Hampir Tiap Bulan, PNS di Ciamis Ada yang Ajukan Cerai

06/01/2012 Berita Ciamis
Hampir Tiap Bulan, PNS di Ciamis Ada yang Ajukan Cerai

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Hampir setiap bulan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Ciamis ada saja yang mengajukan cerai. Hal itu diakui Bupati Ciamis, H. Engkon Komara. Menurutnya, hampir setiap bulan, dia kerap mendapat surat pengajuan cerai dari PNS di lingkungan Pemkab Ciamis. Dia pun mengaku prihatin dengan tingginya angka perceraian di kalangan PNS Ciamis.

Bupati mengatakan, meski dia tidak mengharapkan bawahannya banyak yang rumah tangganya hancur, namun dirinya pun sulit untuk menolak persetujuan saat menandatangani permohonan cerai dari PNS.

“Karena permohonan itu sudah melalui persetujuan di tingkat bawah. Padahal saya sudah mengingatkan, agar setiap persetujuan perceraian harus didahului dengan mediasi. Tetapi, tetap saja angka perceraian PNS di Ciamis tidak bisa ditekan,” kata Bupati usai menghadiri kegiatan Hari Amal Bhakti Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis yang ke- 66, Selasa (3/1).

Menurut Bupati, jumlah pengajuan perceraian yang masuk ke mejanya, ternyata tidak mencerminkan jumlah perceraian PNS di Ciamis sesungguhnya. Pasalnya, masih ada PNS yang melakukan perceraian tanpa memberitahukan kepada atasannya.

“Kasus seperti ini kerap saja terjadi. Makanya, saya sudah perintahkan, bagi PNS yang melakukan cerai tanpa persetujuan atasannya, agar diberi sanksi tegas,” tandasnya.

Menurut Bupati, pihaknya kerap kecolongan PNS melakukan perceraian tanpa memberitahukan atasan. Padahal, PNS cerai tanpa memberitahukan atasan masuk kategori pelanggaran disiplin cukup berat.

Bupati juga menyebutkan sanksi tersebut mulai dari penundaan kenaikan pangkat, dipindahkan tempat kerja dan penundaan kenaikan gaji. “Untuk itu, sebaiknya sebelum meminta persetujuan cerai, baiknya duduk bersama dan minta dimediasi oleh atasannya, sehingga tidak semua PNS yang mengajukan cerai, langsung disetujui saja, “ pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Ciamis, Drs. H. Soekiman, mengatakan, sepanjang 2011 jumlah permohonan cerai PNS yang resmi terdapat 74 kasus. Dari 74 kasus itu, dua permohonan ditolak, karena belum melampirkan kesepakatan bersama dari kedua belahpihak. Sementara yang satu lagi,  berhasil dimediasi dan saat ini sudah rukun kembali.

“Dari sekian kasus perceraian PNS yang masuk ke BKDD, kebanyakan kasus perceraian akibat masalah ekonomi, ketidakcocokan, dan perselingkuhan. Malah ada juga kasus perceraian PNS gara-gara hal sepele, seperti akibat cemburu setelah pasangannya mendapat SMS (pesan pendek) yang diduga dari selingkuhannya,” terangnya. (Bgj)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles