Perlunya Informasi Kualitas Lingkungan Hidup Di Kota Banjar

16/12/2011 0 Comments

Oleh : H. Dedi Supriatno, ST

 

Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan
manusia dan mahluk hidup lainnya. Manusia dengan perilakunya dapat memanfaatkan sumber daya alam demi melangsungkan perikehidupannya untuk mencapai kesejahteraan, namun karena perilaku yang tidak bijak dan tidak mengindahkan kelestarian dan keberlanjutan maka terjadi degradasi kualitas lingkungan yang dapat merugikan manusia itu sendiri.

H. Dedi Supriatno, ST

Salah satu perilaku manusia yang memanfaatkan sumber daya alam adalah dalam hal pembangunan suatu perkotaan. Seiring dengan perkembangan suatu perkotaan yang ditandai dengan pembangunan fisik dan ekonomi dalam berbagai bidang, sangat berpengaruh terhadap perubahan daya dukung dan daya tampung lingkungan yang dapat merubah kualitas lingkungan itu sendiri. Pembangunan Nasional yang diamanatkan dalam UUD 1945 menyatakan bahwa pembangunan ekonomi nasional diselenggarakan berdasarkan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta setiap warga negara berhak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Dalam UU 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dinyatakan bahwa Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dilaksanakan berdasarkan beberapa azas diantaranya adalah : Azas Kelestarian dan Keberlanjutan, Azas Keserasian dan Keseimbangan, Azas Manfaat, Azas Keadilan, Azas Partisipatif, Azas Kearifan Lokal dan Azas Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.

Aktifitas pembangunan yang memanfaatkan Sumber Daya Alam namun tidak berbasis pada kelestarian lingkungan serta tidak memperhitungkan  kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kerusakan kualitas lingkungan. Untuk menunjang pembangunan yang berwawasan lingkungan perlu didukung oleh suatu data tentang seberapa besar kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan, sehingga dapat memperhitungkan tingkat ekploitasi dan melakukan tindakan antisipasi – mitigasi dalam hal pengelolaan dan pengendalian kualitas lingkungan. Berdasarkan hal inilah perlu adanya Basis Data Kualitas Lingkungan yang akurat sesuai dengan kondisi eksisting dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.

Melihat kondisi eksisting di Kota Banjar untuk saat ini dengan perkembangan perkotaan yang cukup signifikan, dikhawatirkan terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang dapat menyebabkan turunnya kondisi daya dukung dan daya tampung lingkungan. Berdasarkan dari beberapa data yang ada, hasil dari pengujian baik itu kualitas udara dan kualitas air permukaan, untuk saat ini kualitas udara ambient di Kota Banjar relatif masih aman. Sedangkan untuk kualitas air permukaan ada sinyalemen telah terjadi peningkatan parameter zat pencemar meskipun sedikit diatas baku mutu yang ditentukan, terutama parameter Chemical Oksigen Demand (COD) dan Biologi Oksigen Demand (BOD). Selain itu air tanah yang digunakan sebagai sumber air bersih oleh penduduk di beberapa tempat di Kota Banjar terindikasi telah tercemar oleh bakteriologi meskipun nilai bakteriologinya tidak terlalu besar diatas baku mutu yang dipersyaratkan.

Permasalahan Kota Banjar pada saat ini berkaitan dengan masalah kondisi lingkungan masih disebabkan oleh adanya faktor aktifitas domestik, dilihat dari parameter – parameter zat pencemar yang masih diatas baku mutu yang telah ditetapkan.

Dibawah ini dapat dilihat hasil uji laboratorium untuk kualitas air sumur  dari beberapa desa di Kota Banjar yang diambil secara acak.

No

Desa

Parameter

Hasil Lab

Baku mutu

Memenuhi/Tidak

1Cibeureum

Collyform

E. Colly

2.400

96

50

0

X

2Batulawang

Colly form

E. Colly

460

240

50

0

X

3Desa Mekarharja

Colly form

E. Colly

1.100

96

50

0

X

Sedangkan untuk kualitas air permukaan / air sungai yang diuji dari hulu, tengah dan hilir hasil uji laboratoriumnya adalah :

No

Daerah Sungai

Parameter

Hasil Lab

Baku Mutu

Memenuhi/Tidak

1Daerah Hulu                   ( Cibeureum )

COD

BOD

DO

12,75 mg/lt

5,35 mg/lt

5 mg/lt

10 mg/lt

6 mg/lt

6 mg/lt

X

√

√

2Daerah Tengah

COD

BOD

DO

13,72 mg/lt

6,68 mg/lt

5,7 mg/lt

10 mg/lt

6 mg/lt

6 mg/lt

X

X

√

3Daerah Hilir

COD

BOD

DO

14,71 mg/lt

7,65 mg/lt

4,3 mg/lt

10 mg/lt

6 mg/lt

6 mg/lt

X

X

√

Melihat hasil dari data tersebut maka permasalahan di Kota Banjar untuk kualitas air sumur dan air sungai telah terjadi pencemaran yang diakibatkan oleh aktifitas domestik/kegiatan sosial yang ditandai dengan terlampauinya parameter – parameter COD dan BOD serta Parameter Bakteriologi yang melebihi baku mutu yang telah ditetapkan.

Memperhatikan Azas Kelestarian dan Keberlanjutan, Azas Keserasian dan Keseimbangan berdasar kepada Tata Kelola Pembangunan yang Berkelanjutan, maka Pemerintah Daerah berkewajiban dalam hal pengelolaan dan pemantauan terhadap kelestarian kondisi lingkungan hidup. Pengelolaan dan pemantauan kelestarian lingkungan hidup yang dilakukan Pemerintah Daerah perlu diperkuat oleh data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan ilmiah.

Basis Data Kualitas Lingkungan merupakan unsur pendukung utama untuk  pelaksanaan pembangunan dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Adanya data daya dukung dan daya tampung lingkungan yang berupa informasi data kuantitas parameter zat pencemar untuk kualitas air sumur, air sungai, udara dan komposisi tanah serta biodeversity ( keanekaragaman hayati ) sangat mutlak keberadaannya.

Data Informasi Kualitas Lingkungan harus bisa diakses oleh publik sehingga dapat dijadikan bahan acuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas lingkungan eksisting di Kota Banjar, serta dapat dipergunakan untuk dijadikan data dalam hal pelaksanaan pembangunan di Kota Banjar.

Mengingat pentingnya Informasi Data Kondisi Kualitas Lingkungan Hidup itulah, maka diperlukan suatu Sistem yang mengolah data menjadi informasi yang dapat di publikasikan secara mudah kepada masyarakat luas yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Salah satu sistem yang digunakan adalah Pengembangan Informasi Kualitas Lingkungan Berbasis Web untuk keperluan Perencanaan dan Pengembangan Pembangunan di Kota Banjar sehingga pembangunan yang berwawasan lingkungan dapat terealisasi di Kota Banjar, semoga. *** Penulis adalah Pemerhati Lingkungan

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!