Budidaya “Waluh Kobucha” Menjanjikan Banyak Untung

14/10/2011 0 Comments

Jenis Tanaman Waluh Kobuca yang dikembangkan Jojo, Petani asal Desa Hujungtiwu Kecamatan Panjalu. Foto : Edji Darsono/HR.

Eji Darsono

Jojo Petani asal Desa Hujungtiwu Kecamatan Panjalu membudidayakan waluh kobucha dia areal/ lahan sawah seluas 24 bata. Berawal dari sulitnya air, untuk penanaman padi di areal sawah, dia memutuskan untuk mencoba tanaman baru yang jarang ditanam warga.

Kepada HR, Jojo, Sabtu (8/10), menceritakan, tanaman waluh kobucha menjanjikan untung menggiurkan, ketimbang tanaman padi. Alasannya, dari 300 batang pohon, mengeluarkan 5 waluh dengan berat 1 kg perbuah. Secara akumulasi, dia bisa mendapat 1,5 ton buah waluh kobuca perpanen.

Tidak hanya itu, harga waluh kobucha di pasaran mencapai Rp. 4 ribu perkilogramnya. Alhasil, dari luas areal tanam 25 bata, Jojo mendapatkan uang sebesar Rp 6 juta satu kali panen.

Saat ini, Jojo mengaku lebih fokus pada tanaman waluh kobuca, karena selain biaya produksi irit, masa panen cepat, pemeliharaan dan pemasaran mudah, juga memberikan untung besar.

Meski awalnya hanya coba-coba, Jojo akan memperluas lahan garapan untuk mengembangkan waluh kobucha di wilayah Panjalu. Alasan Jojo lainnya, waluh kobucha sangat jarang ditanam petani, sehingga jumlah pesaing untuk jenis tanaman serupa masih sedikit.

Menurut keterangan beberapa sumber, Labu (Cucurbita spp.) adalah tumbuhan merambat penghasil buah konsumsi berukuran besar. Biasanya, yang dinamakan “labu” dalam pengertian waluh atau pumpkin adalah tumbuhan yang termasuk dalam empat jenis Cucurbita, yaitu C. moschata, C. maxima, C. mixta, dan C. pepo.

Saat baru tumbuh, buah labu/ waluh berwarna oranye. Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang berbentuk bintang, berbiji besar dan berwarna coklat. Buah ini renyah saat dimakan, rasanya manis dan sedikit asam.

Buah labu kuning berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang dengan banyak alur (15-30 alur). Ukuran pertumbuhannya cepat sekali, mencapai 350 gram per hari. Sebuha penelitian menyebutkan, bahwa daun labu berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat untuk dijadikan kuaci.

Air buahnya juga berguna sebagai penawar racun binatang berbisa. Sementara bijinya menjadi obat cacing pita. Daging buahnya pun mengandung antiokisidan sebagai penangkal kanker, penyembuhan radang, pengobatan ginjal, demam, dan diare.

Seorang pakar kesehatan alternatif pernah mengungkapkan, bahwa labu dapat mengobati tekanan darah tinggi, menurunkan panas, diabetes dan memperlancar proses pencernaan.

Dari sekian banyak jenis labu, Labu kuning paling sering digunakan dalam masakan. Beragam jenis hidangan bisa dibuat dari buah ini, mulai dari kolak, sup, cake hingga kue-kue basah seperti talam dan kue lumpur.  ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!