UPTD RPH Masih Nebeng di Pos Kesehatan Hewan

29/09/2011 0 Comments

Pendapatan UPTD RPH diperoleh dari sewa tempat berikut pemotongan, yaitu per ekor dihitung Rp.17 ribu. Tampak beberapa ekor sapi yang siap dipotong. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski hanya memiliki empat orang pegawai, UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian Kota Banjar mengaku optimis, bahwa pecapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2011 bisa terealisasikan lebih dari 100%.

Dari target PAD yang dibebankan sebesar Rp.42 juta, hingga saat ini sudah terealisasikan sekitar 85,85%. Dengan demikian, maka pada pertengahan Desember mendatang diperkirakan PAD sudah dapat terlunasi.

Hal itu dikatakan Kepala UPTD RPH Dinas Pertanian Kota Banjar, Rujio Karnoso, saat ditemui HR, Senin (26/9). Menurut dia, rata-rata setiap minggu pihaknya mampu menyetorkan PAD sebesar Rp.1 juta.

“Karena di sini pemasukannya setiap hari, jadi kami mampu menyetorkan PAD setiap mingggu. Jumlah satu juta rupiah itu bila dihitung rata-rata, kalau pada bulan-bulan ramai bisa lebih dari satu juta,” terangnya.

Dalam sehari, jumlah hewan ternak sapi yang dipotong di UPTD RPH Kota Banjar biasanya tidak kurang dari 7 ekor, namun terkadang bisa lebih dari itu, tergantung banyaknya permintaan pasar.

Karena, ada bulan-bulan tertentu yang bisa mendongkrak keramaian jumlah pemotongan, misalnya menjelang hari raya Idul Fitri atau saat musim bulan hajatan, seperti Syawal dan bulan Haji.

Sedangkan, bulan yang dianggap sepi pemotongan yaitu Rewah, Hapit dan bulan Mulud, karena ketiga bulan tersebut tidak termasuk musim hajatan.

“Jadi tidak selalu ramai, tapi ada juga sepinya. Cuma, puncak keramaian biasanya terjadi saat menjelang H-1 Lebaran. Jumlah pemotongan pada H-1 Lebaran tahun ini mencapai 30 ekor sapi. Dari situ lah kami bisa mendongkrak penyetoran PAD,” katanya.

Pendapatan UPTD RPH diperoleh dari sewa tempat berikut pemotongan, yaitu per ekor dihitung Rp.17 ribu. Sehingga, bila dirata-ratakan jumlah pemotongan dalam sehari sebanyak 7 ekor, maka pendapatan yang diraih mencapai Rp.119.000/hari.

Lebih lanjut Rujio mengatakan, bahwa target PAD yang dibebankan pada tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni dari Rp.40 juta menjadi Rp.42 juta. Namun, pencapaian PAD tahun lalu juga mampu melebihi 100%, dan setiap tahunnya memang belum pernah kurang dari target.

Meski setiap tahunnya target PAD yang dibebankan dapat terealisasi, bahkan mampu melebihi dari target, tapi hingga saat ini UPTD RPH belum memiliki bangunan khusus untuk kantor.

Selama ini, ruangan untuk kantor yang digunakan empat petugas, berikut Kepala UPTD RPH, masih nebeng di Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Dinas Pertanian Kota Banjar.

“Ya kami memang belum memiliki kantor sendiri, mudah-mudahan kedepannya bisa punya. Petugas di sini hanya empat orang berikut saya, dua berstatus PNS, dan dua orang lagi tenaga sukwan,” pungkasnya. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!