RM Rawa Onom Tawarkan Konsep Pedesaan & Aneka Masakan Sunda

27/10/2011 0 Comments

Dengan konsep pedesaan, RM Rawa Onom lokasinya tepat berada di tengah-tengah kolam dan hamparan areal pesawahan, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan yang ada di sekelilingnya. Foto : Pepep Riswanto Akbar/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),– Jika merasa bosan dengan masakan di rumah atau di rumah makan bergaya modern, kini rumah makan (RM) Rawa Onom yang beralamat di Jl. Raya Banjar-Majenang KM 3, dapat menjadi solusi untuk mencicipi hidangan enak, disertai pemandangan alam yang begitu asri.

Sambil menikmati berbagai macam menu makanan yang ditawarkan, pengunjung juga disuguhi oleh indahnya pemandangan di sekeliling RM Rawa Onom. Karena, lokasinya tepat berada di tengah-tengah kolam dan hamparan areal pesawahan.

Ratih (36), pemilik rumah makan tersebut, ketika ditemui HR, Minggu (23/10), mengatakan, dibangunnya RM Rawa Onom memang sudah lama, yaitu sekitar tahun 2000 silam.

Ide membuka usaha ini berawal dari kegemaran Ratih dalam memasak. Atas dukungan dari suaminya, akhirnya Ratih dapat menyalurkan bakatnya dengan membuka usaha rumah makan.

“Untuk ide dan konsepnya memang sudah dirancang sejak tahun 1999, dan baru bisa terwujud di tahun 2000. Kami sengaja memilih lokasi pedesaan, dan ini menjadi ciri khas tersendiri bagi RM Rawa Onom,” tuturnya.

Menu makanan yang ada sangat komplit, mulai dari aneka makanan khas Sunda, aneka masakan ikan, bebek, ayam kampung, nasi timbel, nasi liwet, berbagai macam sop, seperti sop ayam, sop buntut, dan sop ikan.

Di RM Rawa Onom juga menyediakan aneka masakan sea food. Sedangkan, minumannya tersedia pula berbagai macam jenis, diantaranya aneka juice buah segar, minuman kaleng dan masih banyak jenis minuman lainnya.

Selain itu, rumah makan tersebut menyediakan hiburan yang dapat membuat pengunjung jadi tambah nyaman, yaitu sarana karaoke. Disini pengunjung bisa langsung bernyanyi sambil menikmati ke indahan panorama alam.

“Bagi yang hoby mancing, kami menyediakan kolam khusus berikut sewa peralatan untuk memancing. Namun, ikan yang didapat tidak bisa dibakar atau dimakan, tapi harus dimasukan lagi ke kolam. Jadi pengunjung hanya bisa menikmati sensasi strike-nya saja, yaitu merasakan tarikan ikan yang membuat pengunjung tambah penasaran,” jelasnya.

Ratih menambahkan, dari hasil usahanya tersebut, selain cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, juga dapat mencukupi biaya sekolah kedua anaknya.

Harapan Ratih kedepan ingin membuat taman buah yang bisa langsung dipetik dan dikonsumsi oleh para pengunjung, serta ingin membuka cabang di tempat lain yang lokasinya sangat strategis. (PRA)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply