Pantauan Terminal Banjar, Arus Mudik Minim, Arus Balik Penumpang Alami Lonjakan

10/09/2011 0 Comments

Pada masa arus balik Lebaran tahun ini, jumlah armada dan penumpang di Terminal Banjar meningkat. Lonjakan penumpang terjadi pada H + 4, yaitu mencapai 10.219 orang. Foto : Eva Latifah/HR

Banjar, (harapanrakyat.com),- Pada masa arus balik Lebaran tahun ini, jumlah armada dan penumpang di Terminal Banjar meningkat. Lonjakan penumpang terjadi pada H + 4, yaitu mencapai 10.219 orang. Berbeda saat arus mudik, armada yang masuk terminal justru lebih sedikit.

Menurut Kepala UPT Terminal, Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Pariwisata (Dishubkominfopar) Kota Banjar, Dede Kurnia, hal itu terjadi akibat pada waktu arus mudik banyak pemudik menggunakan kendaraan bantuan yang disediakan oleh partai politik dan beberapa perusahaan.

“Namun, kendaraan bantuan itu hanya mengantarkan mereka saat mudik, sehingga ketika arus balik mereka menggunakan angkutan umum. Makanya keramaian penumpang maupun armada di terminal lebih banyak waktu arus balik,” jelasnya, Senin (5/9).

Berdasarkan data yang telah tercatat pihak UPT Termina Banjar, jumlah total penumpang dari H-7 sampai H+4 mencapai 19.959 orang. Diprediksi pada arus balik tahun ini jumlah penumpang yang naik di terminal akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu 22.965 orang dari H-7 hingga H+7.

Maka, upaya untuk mengantisipasi lonjakan, kata dia, pihaknya bekerjasama dengan pihak pengusaha bus untuk penambahan jumlah angkutan. Diantaranya bus cadangan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sebanyak 25 armada, dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) sebanyak 10 armada.

Selain itu, bus reguler yang beroperasi di Terminal Banjar diantaranya AKAP, meliputi bus besar 135, bus sedang 30, dan AKDP terdiri dari bus besar 40, bus sedang 60, bus kecil 30.

Dede menambahkan, mengenai tarif dasar Batas Atas Wilayah I (Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara) angkutan penumpang AKAP kelas ekonomi dan mobil bus umum, tahun ini mengalami penurunan.

“Tahun sebelumnya sebesar 141,13 rupiah per kilometer per orang, dan sekarang turun menjadi 139 rupiah per kilometer per orang,” kata Dede.

Sedangkan, untuk tarif dasar Batas Bawah Wilayah I (Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara) masih tetap seperti tahun sebelumnya, yaitu Rp.86,-/kilometer/orang. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply