Nasgor Terminal Lama, Pertahankan Citra Rasa Kunci Pikat Pelanggan

20/10/2011 0 Comments

Nasi goreng racikan Supri (40), di Jl.Tentara Pelajar, tepatnya depan Graha Banjar Idaman (GBI), memang mempunyai cita rasa berbeda. Tampak sejumlah pengunjung sedang menunggu pesanannya. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Selama ini, di Kota Banjar banyak sekali dijumpai pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan nasi goreng. Namun, nasi goreng racikan Supri (40), pedagang yang biasa mangkal di Jl.Tentara Pelajar, tepatnya depan Graha Banjar Idaman (GBI), memang mempunyai cita rasa berbeda.

Selain enak, harganya pun dapat terjangkau oleh semua kalangan. Tidak heran setiapharinya banyak pengunjung yang rela antri untuk membeli nasi goreng racikan Supri.

Diakuinya, usaha tersebut telah dijalani sejak tahun 1992, yaitu ketika kawasan itu masih digunakan sebagai terminal Bus Banjar. Namun, meski sekarang terminal sudah dipindahkan, nama nasi goreng Supri tetap terkenal dengan sebutan nasgor terminal lama.

“Ya karena terminalnya sudah pindah, jadi sekarang para pelanggan menyebutnya nasgor terminal lama,” ujar Supri, yang mengaku berasal dari Tegal, Jawa Tengah, dan kini menetap di Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar.

Menurut dia, untuk bisa mempunyai pelanggan seperti sekarang ini tidak gampang. Keberhasilannya diraih atas keuletan serta selalu menjaga rasa dari ciri khas nasi goreng olahannya.

Dengan dibantu satu orang asisten, Supri setiap harinya mulai membuka dagangannya pada pukul 5 sore hingga pukul 11 malam. Bahkan, bila sedang ramai pengunjung, maka pukul 10 malam dagangannya sudah habis terjual.

Para pelanggan yang datang tidak hanya dari wilayah Kota Banjar saja, tapi banyak pula pembeli yang sengaja datang dari lura kota, misalnya Cisaga, Lakbok, Pamarican dan Banjarsari.

Dalam sehari Supri membutuhkan bahan pokok sebanyak 12 kilogram beras, 7,5 kilogram telor, 4 kilogram daging ayam dan 1 ball mie untuk kebutuhan mie goreng dan mie rebus.

Keuntungan yang diperoleh dari hasil usahanya itu sekitar 40% dari modal yang dia keluarkan setiap harinya, namun dia tidak menyebutkan secara rinci berapa modal yang disiapkan Supri dalam satu hari.

“Hasilnya ya lumayan besar. Saya juga berharap kedepannya bisa mengembangkan usaha ini, yaitu membuka cabang baru di tempat lain,” pungkasnya. (PRA)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply