Penertiban Tapal Batas Antar Desa di Kota Banjar Kurang Tertib

04/08/2011 0 Comments

Pemkot Banjar studi banding ke Bantul

Banjar, (harapanrakyat.com),- Bila dibandingkan dengan Kota Banjar, Kabupaten Bantul dinilai lebih baik dalam masalah penempatan batas sebuah wilayah satu dengan wilayah lainnya. Maka dari itu, keberangkatan kepala desa/lurah se-Kota Banjar ke Bantul pada bulan Mei lalu, tujuannya untuk sharing membahas masalah tersebut.

Kepala Sub. Bagian Pembangunan Dekonsentrasi dan Kerjasama Daerah Perbatasan, Yudi Permadi, Senin (1/8), menjelaskan, selain sharing mengenai penempatan tapal batas, juga membahas tentang pengelolaan APBDes, serta pengembangan potensi desa.

Menurutnya, study banding yang difasilitasi oleh Pemkot Banjar untuk seluruh kepala desa dan lurah, adalah sebagai upaya penertiban batas sebuah desa dengan desa lainnya yang dianggap masih kurang tertib.

Bahkan, selama ini pemberian tanda atau tugu pembatas sebuah desa terkesan masih asal-asalan dilakukan oleh sebagaian pemerintahan desa/kelurahan. Padahal, sebelum ditetapkan pembatas sebuah wilayah, harus dimusyawarahkan terlebih dahulu.

Misalnya, kalau satu desa ingin membuat tugu pembatas desanya, maka desa tersebut harus melakukan koordinasi dulu dengan desa yang ada disebelahnya.

Kalau tidak melakukan koordinasi antara desa satu dengan desa tetangganya, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan konflik di antara kedua wilayah.

“Banyak hal  yang kami peroleh dari hasil study banding ke Pemkab Bantul itu. Dan sekarang kami sedang merumuskan peraturan-peraturan terkait tapal batas desa di wilayah Pemkot Banjar, hal itu sebagai aplikasi dari study banding ke Bantul,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Indah Nurlaelasari, S.STP, M.Si, mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu perintah, terkait penetapan tanda pembatas desa/kelurahan.

Indah mengaku, dirinya tidak mau gegabah mendirikan tugu pembatas wilayah kelurahannya sebelum ada peraturan yang dikeluarkan oleh Pemkot Banjar.

Namun demikian, setelah dua bulan berselang, Pemerintah Kota Banjar belum terlihat ada tanda-tanda akan menerapkan atau mengaplikasikan hasil dari study banding tersebut. (Amlus)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply