Pandai Besi Minim Modal, Permintaan Pelanggan Sulit Terpenuhi

10/09/2011 0 Comments

Ikin (66) dan seorang karyawannya, sedang membuat pesanan golok pelanggan. Foto : Hendaya/HR.

Kawali, (harapanrakyat.com),- Pandai besi merupakan warisan kerajinan turun temurun sejak dahulu kala. Karena itu tidak heran, kalau pandai besi selalu ada dimana-mana sekalipun sekarang ini jumlahnya menipis, akibat tergilas zaman dengan teknologi canggih.

Ikin (66), penggiat kerajinan pandai besi Ciempu Pogorsari Kawali, ketika ditemui HR, beberapa waktu lalu, mengatakan, jumlah pengrajin pandai besi semakin berkurang, sekalipun prospeknya bagus.

Padahal kata Ikin, jika prospek tersebut dikelola dengan baik dan profesional, bisa mendatangkan penghasilan yang menggiurkan. Namun sayang, perajin pandai besi ini kian hari kian hilang meskipun kerajinan itu salah satu warisan budaya leluhur yang seharusnya masih dilestarikan, karena kerajinan ini sangat erat kaitannya dengan kondisi negara Indonesia yang agraris.

Kepada HR, Ikin mengutarakan, dirinya sudah menggeluti kerjainan pandai besi Ciempu Pogorsari Kawali sejak tahun 60-an. Kerajinan tersebut menghasilkan alat-alat rumah tangga seperti golok, garpu, pisau dan alat pertanian.

Sejumlah pelanggan rutin yang biasa menggunakan hasil kerajinan Ikin berasal dari wilayah Kec. Panawangan, Panjalu, Rajadesa, dan lainnya. Meski begitu, Ikin juga mengaku masih terkendala permodalan.

Dia berharap, pemerintah Kab. Ciamis memberikan perhatian terhadap nasib pandai besi seperti dirinya. Dengan maksud, agara pesanan para pelanggan dari berbagai wilayah bisa terpenuhi. (hendaya)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply