Tanpa Ibu Tak Ada Pembangunan

30/12/2011 0 Comments

Happy Mother Days for all of you……. may Allah gives a lot of blessing for us to be a great mother for our family and of course we are always give the kindness for everybody arrounded…….

Itu adalah berita SMS yang masuk handphone istri saya dari seseorang yang jauh disana pada pkl 06 pagi, sebelumnya setelah sholat subuh aku mencium kening dan pipi istriku dia masih bermukena putih setelah berdoa. Keluarlah ucapan dari seorang suami, selamat hari ibu, terimakasih atas segala ketulusan dan keikhalasan mu mams… Telah mengurus membimbing dan mendidik anak-anak kita juga kasih sayangmu pada cucu dan mengurus suami sampai setua ini.

Saat itu tak terasa tetesan air mataku, begitu juga istriku. Terimakasih…. ucap istriku sambil mengusap air matanya. Suasana pagi yang hening di rumahku, terbersit kebahagian, setelah itu HP istriku terus berdering telepon dari anak-anak yang jauh di Jakarta dan Ciamis. Tak lama berdatangan anak, menantu dan cucu yang rumahnya bersebelahan dan si bungsu yang serumah pun, saling bergantian mengucapan selamat hari ibu, peluk cium dan sembah sujud anak menantu dan cucu mengundang suasana haru di rumahku.

Di pagi itu 22 Desember 2011, yang sebentar lagi tahun itu akan kita tinggalkan. Aku sempat bertafakur. Ya..Allah jangan sengsarakan hidup kami, istriku, anak-anakku, menantu-menantuku, cucuku dan keluargaku, hari ini, besok dan nanti dengan pertolonganMu Yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Dan karuniakan kepada kami pernikahan yang barokah, keluarga sakinah, mawadah, warahmah, keturunan yang shalih shalihah.

Tanggal 22 Desember, Indonesia kembali merayakan Hari Ibu. Banyak orang mempersepsikan Hari Ibu seperti Mother’s Day di Barat yang ditujukan untuk menghormati ibu, segala jerih payahnya melahirkan dan membesarkan anak-anak, serta peran ibu di masyarakat.

Tidak ada yang salah dengan keinginan menghormati peran ibu, tetapi Hari Ibu pada 22 Desember di Indonesia. Ada yang sangat istimewa Hari Ibu di negeri ini mengacu pada Kongres Perempuan ke I di Yogyakarta tahun 1928. Sekitar 1.000 perempuan hadir dalam kongres yang menuntut kolonialisme dihapus dari Indonesia dan mencatat peran perempuan dalam Kebangkitan Nasional.

Aku teringat pada embok Salem (82), penjual ikan dan sayuran keliling langganan istriku dari Desa Kertahayu, Kec. Pamarican, Kab. Ciamis dia benar-benar perempuan perkasa di mataku. Pasalnya ibu tua ini sangat gigih membangun kehidupan keluarganya sejak berusia 39 tahun. Dia di tinggal suaminya (meninggal dunia). Embok Salam tak menikah lagi, setelah ditinggal suami dengan ketulusan dan keikhlasan mengurus anaknya satu laki dan satu perempuan.

Dari sebidang tanah kebun, sawah dan sepetak kolam ikan dan menghidupi kedua anaknya dari hasil bercocok tanam dan berdagang keliling hinga setua itu. Fisiknya sehat setua itu karena menjalani hidup dengan ikhlas ucap, saat bercerita denganku. Anak laki-lakinya berhasil menamatkan di Alliyah setara sekolah lanjutan atas (SLA), bekerja sebagai petani membantu usaha ibunya, dan anak perempuannya tamat SPG (Sekolah Pendidikan Guru) dan jadi guru bahkan lima tahun terakhir menyandang gelar S.Pd (Sarjana pendidikan) dan bersertifikasi, bersuami pengusaha kelapa dan bermacam buah-buahan di kampungnya.

Embok Salem mempunyai dua cucu laki-laki, seorang dari anak lelakinya dan seorang dari anak perempuannya. Cucu dari anak lelakinya tamat UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung dan mengajar di sebuah SMPN di sana. Dan cucu lelaki dari anak perempuannya, tamat dari Universitas Trisakti Jakarta dan bekerja di sebuah bank asing di ibu kota republik ini.

Anak lelakinya tinggal bersama embok Salem di kampungnya, rumah lawas beraksitektur jawa asri lingkungan luas dikelilingi pepohonan hijau dan sebuah motor mengisi fasilitas rumahnya. Suatu pembuktian betapa penting peran seorang ibu untuk kehidupan sebuah keluarga.

World Development Report 2012. Gender Equality and Development, pada intinya menekankan dengan bukti dari sejumlah negara berkembang dan maju pentingnya kesetaraan jender dalam pembangunan. “Kesetaraan jender bagian dari pembangunan. Tidak ada pembangunan tanpa kesetaraan jender”. Begitu pendapat Bank Dunia untuk World Development Report on Gender Equality and Development.

Bukti di sejumlah negara, termasuk Indonesia, melibatkan perempuan dalam pembangunan mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing negara dalam kompetisi global, dan meningkatkan kualitas manusia.

Perempuan yang terlibat dalam pembangunan artinya, berpendidikan lebih ; memiliki akses terhadap sumber ekonomi, antara lain tanah dan kridit; bank arena itu memiliki pendapatan sendiri dan dapat mengontrol pendapatan itu. Pendapatan itu umumnya digunakan untuk kepentingan kesejahteraan keluarga, seperti pendidikan, makanan yang lebih baik, dan kesehatan anak-anak.

Terbersit dalam hatiku, terimakasih pada almarhumah ibu dan bapaku yang telah mengurus, membimbing,  mendidik dan membesarkan diriku, hingga mempunyai istri, anak, menantu, dan cucu, sampai usiaku yang telah. Dan terimakasihku pada ibu anak-anakku, dan nenek cucuku, sekali lagi terimakasih sayangku. Salam hormat untuk kaum ibu semuanya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!