Korban Kebakaran Misterius

30/09/2011 0 Comments

Ma Enong Minta Bantuan Pemkot Bangun Rumah Kembali


Mak Enong (60), warga Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kec. Pataruman, Kota Banjar, hanya bisa termenung memandang abu bekas rumahnya yang terbakar. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Malang menimpa janda tua, Enong (60), warga Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kec. Pataruman, Kota Banjar. Pasalnya, dia harus kehilangan tempat tinggalnya setelah hangus terbakar dilalap si jago merah, pada Minggu (25/9), sekitar pukul 22.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, kini janda tua itu terpaksa tinggal di rumah anak ketiganya yang berada tidak jauh dari rumahnya. Meski tidak ada korban jiwa, namun harta benda milik Enong habis semua.

Saat ditemui HR, Senin (26/9), Enong nampak bersedih. Dia mengaku sangat terpukul atas peristiwa itu. Bahkan, anak bungsu Enong yang masih serumah dengannya masih terlihat shock.

Menurutnya, pada malam kejadian, dirinya sedang mengikuti latihan kesenian rutin di rumah Ketua Golongan, untuk persiapan tampil di acara hajatan salah seorang tetangganya.

Enong mengaku, saat meninggalkan rumah dirinya tidak menyalakan tungku perapian tempat memasak, obat nyamuk, atau lampu penerang seperti lilin. Hal itu membuat dirinya merasa heran, dan sampai sekarang belum mengetahui apa yang menyebabkan rumahnya terbakar.

Meski pada waktu kejadian warga sekitar berupaya untuk memadamkan api, tapi apa daya usaha warga tidak membuahkan hasil, lantaran api dengan cepat menghanguskan rumah yang terbuat dari kayu dan bilik bambu. Selian itu, sempitnya jalan menuju lokasi juga menjadi salah satu kendala dalam melakukan pemadaman.

Namun, Enong mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas partisipasi masyarakat setempat dan pihak pemerintah yang telah membantunya, baik materi maupun non-materi.

Meksi begitu, Ma Enong mengaku memiliki harapan, untuk bisa kembali membangun rumahnya yang sudah habis terbakar api tersebut. Alasannya, dia tidak ingin menggantungkan hidup dan membebani anak-anaknya.

Satu hari sebelumnya, yaitu Sabtu (24/9), sekitar pukul 13.00 WIB, musibah serupa juga terjadi menimpa rumah milik Cucu Susilawati (52), warga Lingkungan Tanjungsukur, RT 2/14, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut, atas peristiwa itu Cucu tidak bisa menempati rumahnya. Diduga kerugian material mencpai Rp 20 juta.

Saat ditemui, Cucu mengaku tidak menyangka rumah yang ditinggalinya akan terbakar. Menurut dia, sumber api kali pertama diketahui berasal dari ruangan di bagian belakang rumah.

“Saat itu saya sedang bersih-bersih di sekitar halaman rumah. Memang rumah sempat saya tinggal ke warung sebentar,” ungkapnya.

Namun, sekitar pukul 13.00, dirinya melihat kepulan asap hitam sudah membumbung tinggi dari ruang tengah rumahnya. Sepontan Cucu langsung berteriak meminta tolong. Setelah warga sekitar bergotong-royong memadamkan api selama kurang lebih setengah jam, akhirnya api pun berhasil dipadamkan.

Berdasarkan pantuan HR, hampir dua pertiga rumah Cucu hancur. Dua ruang tidur dan ruang tengah tidak bisa ditempati karena atapnya rusak terbakar. Untuk sementara Cucu tinggal bersama anaknya. (PRA)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!