Batagor Bandung di Banjar

30/09/2011 0 Comments

Batagor khas Bandung milik Asep selalu menjaga keaslian rasa batagor Bandung. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Kuah iga/dengkul sapi dan taburan bumbu kacang menjadi pilihan ketika kita ingin menikmati sensasi rasa khas batagor Bandung.

Pepep Riswanto Akbar

Jika ingin menikmati batagor yang memiliki rasa khas batagor Bandung, kini di Kota Banjar makanan tersebut bisa dengan mudah didapatkan, yaitu di Jl. BKR, tepatnya depan Kantor Pos Banjar.

Asep, warga Jl. Buntu, Lingkungan Jadimulya, Kelurahan/Kecamatan Pataruman,adalah pedagang batagor khas Bandung yang biasa mangkal di tempat tersebut sengaja menyajikan dagangannya dengan menjaga keaslian rasa batagor Bandung.

Ada dua pilihan yang ditawarkan, yaitu batagor basah dan kering. Untuk batagor basah disajikan dengan kuah, yakni tulang iga/dengkul sapi dan daging tetelan. Sedangkan tanpa kuah disajikan dengan taburan bumbu kacang.

Masing-masing memiliki sensasi rasa yang berbeda, namun tetap rasa khas batagor Bandung sangat kental di lidah. Harganya pun sangat terjangkau.

Satu porsi batagor basah dan kering hanya dibandrol Rp.6.000 saja. Meski terhitung murah, tapi soal rasa tidak murahan, sehingga setiap harinya batagor Bandung buatan Asep selalu di penuhi pelanggannya.

Terbukti, sejak mangkal dari pukul 9 pagi, maka pada pukul 3 sore batagor Asep sudah habis terjual. Dalam satu hari, Asep, dibantu istri dan adiknya, rata-rata mampu menjual sebanyak 200 porsi.

Jenal, adik Asep, saat ditemui HR, Selasa (27/9), mengaku sangat kewalahan melayani pembeli, terutama saat tanggal muda. Lantaran, pelanggannya banyak dari kalangan pegawai instansi pemerintahan maupun swasta.

Karena waktu itu Asep belum datang, maka Jenal lah yang menceritakan mengenai awal mula kakaknya merintis usaha tersebut. Dia mengatakan, sebetulnya Asep sudah menggeluti usahanya itu sejak tahun 2000 silam.

Namun, dalam menjual batagornya, Asep tidak memangkalkan roda dagangannya seperti sekarang, tapi keliling dengan mengambil rute Jl. BKR, dan mangkal di Pasar Banjar.

“Kalau mangkal di tempat yang sekarang baru berjalan kurang dari satu tahun. Pokoknya pas pasar pindah ke lokasi sementara, kemudian kakak saya mangkal di sini, karena percuma mangkal di pasar juga, lantaran sebelumnya pelanggan itu hanya para pedagang yang ada di pasar saja,” tutur Jenal.

Sejak mangkal di depan Kantor Pos Banjar, pelanggan batagor Bandung milik Asep semakin bertambah. Bahkan, bahan baku untuk kuah batagor dalam satu hari membutuhkan minimal 10 kilogram tulang iga/dengkul berikut daging tetelan. Begitu pula bahan baku lainnya, yaitu berupa kacang tanah, terigu dan ikan.

Pada hari-hari tertentu, yaitu tanggal muda dan hari libur, kebutuhan bahan baku pun akan bertambah, karena di waktu-waktu tersebut biasanya pelanggan semakin bertambah.

Para pelanggan bukan hanya datang dari Banjar saja, tapi juga dari daerah lain, seperti Banjarsari, Lakbok, Rancah dan wilayah Ciamis kota. Tidak heran, pendapatan setiap harinya rata-rata mencapai Rp.1 juta hingga Rp.1,5 juta.

“Bertambahnya pelanggan karena kakak saya mempunyai resep asli batagor khas Bandung. Dia juga tidak asal-asalan dalam meraciknya, sebab kakak saya dulu pernah menimba ilmu di Akademi Pariwisata NHI Bandung,” katanya.

Kini, batagor khas Bandung milik Asep juga bisa ditemui di depan Toserba Yogya yang mangkal dari pukul 9 pagi sampai pukul 4 sore, kemudian di Alun-alun mangkal sejak sore sampai malam, dan satu lagi di Purwaharja, tepatnya di pinggir jalan menuju ke Batalyon 323 Raider Banjar.

“Harapan kami kedepan ingin memiliki kios, sehingga pelanggan merasa nyaman saat menikmati hidangan yang kami sajikan. Selain itu, tentunya juga ingin memperluas usaha ini, misalnya dengan membuka cabang di luar kota,” pungkas Jenal. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply