Ku Antar Surat Hingga ke Pelosok Desa di Nusantara

25/08/2011 0 Comments

Setiap menjelang Lebaran, di Kantor Pos Banjar terjadi peningkatan jumlah pengiriman paket, surat, kartu ucapan Idul Fitri, serta pengiriman uang melalui Western Union. Sampai saat ini jasa pengiriman via pos masih banyak diminati masyarakat. Foto : Eva Latifah/HR.

Bukti 265 Tahun Pos Indonesia

Eva Latifah & Dicky Haryanto Adjid

Telepon, SMS, dan e-mail meringkas rentang waktu komunikasi. Rasa penasaran soal kabar siapa dan dimana terjawab dalam hitungan detik. Orang tak perlu menunggu Pak pos mengantar surat balasan. Orang semakin lupa rasanya, ”kring-kring” bunyi sepeda milik Pak pos mengantar surat kini tak terdengar lagi.

Jalinan keakraban Pak pos dengan penerima surat tak lagi seperti dulu. Berbincang dengan penerima surat, kini memang hanya seperlunya. Kebanyakan bahkan cuma menandatangani resi penerimaan surat tanpa mengajak berbincang. Seperti yang dituturkan Pak pos yang menyampaikan surat ke redaksi Koran HR di kota Banjar Jawa Barat.

“Dulu menjelang lebaran sampai penuh kantong surat yang akan disampaikan ke masyarakat, pengirim dan penerima surat terasa akrab. Tapi itu semuanya kini telah hilang,” ujar Pak pos berkisah kepada HR.

Seiring tuntutan kecepatan pelayanan di era modern, PT Pos Indonesia memperkuat mobilitas pengantar surat/paket. Sepeda yang dulu menjadi andalan Pak pos, kini sudah dihapus. Seluruh pengiriman surat dan paket menggunakan roda transportasi dari sepeda motor, mobil, kereta api, kapal laut hingga pesawat terbang.

Sejarah Kantor Pos Indonesia pertama didirikan pada 26 Agustus 1746, didirikan oleh Gubernur Jenderal Belanda GW Baron di Batavia. Tahun 1906 kantor pos namanya PTTD (Posts Telegraafend Telefoon Diensts). Kantor Pos yang kini berusia 265 tahun (hampir 3 abad), terus berinovasi untuk dapat bersaing dengan kompetiter yang bergerak di bidang pengiriman jasa surat/paket. Demikian diucapkan Junaedi Kasi Marketing Pos Indonesia Cabang Ciamis, kepada HR Senin (22/8).

Seiring waktu perjalanan Kantor Pos, menganggap teknologi informasi dan komunikasi bukan sebagai musuh akan tetapi sebagai mitra. Terbukti jasa layanan pengiriman surat korporasi seperti dari PT Telkomsel dalam sebulan mencapai ribuan, belum lagi instansi pemerintah masih terus menggunakan jasa pengiriman lewat Kantor Pos, pembayaran gaji sartifikasi guru, dan layanan surat retail, layanan paket khusus dan paket kilat.

Juga melayani Wesel dari luar negeri ke Indonesia, bekerjasama dengan Western Union. Selain itu ada program baru Wesel Pos Instan biaya gratis. Dulu bisa memakan waktu 3 hari, sekarang hanya dalam hitungan detik seperti SMS. Hingga kini Pos Indonesia Cabang Ciamis rata-rata dalam satu bulan pelayanan pengiriman surat hingga 6.000 pucuk dari surat korporasi, dan layanan surat ritel sebanyak 3.000 pucuk.

Pengiriman kartu lebaran dalam tahun ini mulai meningkat kembali, dan terkirim dari Ciamis keluar sebanyak 1.234 pucuk kartu lebaran. Dari layanan pokok Pos Indonesia, seperti surat korporasi, surat ritel, jasa logistik, wesel pos. Juga melayani payment poin seperti pembayaran telepon, listrik, kartu kridit, cicilan rumah, cicilan mobil dan motor. Bisa juga layanan tambah daya listrik, termasuk tabungan yang bekerjasama dengan Bank BTN.

Selain itu Pos Indonesia terus berinovasi dengan program perangko prisma, dimana perangko tersebut bisa bergambar pelanggan individu atau perusahaan, tergantung permintaan. Pelayanan pembayaran air dari PDAM, bisa dilakukan lewat Pos Indonesia. Khusus untuk layanan jasa wesel TKI di luar negeri pihak Pos Indonesia menggandeng Western Union.

Pos Indonesia cabang Ciamis membawahi 10 kantor pos pembantu, yang mencakup 17 Kecamatan di wilayah Ciamis Utara, dengan jumlah pegawai 40 orang. Sedangkan Kantor Pos pembantu di wilayah Ciamis selatan masuk ke Pos Indonesia cabang kota Banjar.

PT Pos Indonesia memperkirakan jumlah kiriman pos bakal meningkat 20 persen dibanding situasi normal pada menjelang lebaran 2011. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap menjelang lebaran di Kantor Pos cabang Banjar terjadi jumlah pengiriman paket, surat, dan kartu lebaran dan pengiriman uang lewat Western Union.

Menurut Supervisor Pemasaran Kantor Pos Banjar, Deni Kusnadi saat ditemui HR, Senin (22/8) mengatakan untuk pengiriman paket justru mengalami peningkatan sejak awal ramadhan. Diperkirakan puncak keramaian semua jenis pengiriman terjadi H-7 lebaran. Keramaian jasa pengiriman tidak terpusat di Kantor Pos Banjar saja, namun juga terjadi di 14 kantor pos pembantu di wilayah Ciamis selatan.

Mulai lebaran tahun ini PT Pos Indonesia, meluncurkan layanan kartu pos lebaran gratis secara menyeluruh di kantor-kantor pos seluruh Indonesia. Pengirim hanya dikenakan biaya perangko saja. Program ini merupakan bentuk pelayanan prima, menghadapi momentum hari Raya Idul Fitri. Karena kartu pos memiliki kesan personal dan memiliki suasana kehadiran orang dengan guratan pena berisi ucapan sekaligus tanda tangan.

Deni Kusnadi menambahkan, penggunaan jasa kartu pos lebaran selama ini lebih banyak digunakan instansi perkantoran maupun perusahaan kepada relasinya. Lantaran mengirim dengan kartu itu dianggap lebih resmi dan santun.

PT Pos Indonesia juga menyiapkan penawaran kemudahan bermudik, untuk mengirimkan barang dan uang melalui Kantor Pos. Pemudik diberikan solusi mengirimkan uang melalui Wesel Pos Instan, yaitu pengiriman yang bisa diambil pada hari uang tersebut dikirim dalam waktu hitungan menit, di 3.800 kantor pos di Indonesia.

Namun demikian, pengiriman dari luar negeri melalui Western Union masih banyak disukai masyarakat, terutama bagi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang mengirim uang ke keluarganya di kampung halaman. Deni menambahkan, hal itu sesuai dengan visi PT Pos Indonesia, yaitu berkomitmen kepada langganan untuk menyediakan langganan yang selalu tepat waktu dan nilai terbaik.***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!