Ingin Membangun Kampoeng Wisata Agro di Desanya

Ingin Membangun Kampoeng Wisata Agro di Desanya

(Mimpi Pemuda Tani Warino dari Desa Paledah)

Oleh : Bachtiar Hamara

Perawakannya tinggi semampai pekerjaannya petani, pengolah tanah sendiri menanam kakao seluas 0,2 hektar, bersawah menanam padi seluas 0,1 hektar dan berternak sapi 12 ekor. Petani muda itu bernama Warino kelahiran Ciamis 1973, ia juga membagi waktu berkuliah di STISIP Bina Putra Banjar jurusan Administrasi Niaga. Warino beristrikan Nurfaojah pekerjaan guru, juga masih kuliah di kelas jauh STKIP Sebelas April Sumedang di Padaherang. Pasangan suami istri ini beranak satu Taahanii Faatihah Salsabila berusia 3 tahun.

Warino menghidupi keluarga dari hasil bertani, tapi dia punya mimpi besar dan aktif diberbagai organisasi kemasyarakatan di Desa Paledah, Kec Padaherang, Kabupaten Ciamis, dia hidup bersama keluarganya di daerah itu. Kamis pekan lalu (22/12) siang ia bertandang ke kantor Redaksi HR ia mendapat banyak informasi dari Koran HR masalah lingkungan hidup dan soal agropolitan. Dengan panjang lebar Warino mengutarakan mimpinya, salahkah bila orang bercerita tentang mimpinya?. Tentu tidak !.

Lebih baik bermimpi dululah. Mimpinya Warino, dia berijudul sendiri Mimpi besar seorang petani kecil, ingin membangun kampoeng wisata agro di desanya€. Berbicara potensi Desa Paledah, lancar sekali. Dengan wajah serius dia menyebutkan, wilayah desa Paledah terdiri dari tanah darat berupa bukit-bukit kecil dan dataran serta sawah dan rawa-rawa. Luas desa Paledah 676 hektar, terdiri dari tanah darat 251 hektar, sawah dengan irigasi teknis 100 hektar, sawah tadah hujan dan rawa 325 hektar.

Jumlah penduduk desa Paledah sampai dengan tahun 2010 sebanyak 5.524 jiwa, terdiri dari laki-laki 2.665 orang dan perempuan 2.859 orang. Mata pencaharian penduduk sebagian besar bertani, dan kelompok tani yang ada sebanyak 11 kelompok yang tergabung dalam Gapoktan (Gabungan kelompok tani), dengan jumlah anggota sebanyak 1.147 orang dan jumlah areal yang dikelola seluas 335,72 hektar.

Dengan komoditi tanaman pangan, perkebunan dan perternakan. Jenis ternak yang dikelola warga desa Paledah berupa ternak ruminansia (sapi dan kambing) dan ternak unggas (entog, itik dan ayam kampoeng). Jenis tanaman perkebunan kakao dan kelapa, jenis tanaman pangan padi dan palawija, hortikultural pepaya California.

Desa Paledah dibatasi oleh dua buah sungai, dan dua desa tetangga, sebelah utara desa Maruyungsari, sebelah timur sungai Citanduy batas Kab. Ciamis Jabar dan Kab. Cilacap Jateng, bagian selatan desa Sukanagara, sebelah barat sungai Ciseel, desa Karangpawitan.

Jarak desa Paledah dengan desa tetangga hanya 1 km, ke kota Kec. Padaherang 5 km, ke obyek wisata Pangandaran 30 km, ke kota pemerintahan Kab. Ciamis 60 km, dan ke ibu kota Provinsi Jabar di Bandung 180 km.

Dengan potensi yang ada, maka Warino punya mimpi, ingin mendirikan kampoeng wisata agrobisnis di desa Paledah, Kec Padaherang. Visi Kampoeng Wisata Agro Desa Paledah Terdepan Dalam Agrobisnis dan Wisata Agro di Jawa Barat Tahun 2016.

Sedangkan Misi ;

– Menciptakan iklim investasi yang kondusif dalam agribisnis dan pariwisata agro.

– Mengembangkan jiwa wirausaha masyarakat perdesaan.

– Mengembangkan jaringan kemitraan agribisnis dan pariwisata.

– Meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian serta penyelenggaraan kepariwisataan yang berwawasan lingkungan.

– Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) secara optimal dan lestari serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan.

– Menciptakan lapangan kerja di perdesaan untuk meminimalisir urbanisasi penduduk ke kota.

Target penyerapan tenaga kerja di Kampoeng Agro Desa Paledah; Ternak sapi 120 ekor = 30 orang, ternak kambing 100 ekor = 20 orang, ternak entog 250 ekor = 10 orang, ternak itik 500 ekor = 20 orang. Kebun mini kakao 5 hektar = 20 orang, kebun pepaya California 2 hektar = 10 orang, kebun koro padang 2 hektar = 10 orang, Outlet kuliner agro 12 unit = 24 orang, pabrik mini cokelat 1 unit = 10 orang, pabrik mini pupuk organik 1 unit = 12 orang, pabrik penggilingan padi 1 unit = 4 orang, padi organik 18 hektar = 90 orang, Citanduy River Park = 20 orang, bengkel motor 1 unit = 4 orang, tempat parkir kendaraan 1 unit = 3 orang, rumah makan 1 unit =6 orang, mini market agromart 1 unit = 6 orang, tempat penampungan hasil bumi 1 unit = 5 orang, kios saprodi 1 unit = 2 orang. Total penyerapan tenaga kerja = 303 orang.

Komoditas pertanian yang dikembangkan di calon lokasi Kampoeng Wisata Agro ; ternak sapi sudah ada, ternak kambing sudah ada, ternak entog sudah ada, ternak itik sudah ada, kebun mini kakao sudah ada, kebun pepaya California dalam rintisan, kebun koro padang dalam rintisan, outlet kuliner dalam rintisan, unit pengelolaan coklat dalam rintisan, pabrik mini pupuk organik sudah ada, pabrik huller padi dalam rintisan, padi organik sudah ada, Citanduy River Park dalam rintisan, bengkel motor dalam rintisan, gapura pintu masuk sudah ada, mushola sudah ada, tempat parkir sudah ada, rumah makan dalam rintisan, mini market agromart dalam rintisan, tempat penampungan sementara hasil bumi dalam rintisan, kios saprodi sudah ada.

Itulah gagasan Warino petani muda dari desa Paledah, selain itu saat HR mengajak ke lokasi untuk pemotretan, ternyata dia sudah siap dengan potret-potretnya. Bagi kita cukup sekedar mengamati mimpi (visi) seorang petani muda, dan merenungkan manfaatnya bagi kita ; pikiran dan hati kita bisa sampai menerawang sifat Rachman-Rachim Allah untuk kita. Dengan jalan bertafakur, kita bisa mendekati hati kepada ke-Maha Agungan Allah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya dengan segala kesempurnaan. Dari gagasan Warino, mari kita tingkatkan tafakur kita atas nikmat dan segala ciptaan Allah.

Mari kita menyimak fadilah tafakur, Imam Al Ghazali menjelaskan dalam Ihyaulumiddin. Tafakur lebih utama dibanding segala jenis amal oleh karena itu, disebutkan tafakur satu jam lebih baik dibanding beribadah satu tahun€. Mudah-mudahan Bupati Ciamis maupun Gubernur Jabar, bisa terpikirkan setelah bertafakur, dari mimpi pemuda tani Warino di pelosok desa. Paledah namanya di tahun 70-an desa Paledah, Maruyungsari dan sekitarnya adalah daerah banjir sungai Citanduy. Tapi sekarang ada warga yang sadar akan lingkungan untuk menyelamatkan DAS (Daerah Aliran Sungai) Citanduy dan Ciseel. Bila saja mimpi Warino itu sampai terwujud, akan tercipta kawasan ekonomi baru di perbatasan Kab. Ciamis dan Kab. Cilacap yang dibatasi sungai Citanduy. Otomatis estetika desa-desa akan tercipta di kawasan itu. Bolehlah kita semua bermimpi untuk kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perdesaan. Bertafakur saja dahulu, wassalam. ***

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles