Bila Pria “Menangis”

19/01/2012 0 Comments

Baru-baru ini Koran HR banyak menerima SMS dari pembaca yang meminta diadakan kolom jodoh, tentu saja redaksi pusing setengah keliling atas permintaan pembaca yang budiman. Bukan tidak bisa ada kolom jodoh masih dipertimbangkan oleh redaksi, sesuai tidak dengan visi dan misi Koran ini. Hal itu kini sedang dibicara di forum Litbang HR.

Banyak SMS soal kolom jodoh, HR menerima kiriman sebuah pesan yang lucu dan seperti biasa menggelitik untuk tersindir. Begini pesan itu. Saat tidak punya uang, ingin menikah. Saat punya uang ingin bercerai. Saat tidak punya uang istri dijadikan sekretaris. Saat ada uang sekretaris dijadikan istri. Saat tidak punya uang berpura-pura punya uang. Saat punya uang berpura-pura tidak punya uang.

Looh, koo jadi begini kiriman pesan singkatnya. Kita balas saja pesan singkat itu. Aaah…manusia tidak bicara sejujurnya, demikian pesan kita dan masih dilanjutkan dengan pesan berikut. Begini, berkata bahwa judi adalah racun kehidupan, tapi masih bermain juga. Berkata bahwa uang adalah dosa, tapi masih dikeruk juga sebanyak-banyaknya. Bisa uang hasil korupsi dipakai judi dan dipakai kawin lagi. Berkata bahwa minuman keras merusak kesehatan, tapi tidak berhenti meminumnya. Berkata bahwa surga yang paling indah, tapi tidak banyak yang ingin pergi ke sana. Cuma omong besar saja.

Anjing dipakaikan baju, sedang manusia membuka baju memperlihatkan tubuhnya. Lucu dan menarik juga, saling membalas pesan singkat. Diawali dari cerita kolom jodoh. Untuk membalas pesan singkat yang sampai ke redaksi Koran ini. Maaf yaah kami tidak tahu, yang saling berkirim pesan singkat itu, jenis kelaminnya wanita atau pria. Itu tidak jadi soal untuk kami, silahkan anda baca tulisan dalam catatan kecil ini.

Jujur saja, halloo para wanita…Tak sedikit wanita yang mata duitan, meskipun sudah menjadi sebagai istri, tak sedikit banyak suami yang mumet. Untuk menutupi permintaan wanita yang sudah bersuami. Boleh percaya, boleh tidak. Mohon maaf yaa, bila ada yang tersinggung. Soalnya kami tak bermaksud menyinggung siapa saja.

Kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering “menangis”. Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya. Itulah mengapa Allah menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita. Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya…

Pria menangis karena tanggung jawabnya di hadapan Allah kelak… Ia menjadi tonggak penyangga rumah tangga. Menjadi pengawal bagi ibu, saudara wanitanya, istri dan anak-anaknya. Maka tangisnya tak pernah nampak di bening matanya…

Tangis pria adalah pada keringat yang bercucuran demi menafkahi keluarganya. Tak bisa kau lihat tangisnya pada keluh kesah di lisannya… Pria “menangis” dalam letih dan lelahnya menjaga keluarga dari kelaparan dan kejamnya dunia… Tak dapat kau dengar tangisnya pada omelan-omelan dibibirnya… Pria “menangis” dalam tegak dan teguhnya dalam melindungi keluarganya dari terik matahari, deras hujan dan dinginnya angin malam… Tidak ada tangisnya pada peristiwa-peristiwa kecil dan sepele…

Pria “menangis” dalam kemarahannya jika kehormatan diri dan keluarganya digugat… Pria “menangis” dengan sigap bangunnya di kegelapan dini hari… Pria “menangis” dengan bercucuran peluhnya dalam menjemput rizki. Pria”menangis” dengan tenaga dan darahnya menjadi garda bagi agamanya.

Sekaligus… Pria pun sungguh-sungguh-sungguh menangis dengan air matanya, di kesendiriannya menyadari tanggung jawabnya yang besar di hadapan Allah… Pandanglah Ayah… Pandanglah Suami… Pandanglah kaka… Sesungguhnya syurga ada di dalam keridha’an Allah terhadap pria yang telah berusaha menjadi khalifah di keluarganya…

Nah, yang tahu derajat kenormalan dan ketidaknormalan adalah diri sendiri. Tak ada mesin yang bisa menghitung hal-hal itu kecuali nurani… sendiri. Nurani itu yang akan memampukan seseorang berpikir aku ini mau masuk surga atau tidak, apakah benar binantang didandani dan aku telanjang. Apakah hubungan aku dengan sesama manusia itu sehat atau tidak.

Berarti wanita harus tahu Pria “menangis”-nya bagaimana. Semua pria tahu “menangis”-nya wanita manja tapi juga menekan, meskipun itu tidak semua wanita begitu. Setuju…

Jangan sampai pria masuk “penjara” karena korupsi. Untuk menutupi keinginan agar wanita tidak “menangis”. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply