Es Kelapa Muda Banjar Atas Diminati Pemudik

10/09/2011 0 Comments

Omzet pedagang naik minimal dua kali lipat

Deni Supendi

Bisnis Dawegan dan es kelapa muda, bagi pedagang di Kawasan Rest Area Banjar Atas, Kec. Purwaharja Kota Banjar, cukup menjanjikan. Terutama di saat bulan Puasa dan arus Balik Lebaran. Penjualan kelapa muda pada kedua waktu tersebut meningkat minimal dua kali lipat dibanding dengan hari-hari biasa.

Salah seorang penjual kelapa muda di bilangan Banjar Atas, Yayan, Senin (5/9) mengatakan, bisnis kelapa muda tergolong bisnis yang memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk berkembang.

“Asal mau bekerja keras, sedikit kreatif, dan tahan banting. Bisnis kelapa muda memberikan peluang orang untuk berkembang dengan baik,” katanya.

Yayan menegaskan,  bisnis kelapa muda merupakan bisnis yang tidak ada matinya. Sebab, kelapa muda dicari semua lapisan masyarakat tanpa memandang cuaca.

Menurut dia, Kota Banjar tidak akan kesulitan memperoleh kelapa muda, karena sumbernya banyak. Soalnya, “Indonesia ini negeri Nyiur Hijau” Pohon kelapa tumbuh di mana-mana, dan stok-nya hampir nggak pernah habis.

Sentra penghasil kelapa sebagai pemasok kelapa cukup banyak. Dia sendiri memasok kelapa dari daerah Langkap Lancar, Kec. Langensari dan beberapa wilayah lainnya.

Dari segi modal dan sistem, tambah Yayan, bisnis ini merupakan bisnis yang modalnya relatif rendah, sistem dan penanganannya relatif sederhana atau mudah dilakukan. Cukup dengan meja dan termos, sebagai perangkat utama.

Ia menyebutkan, saat ini harga beli kepala muda di tingkat petani mencapai antara Rp 2.000-Rp 2.200/ butir. Dan untuk tingkat grosir/ agen sekitar Rp 2.200 – Rp 2.500. Sementara itu, bila dijual dalam bentuk es kelapa muda, para pedagang biasanya menjual antara Rp 4.000 – Rp 5.000/ butir. Jika dijual dalam ukuran gelas atau plastik, satu butir kelapa bisa menghasilkan uang antara Rp 10.000 – Rp 15.000.

Yayan menambahkan, pada musim kemarau seperti sekarang ini, permintaan akan kelapa muda meningkat. Tapi yang paling banyak meningkatnya yaitu pada bulan Ramadan, dan libur lebaran, saat arus balik memuncak.

Dia juga menjelaskan contoh hitung-hitungan bisnis kelapa muda. Jika seorang pedagang mampu menjual 100 butir/ hari setidaknya mengantongi keuntungan antara Rp Rp 200.000.

Jika dijual dalam  gelas atau kantong plastik, pedagang akan memperoleh laba sekitar Rp 5.000/ butir. Kalau sehari terjual antara 20 butir hingga 50 butir maka ia akan memperoleh keuntungan antara Rp 200.000 sampai Rp 250.000. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!