Soal Kinerja, DPRD Ciamis Bakal Panggil KP3 dan BP4K

04/08/2011 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Ciamis kembali akan melakukan pemanggilan kepada Komisi Pengawas Pupuk Pestisida (KP3) dan Badan Penyuluh Pertanian Perikanan Perkebunan (BP4K) Kab. Ciamis, terkait kinerja dua lembaga tersebut yang dinilai kurang maksimal.

Ketua Komisi II DPRD Kab. Ciamis, Ahmad Irfan Alawi, Jum`at (29/7) mengatakan, pemanggilan itu sengaja dilakukan pihak DPRD untuk meminta pertanggungjawaban KP3 dan BP4K, sebagai pengawas distribusi pupuk.

Menurut Irfan, persoalan pupuk bersubsidi sangat rentan masalah, jika pengawasan KP3 kurang maksimal. Dia meminta agar tugas dan fungsi KP3 sebagai pengawas dilaksanakan secara baik.

“Jangan sampai KP3 tidak ada gunanya. Soalnya masih kami temukan sejumlah permasalahan mengenai pupuk bersubsidi, salah satunya distributor yang menjual di luar wilayah,” ungkapnya.

Irfan menilai, seandainya tugas dan fungsi KP3 berjalan dengan baik, persoalan kelangkaan pupuk dan penjualan pupuk di luar rayon/ wilayah distribusi, tidak terjadi untuk kesekian kalinya.

Di samping itu, Irfan juga meminta agar Dinas Pertanian (Distan) Kab. Ciamis, KP3 dan BP4K melakukan sosialisasi kepada semua unsur masyarakat petani dan kalangan pengecer pupuk, untuk memahami ketentuan yang harus ditegakkan.

“Banyak petani tidak mengerti aturan soal pembelian pupuk bersubsidi. Kami kira, mereka taunya hanya menggunakan pupuk saja, beli dimana pun bagi mereka tidak jadi soal. Padahal, aturan distribusi pupuk bersubsidi mengatakan hal lain. Disinilah butuhnya peran KP3 dan PPL di lapangan,” katanya.

Dia juga mengharapkan agar Distan Kab. Ciamis, Distributor hingga pengecer memiliki kebersamaan persepsi, supaya peristiwa kelangkaan pupuk dan penjualan di laur rayon yang sudah terjadi belakangan ini, bisa dihindari.

Sementara itu, Ketua DPD Himpuli, Nur Muttaqien, beberapa waktu lalu, mengatakan, kinerja penyuluh lapangan dari BP4K dirasakan kurang maksimal. Padahal, menurut Nur, banyak diantara para petani yang belum mengetahui secara pasti aturan tersebut. (es)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!