai arah.

Kemudian, Unigal juga menyediakan fasilitas Laboratorium Bahasa dilengkapi pusat layanan Kursus Bahasa Inggris, Galuh English Centre (GEC). Bimbingan dan Test : TOEIC, TOEFL, IELTS. Laboratorium Biologi, lab. Hukum, Lab. Akuntansi, Lab. Fisip, Lab. Komputer, Lab. Keperawatan, Lab. Kebidanan, Lab. Pertanian dan Rumah Kaca.

Penunjang lainnya adalah Perpustakaan kampus. Perpustakaan ini dilengkapi dengan berbagai macam buku dari berbagai bidang ilmu. Tempatnya nyaman dilengkapi pendingin ruangan.

Fasilitas lainnya adalah Beasiswa, mahasiswa yang berprestasi diberikan beasiswa, baik yang berasal dari pemerintah, swasta mapupun Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis. Dan terakhir, mahasiswa yang aktif dilindungi oleh Asuransi Kecelakaan bekerjasama dengan PT. Asuransi Bumi Putra. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!