Distribusi Raskin Perlu Pengawasan Ketat

19/01/2012 0 Comments

(Hindari Kualitas Jelek)

Contoh beras raskin berkualitas jelek. Untuk menghindari raskin kualitas jelek, diperlukan pengawasan yang ketat dalam pendistribusiannya. Foto : Dokumen HR.

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pendistribusian Beras Miskin (raskin) selalu menjadi perhatian banyak pihak. Pada tahun 2012 ini, penyaluran raskin kepada penerimanya mengalami pengetatan. Tidak terkecuali, pejabat di tingkat desa dan kecamatan dituntut mengawasinya.

Kepala Desa Mekarjaya Kec. Baregbeg, Asep Nugraha S.Pd, mempersoalkan pernyataan yang menyebutkan, beras raskin dengan kualitas jelek, pada penyaluran tahun 2012 tidak mendapat penggantian.

Asep ketika ditemui HR, Senin (16/1), mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, jika benar pihak bulog mengeluarkan ketentuan seperti itu, sudah pasti akan menjadi beban bagi desa.

“Kami jelas akan menerima beban yang sangat berat. Raskin dengan kualitas jelek yang biasanya dapat penggantian, kali ini, katanya tidak bisa diganti,” katanya.

Lebih lanjut, Asep mengungkapkan, hingga saat ini, raskin masih dinantikan sebagian besar warganya. Dengan ketentuan tersebut, dia menilai, kepercayaan masyarakat terhadap program raskin bisa berpengaruh.

Menurut Asep, tidak mungkin apabila seluruh Kepala Desa yang ada di Kab. Ciamis mendatangi Bulog, memeriksa kualitas raskin, ketika raskin akan didistribusikan kepada penerimanya yang berhak.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Ciamis, Oman, Senin (16/1), mengatakan, tidak ada aturan baru dalam penditribusian raskin. Yang ada, kata dia, peran serta Kepala Desa dalam penerimaan dan pengawasan raskin lebih diperketat.

Dengan begitu, menurut Oman, tidak ada penerima yang mendapatkan raskin dengan kualitas jelek. “Penerimaan tetap seperti semula, tidak ada aturan baru, akan tetapi peran serta kepala Desa sangat dibutuhkan oleh pihak bulog dalam mengawasi peredaran beras raskin tersebut,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kabag Humas Setda Ciamis, Uga Yugaswara, menambahkan, raskin dengan kualitas jelek ditemukan, pihak desa masih tetap bisa mendapatkan penggantian dari Bulog.

“Beras yang diterima harus berkualitas baik. Untuk itu, para Kades dan juga kecamatan perlu ikut mengawasi pendistribusiannya,” pungkasnya. (es)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply