Peserta “Pengobatan Gratis”, Malah Dipinta Bayar

01/12/2011 0 Comments

Kades Tanjungsari Menilai, Acara Digelar oleh Orang Tak Bertanggungjawab

Jenis obat yang diberikan pada pasien di Dusun Cikalagen Desa Tanjungsari Kecamatan Sadananya. Foto : Edji Darsono/HR.

Sadananya, (harapanrakyat.com),- Pengobatan Gratis yang digelar, beberapa waktu lalu, di Dusun Cikalengan Desa Tanjungsari Kec. Sadananya diperbincangkan warga. Pasalnya, peserta acara pengobatan gratis tersebut harus mengeluarkan uang, dengan dalih untuk membayar obat yang dikonsumsinya.

Selain itu, di internal pemerintah Desa Tanjungsari juga mempersoalkan acara pengobatan gratis tersebut. Bahkan, Kades Tanjungsari tidak mengetahui acara yang digelar di wilayahnya itu.

Kadus Cikalagen, Jumtari, Jum’at (25/11) di kediamannya, mengungkapkan, sejumlah warga yang menjadi peserta pengobatan gratis mengaku menyesal mengikuti acara tersebut.

“Judulnya pengobatan gratis, namun ujung-ujungnya malah harus bayar obatnya,” katanya.

Menurut Jumtari, awalnya dia juga merasa heran, kenapa pengobatan gratis digelar pada hari libur. Padahal, biasanya pengobatan gratis diselenggarakan pada hari kerja. Dia mengaku, acara tersebut difasilitasi oleh Sekdes Tanjungsari, bekerjasama dengan Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Ciamis.

Jumtari menambahkan, pada mulanya dia percaya saja terhadap ucapan Sekdes yang mengatakan bahwa kegiatan Pengobatan Gratis merupakan program Desa se-Kecamatan Sadananya.

Juhdi, seorang warga/ peserta pengobatan gratis, mengatakan, petugas kesehatan pandai membujuk sedikitnya 40 warga lainnya, untuk mengeluarkan sejumlah uang sekira Rp. 15 ribu sampai Rp. 40 ribu, dari kocek saku mereka.

“Uang tersebut untuk membayar obat, yang disesuaikan dengan jenis penyakit yang diderita peserta kegiatan. Walaupun kelihatannya, obat yang diberikan kepada peserta hanya satu jenis (sama),” katanya.

Sementara itu, Kades Tanjungsari, Asep Tatang, mengaku tidak mengetahui agenda kegiatan pengobatan gratis yang digelar di wilayahnya itu. Dia menyebutkan, seandainya hal itu benar digelar Dinkes, tentunya ada tembusan kepada pihak desa. Dia mengira, acara pengobatan gratis tersebut digelar oleh oknum, yang tidak bertanggungjawab. (dji)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply