Sampah Berserakan, Warga Minta Pemkab Siapkan TPS dan TPA

15/09/2011 Berita Kawali
Sampah Berserakan, Warga Minta Pemkab Siapkan TPS dan TPA
Sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai Cikadongdong Kawali tampak tiap harinya semakin menumpuk. Foto : Edji Darsono/HR.

Kawali, (harapanrakyat.com),- Sejumlah warga Kecamatan Kawali meminta Pemerintah Kab. Ciamis menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di sejumlah lokasi. Pasalnya, di beberapa titik, tumpukan sampah mulai menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap.

Rudi, pemuda asal Kawali, ketika dimintai tanggapan, Jum`at (9/9), mengatakan, volume sampah di wilayah Kawali mulai mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Akibatnya, sejumlah tempat dan lingkungan perkantoran di wilayah tersebut nampak kurang sedap dipandang mata.

Lebih lanjut Rudi meminta agar Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab. Ciamis segera menyediakan sejumlah TPS di wilayah tersebut. Permintaan itu bertujuan agar sampah yang berserakan tidak membuat wajah Kawali nampak semrawut.

Pada kesempatan yang sama, Rudi menilai, penumpukan sampah yang terjadi di wilayah Kawali disebabkan karena tingkat konsumsi masyarakat saat lebaran meningkat. Dan hal itulah yang memicu banyaknya tumpukan sampah.

Sementara itu, Kades Linggapura, Dedi Junaedi, SE.Par., Senin, (12/9), di ruang kerjanya, mengatakan, persoalan sampah terjadi tidak hanya di wilayahnya saja. Melainkan hampir di seluruh wilayah Kecamatan.

Bahkan, lanjut Dedi, pemasalahan tersebut juga dialami beberapa Kecamatan, seperti Jatinagara dan lainnya. Menindaklanjuti hal itu, Dia siap menyediakan lahan untuk TPA di wilayahnya. Dan untuk TPS, Dedi menyerahkannya kepada Dinas Kebersihan.

“Pada prinsipnya, pihak Desa Linggapura siap menyediakan lahan TPA-nya. Asalkan, pembangunan TPA sesuai dengan kebutuhan dan aturan,” katanya.

Sementara itu, Darsono, warga, mengatakan, tumpukan sampah bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik alternatif dan bahan bakar. Pasalnya, secara teknis sampah tersebut mengeluarkan gas metan.

“Ini bisa jadi potensi bagus, dan tentunya perlu melibatkan unsur akademisi dan pemerhati lingkungan,” pungkasnya. (dji)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles