Tahu Bungseng Sumedang, Bagian Dalam tak Kosong & Gurih

15/09/2011 1 Comment

Baru buka satu bulan, outlet Tahu Bungseng Sumedang milik Wawan, pengusaha asal Bekasi, telah memikat warga Banjar. Tampak dua orang pelanggan tengah memesan tahu Sumedang di outlet tersebut. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Meski baru satu bulan, outlet Tahu Bungseng Sumedang milik pengusaha asal Bekasi telah memikat warga Banjar.

Pepep Riswanto Akbar

Tahu Sumedang memang mempunyai rasa yang khas. Ke-populeran karena rasanya yang khas tersebut, membuat tahu Sumedang banyak disukai oleh masyarakat dari luar Sumedang sendiri.

Bahkan, kini masyarakat Kota Banjar tidak perlu repot-repot lagi pergi ke Sumedang jika ingin membeli tahu khas daerah itu, lantaran di Kota Banjar sekarang sudah dibuka outlet khusus penjualan tahu asli Sumedang.

Tahu Bungseng Sumedang yang beralamat di Jl. Siliwangi, adalah nama outlet milik Wawan (41), seorang pengusaha tahu Sumedang asal Bekasi. Menurutnya, sudah satu bulan lebih dia membuka usahanya di Kota Banjar.

Namun, meski baru berjalan satu bulan usahanya sudah mengalami perkembangan. Terbukti, dalam setiap harinya Wawan membutuhkan sedikitnya 50 kilogram kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu.

Wawan yang mengaku memiliki 51 outlet Tahu Bungseng Sumedang di seluruh Jawa Barat, mengatakan, bahwa modal yang dikeluarkan untuk pengembangan usahanya di Kota Banjar ini mencapai Rp.117 juta.

Jumlah sebesar itu selain untuk modal pembuatan tahu, juga digunakan untuk pembangunan tempat/sarana usaha (bangunan outlet). Dengan dibantu oleh enam orang pekerja ahli dari Sumedang, setiap harinya Wawan mampu meraup keuntungan sekitar 15% dari modal yang dikeluarkan.

“Ini permulaan yang bagus usaha di Banjar. Mudah-mudahan usaha ini kedepannya bisa lebih berkembang lagi. Dan sekarang saya sedang membangun satu outlet lagi di daerah perbatasan Banjar-Ciamis, tepatnya di Gunung Cupu, samping pom bensin, kalau pusatnya di daerah Bekasi,” katanya, Senin (12/9).

Lebih lanjut Wawan menuturkan, bahwa outlet tahu Sumedang miliknya mulai berdiri sejak tahun 1997. Sebelumnya dia hanya membantu saudaranya berjualan tahu Sumedang. Karena tertarik dan hal itu dianggapnya sebagai peluang yang bagus, akhirnya dia memutuskan untuk membuka pabrik tahu sendiri.

Dalam proses pembuatan tahu Sumedang sebetulnya sama saja dengan proses pembuatan tahu sejenisnya, yaitu tidak menggunakan bahan-bahan kimia, diproses secara manual dan steril.

Namun, Wawan mengaku mempunyai satu resep yang berbeda, sehingga rasa tahu Sumedang hasil produksinya sangat enak, gurih dan bagian dalamnya tidak kosong.

Sedangkan limbah dari pengolahan tahu dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi dan kambing peliharaannya. Karena memiliki ternak sapi dan kambing cukup banyak, sehingga dirinya membutuhkan hampas tahu yang banyak pula untuk kebutuhan ternak-ternaknya.

Harapan kedepan Wawan ingin megembangkan lebih banyak lagi cabang outlet Tahu Bungseng Sumedang di seluruh Indonesia. Bahkan, dirinya juga menginginkan untuk membuat pabrik tahu Sumedang di Kota Banjar. ***

About author

Related articles

1 Comment

  1. punky January 30, at 17:40

    Sy jg pengen jualan tahu bungseng gmn caranya?

    Reply

Leave a Reply