Kelompok UMPET Purwadadi Manfaatkan Lahan non-Produktif jadi Menghasilkan

16/11/2011 0 Comments

Lahan tebu garapan Kelompok Umpet di Pasirklotok Purwadadi Ciamis. foto: Aam Lusyana/HR

Purwadadi, (harapanrakyat.com),-

Kelompok Usaha Pertanian Tebu (UMPET) Kec. Purwadadi Kab. Ciamis membudiyakan tanaman tebu jenis BL di lahan seluas 14 hektar, di daerah Pasirklotok Desa Bantardawa Kec. Purwadadi.

Menurut Ketua Kelompok UMPET, Turiman, Senin (31/10), mengatakan, usaha budidaya tersebut dimulai sejak masyarakat merasa prihatin terhadap sejumlah lahan di wilayah tersebut yang kurang produktif.

Alhasil, sedikitnya 11 kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah kurang lebih 20 orang, berhasil membudiyakan tanaman jenis tebu tersebut. bibit tebu yang mereka gunakan dibeli dari wilayah Purbalingga Jawa Tengah.

Turiman menjelaskan, penanaman tebu dilakukan dengan cara penanaman organik. Selain itu, dia juga mengungkapkan, pembelian benih tebu per 1 hektar Rp. 7 juta. Pembelian benih ini dilakukan secara swadaya oleh para petani.

Anggota Kelompok Umpet sedang memaras tebu. Foto: Aam Lusyana/HR

Dia juga sudah melakukan analisa kebutuhan penanaman tebu perhektarnya. Harga bibit tebu sampai ke lokasi Rp. 1.000 perkilogram, kemudian sewa lahan Rp 1.500.000,- per Ha. Jumlah biaya perhetar lahan Rp. 9.500.000 + Rp. 1.500.000 = Rp. 11.000.000,-. Sementara untuk keuntungan menanam tebu, yaitu, ringan biaya pembibitan dan penggarapan, karena dalam satu kali tanam bisa 5 sampai 7 kali panen.

Dia juga menambahkan, harga tebu PG (Pabrik Gula) Rp. 400,- perKg. Unit pengolahan tebu jadi gula skala industri kerakyatan mampu beli tebu Rp. 500,- perKg. Biaya bahan bakar (kayu bakar), bahan bakar (BBM), tenaga kerja, administrasi dan biaya tak terduga Rp. 400,-perKg gula. Kapasitas kegiatan usaha adalah 3.000 Kg gula /hari.

Harga jual gula lepas pabrik Rp. 6.200,-, biaya produksi Rp. 500 x 10 = Rp. 5.000,- + biaya operasional Rp. 400,- = Rp. 5.400. Jadi Keuntungan usaha Rp. 6.200 – 5.400 = Rp. 800,- per Kg.

Sementara itu, limbah penggilingan dan daun tebu bisa dijadikan pakan sapi. Dan limbah perasan tebu giling, bisa menjadi komoditas alternative, seperti bahan baku kertas, asbes, pupuk (kompos) dan lain-lain.

“Alhamdulillah, berkat dorongan dari berbagai pihak, kini usaha budidaya tebu sudah berjalan lancar. Hasil panen tebu bisa langsung diproduksi menjadi gula merah, dan sudah kami distribusikan ke pasar lokal di sekitar purwadadi,” ungkapnya.

Turiman menegaskan, UMPET akan terus mencari lahan ke luar Kecamatan Purwadadi, untuk memperluas area tanaman tebu. Tujuannya, hanya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. (Amlus)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply