MPG Ciptaan Undang, Hemat Biaya Panen

08/12/2011 0 Comments

Dicky Haryanto Adjid

 

Undang sedang mencoba mengoperasikan Mesin Perontok Gabah (MPG) ciptaannya. Dia berharap, Pemerintah merekomendasikan pemakaian MPG bagi para petani. Foto : Dicky Haryanto Adjid/HR.

Undang Sudrajat (45), warga Dusun Lampajang Desa Margaluyu Kec. Lumbung ciptakan mesin perontok gabah (MPG). Bahkan, mesin ciptaan Undang sangat diminati kalangan petani di wilayah Lumbung.

Alumni salah satu sekolah kejuruan tahun 1986 di Banjar ini, sejak dua tahun lalu, mencoba membuat alat yang dapat membantu produksi padi/ gabah untuk kalangan petani. Bahkan, sejak saat itu, tercatat sudah 14 unit MPG yang ciptaannya terjual.

Menurut Undang, MPG ciptaannya berkapasitas 5 PK, cocok untuk keperluan panen padi petani. MPG miliknya dalam satu hari mampu merontokan gabah hingga 1 ton, tanpa sisa gabah terbuang.

“Kalau menggunakan ani-ani atau sabit, dalam 100 bata bisa terbuang 5-6 kuintal gabah. MPG ini, merupakan Teknologi Tepat Guna pasca panen yang hanya memerlukan 1 orang tenaga kerja, 5 liter bensin untuk 1 Ton Gabah,” katanya.

Lebih jauh Undang mebandingkan, pemanfaatan MPG bisa berkali lipat ketimbang penggunaan ani-ani atau sabit. Setidaknya, kata dia, MPG dapat memperkecil biaya panen dan jumlah tenaga kerja.

Ketika ditanya harga per-unit, Undang menyebutkan, satu unit MPG dia patok harga sebesar Rp 3 juta. Meski begitu, dia juga menyediakan jasa sewa MPG bagi petani, dengan sistem bagi hasil.

“Sewa MPG untuk merontokkan gabah 1 ton, diganti dengan gabah senilai 1 kwintal. Atau 10 kg untuk pengganti merontokkan 1 kwintal gabah. Dengan kata lain, 10 persen dari jumlah gabah yang dirontokkan,” ktanya.

Lebih jauh, Undang mengungkapkan awal mula dirinya menciptakan MPG, dia ingin membantu pemerintah dalam merealisasikan Program peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).

Undang mengamati, banyak gabah terbuang ketika petani menggunakan ani-ani atau sabit. Kemudian dia berfikir, solusi untuk menghindari hal itu, dan pada akhirnya dia menciptakan MPG.

Tidak hanya itu, MPG milik Undang dapat mengolah limbah jerami menjadi kompos. Hanya saja, MPG miliknya belum dipatenkan. Dia berharap, suatu waktu selain memberikan manfaat, MPG ciptaannya dapat dijadikan alat alternatif yang direkomendasikan pemerintah untuk petani.  (DK)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply