Komunitas BIMa Sebar Quisioner di 4 Kecamatan

12/11/2011 0 Comments

Cari Sosok Pemimpin Baru Disukai Masyarakat

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Untuk mengetahui keinginan masyarakat mengenai sosok seperti apa pemimpin Kota Banjar ke depan, komunitas Banjar Inspiratif Mandiri (BIMa) mengadakan jajak pendapat secara acak dengan tokoh masyarakat, agama, pemuda, mahasiswa, para pedagang kecil maupun pedagang pasar, penarik ojeg dan becak, melalui pengisian quisioner.

Hingga sekarang jajak pendapat tersebut telah berlangsung selama satu minggu. Ditargetkan akhir November ini semua hasil pengisian quisioner yang disebar di empat kecamatan sudah bisa terkumpul, dan selanjutnya akan dianalisa oleh tim ahli analisis dari Bandung.

Menurut koordinator BIMa, Iwan Syarifudin, bahwa apa yang dilakukan pihaknya tidak ditumpangi kepentingan-kepentingan politis, tapi benar-benar murni untuk menjaring aspirasi dari bawah dengan melibatkan keterwakilan semua unsur kalangan masyarakat.

“Alhamdulillah ternyata apa yang kami lakukan mendapat respon positif dari semua kalangan masyarakat. Sebelumnya kami juga menjelaskan pada mereka maksud dan tujuan diadakannya jajak pendapat dengan cara mengisi quisioner ini,” katanya, Minggu (30/10).

Namun, lanjut dia, memang ada juga yang menuding untuk kepentingan politis semata. Tapi hal itu tidak jadi hambatan, dan pihaknya tetap berjalan sesuai komitmennya, yakni menjaring aspirasi dari masyarakat untuk kemajuan Kota Banjar kedepan.

Sebab, diperkirakan pada Pilkada Banjar tahun 2013 mendatang adalah kebangkitan Kota Banjar ke dua. Dengan demikian maka masyarakat berkeinginan memiliki sosok pemimpin yang lebih baik lagi.

Lanjut Iwan, munculnya ide untuk menjaring aspirasi masyarakat itu berawal dari seringnya berinteraksi dengan berbagai kalangan yang dilakukan di warung kopi. Orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki latar belakang berbeda tetapi punya cita-cita sama, yakni perubahan ke arah lebih baik lagi, dari segi politik, ekonomi, budaya dan lainnya.

Di negara maju, obrolan di kedai kopi yang berpengaruh terhadap persoalan-persoalan politik, ekonomi, pemerintah dan birokrasi ini berjalan dan berkembang sudah sejak lama. Misalnya di Perancis, perubahan ekonomi, politik dan kekuasaan berawal dari obrolan kecil di kedai kopi.

“Perubahan besar dapat dimulai dari obrolan kecil, suasana yang egaliter, sukarela, dan diselingi candaan menyegarkan, hal itu membawa pelakunya dalam suasana ringan. Intinya, obrolan di warung kopi seperti ini adalah ruang diskusi terbuka yang meruntuhkan sekat-sekat ideologi karena pandangan orang bisa berbeda, tapi apa yang diperjuangkannya sama,” tuturnya.

Dan itu dilakukan oleh komunitas BIMa yang peduli demokrasi, kemudian mencari solusi dari persoalan yang dihadapi masyarakat. Hasil diskusi itu sering disampaikan kepada media massa maupun elektronik.

Iwan menambahkan, didakannya jajak pendapat tersebut juga sebagai ajang silaturahmi dengan para tokoh masyarakat, agama, pemuda, aktivis sampai ke akar rumput masyarakat. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!