Jelang Gelombang Pensiun, BP4K Khawatir Jumlah Penyuluh PNS Menyusut

20/10/2011 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) mengkhawatirkan gelombang pensiun mempengaruhi kinerja sektor pertanian. Pasalnya, diperkirakan, jumlah penyuluh PNS (Pegawai Negeri Sipil) di tahun mendatang bakal menyusut hingga 50 persen, akibat gelombang pensiun.

Kepala BP4K Kab. Ciamis, H. Wasdi, beberapa waktu lalu, mengungkapkan kekahwatirannya soal gelombang pensiun yang bakal terjadi antara tahun 2012 hingga 2014. Menurut dia, dari sekitar 270 penyuluh PNS, akan tersisa sekitar 135 penyuluh PNS.

Wasdi menjelaskan, penyusutan jumlah penyuluh itu juga berkaitan dengan rekrutmen PNS yang kemungkinan tidak dibuka hingga 2014 mendatang. Dia memperkirakan, penyusutan tersebut akan sangat berdampak terhadap kinerja lembaga yang saat ini dipimpinnya.

Dalam kesempatan itu, Wasdi mengutarakan, jika formasi perekrutan PNS untuk penyuluh di BP4K tidak diprioritaskan, akan berimbas pada kemajuan sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan di wilayah Kab. Ciamis.

Kepada HR, Wasdi mengungkapkan harapannya, agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memperhatikan kondisi yang akan dialami BP4K. Padahal, jika mengacu pada Undang-undang (UU) Penyelenggaraan Penyuluh, Nomor 16 Tahun 2006, disebutkan bahwa idealnya satu desa memiliki satu penyuluh.

Wasdi menyebutkan, saat ini, jumlah tenaga penyuluh PNS dibawah BP4K mencapai 270 orang, ditambah 110 Tenaga Harian Lepas (THL). Meski gelombang pensiun belum terjadi, faktanya jumlah tenaga penyuluh di BP4K masih kurang.

Lebih lanjut, Wasdi menjelaskan, kekurangan itu khususnya terjadi pada penyuluh PNS bidang peternakan, yang hanya berjumlah 23 orang. Secara ideal, jumlah itu belum memenuhi kriteria.

”Dengan jumlah tersebut, satu penyuluh peternakan harus mengcover antara 2 hingga 3 kecamatan,“ katanya.

Tidak hanya itu, Wasdi juga mempersoalkan kecenderungan dan keterlibatan Pemuda di sektor pertanian sangat kurang. Sehingga tidak menutup kemungkinan, kemajuan sektor tersebut menjadi sedikit terancam.

Dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Ciamis, menyebutkan, bahwa 43,16 persen jumlah tenaga kerja berada pada sektor pertanian. Jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dibanding jumlah daya serap tenaga kerja di sektor lainnya. (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply