Kemerdekaan Harus Wujudkan Persatuan, Demokrasi & Kesejahteraan Masyarakat

19/08/2011 0 Comments

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 yang digelar di lapang Stadion Patroman Kota Banjar. Foto : Deni Supendi/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski bertepatan dengan bulan Ramadhan, upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 yang digelar di lapang Stadion Patroman Kota Banjar, Rabu (17/8), berlangsung khidmat.

Acara tersebut selain diikuti unsur Forum Konsultasi Daerah, juga dihadiri Ketua, Wakil Ketua beserta anggota DRPD Kota Banjar, para pejabat sipil, TNI, Polri, sesepuh, alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perwakilan dari siswa-siswi SMP/MTs serta SMA/SMK se-Kota Banjar.

Dalam sambutannya Walikota Banjar DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., mengatakan bahwa, pada hakekatnya peringatan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia adalah merupakan salah satu wujud dari upaya pendalaman iman dan ketaqwaan manusia yang beriman terhadap Khaliknya.

Karena, kemerdekaan yang telah diraih selama 66 tahun silam merupakan qodrat, irodat serta nikmat dari Alloh SWT. Maka, dengan kemerdekaan kita ditantang untuk mewujudkan Indonesia ke depan yang bersatu, maju dan demokratis, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Dikatakan Herman, untuk mencapai harapan dan cita-cita proklamasi, serta mengisi fase pembangunan pasca kemerdekaan, Pemkot Banjar telah menetapkan empat kebijakan pembangunan yang merupakan perwujudan visi dan misi Kota Banjar.

Diantaranya kebijakan yang berhubungan dengan keberpihakan kepada masyarakat, diarahkan pada peningkatan indeks pembangunan masyarakat (IPM), meliputi pendidikan, kesehatan, daya beli dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Kemudian, kebijakan yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur pemerintahan, penataan kota, penguatan dan kebijakan yang berhubungan dengan pemberdayaan desa/kelurahan.

“Empat kebijakan tersebut diharapkan dapat langsung menyentuh pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan sarana dan prasarana yang tersedia bagi masyarakat. Namun, dalam pelaksanaan kebijakan tersebut dibutuhkan adanya partisipasi dari semua pihak,” harapnya.

Dia menambahkan, untuk menumbuhkembangkan partisipasi aktif masyarakat, pola pembangunan yang saat ini dilakukan Pemkot Banjar lebih ditekankan melalui proses bottom up daripada top down. Dalam hal ini pemerintah hanya memotivasi dan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply