Debit Air Situ Leutik Menyusut

29/09/2011 0 Comments

Areal Pesawahan Jajawar Hingga Balingbing Terancam Kekeringan

Debit air di kawasan Situ Leutik Desa Cibeureum Kecamatan Banjar terus menyusut. Akibatnya, area persawahan di wilayah Jajawar, Balokang, Sogati dan Balingbing mengalami kekeringan. Foto : Deni Supendi/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Sepanjang musim kemarau, debit air di kawasan Situ Leutik Desa Cibeureum Kecamatan Banjar terus menyusut. Akibatnya, area persawahan di wilayah Jajawar, Balokang, Sogati dan Balingbing mengalami kekeringan.

Padahal, menurut rencana awal pembangunan, Situ Leutik diperkirakan dapat menampung persediaan air, hingga dapat mengairi sawah petani seluas kurang lebih 200 hektar di sekitar wilayah tersebut.

Daday, warga yang tinggal tidak jauh dari kawasan Situ, Senin (26/9), menyayangkan penyusutan debit air tersebut. Bahkan tidak hanya itu, dia juga mengaku prihatin, melihat aset perahu yang terdampar di pinggiran situ.

Menurut dia, keberadaan Situ Leutik seharusnya mampu mengairi sawah petani. Namun pada kenyataannya, ketersediaan air di Situ Leutik, justru tidak mampu memenuhi kebutuhan air bagi petani saat ini.

Sementara itu, Kosim, petani komplek pesawahan Dusun Sogati, Desa Cibeureum, Kec. Banjar, beberapa waktu lalu, mengatakan, sejak musim kemarau berlangsung, lahan pertanian di kawasan tersebut mulai kekurangan pasokan air.

Menurut Kosim, untuk bisa memperoleh pasokan air, para petani terpaksa harus melakukan penyedotan air dari Situ Leutik. Namun, dia juga memperkirakan, seandainya hal itu dilakukan, biaya yang harus mereka keluarkan bakal cukup memberatkan.

Selain itu, lanjut Kosim, debit air saat ini tidak mungkin dapat mencukupi kebutuhan air bagi lahan sawah di Sogati dan Balingbing. Pasalnya, areal pesawahan di daerah Jajawar pun menggunakan air dari Situ Leutik.

“Jadi istilahnya pabetot-betot dengan wilayah lain. Kalau mesin pompanya memang sekarang sudah punya, bantuan dari Dinas Pertanian. Tapi, kita menghitung dulu berapa biaya solar yang dikeluarkan, sebab penyedotan tidak mungkin dilakukan satu atau dua kali saja,” katanya.

Senada dengan hal itu, Iwan, Pemerhati Sosial Kota Banjar, Senin (26/9), mengungkapkan, bahwa Situ Leutik di wilayah Desa Cibeureum seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, terlebih di saat musim kemarau seperti saat ini.

Iwan mengutarakan, pembangunan Situ Leutik yaitu review perencanaan irigasi, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bagi areal pesawahan di sekitar wilayah Desa Cibeureum.

“Termasuk di dalamnya, soal pemenuhan kebutuhan air baku, pemenuhan kebutuhan air irigasi, serta sebagai areal perikanan petani dan warga setempat,”pungkasnya.

Di tempat terpisah, Kabid PSDA Dinas PU Tamben, Endang Pandi, Selasa (27/9), membenarkan kondisi penyusutan debit air di kawasan Situ Leutik tersebut. Bahkan menurut dia, kondisi serupa terjadi di hampir semua wilayah.

“Saya kira kejadian kemarau ini dialami semua wilayah, termasuk di Banjar. Soal Debit air di Situ Leutik, tentunya merupakan suatu hal yang wajar, jika debita airnya menyusut, karena musim kemarau kali ini tergolong cukup panjang,” katanya. (deni)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply