Icih Rela Cari Kayu Bakar Meski Harus Berjalan Jauh

08/12/2011 0 Comments

Eji Darsono

Icih (65) warga kampung Situsari Desa Sukaharja tetap memilah bahan bakar kayu meski harus didapat dari hutan atau kebun yang jauh dari rumah. Foto : Edji Darsono/HR.

Sebagian warga Situsari Desa Sukaharja Kec. Lumbung masih memilih bertahan dengan kayu bakar, ketimbang menggunakan kompor gas, ketika akan membuat masakan di dapur.

Begitu juga Icih (65), warga Kamp. Situsari Sukaharja, dia rela berjalan kaki dari rumahnya menuju hutan, untuk mencari kayu bakar. Meski jaraknya cukup jauh, Icih tetap memaksakan kakinya untuk tetap meniti jalan mengambil kayu bakar.

Kepada HR, Icih mengungkapkan, bantuan tabung gas dari pemerintah tidak pernah dia gunakan, lantaran dia takut jika dipakai memasak akan meledak, dan menimbulkan kebakaran.

Icih mengaku merasa lebih aman, memasak menggunakan bahan bakar kayu ketimbang kompor gas. Belum lagi, untuk ukuran Icih, harga isi ulang gas lumayan memberatkan.

Di tempat terpisah, Isah, warga Cikupa, juga memilih menggunakan bahan bakar kayu untuk memasak daripada bahan bakar gas. Menurut Isah, kayu bakar lebih mudah dia dapatkan, karena jumlah kayu bakar di lingkungannya cukup melimpah.

Meski diakui Isah, penggunaan bahan bakar kayu menimbulkan polusi berupa kepulan asap, membuat dinding dan atap rumah menghitam. Namun, cita rasa masakan yang dibuat dari pembakaran kayu lebih nikmat, ketimbang kompor gas.

“Komo dui mun nuju tariris, tiasa siduru heula,” pungkasnya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!