Jangan Ada Lagi Cerita Kepala Desa Berhenti di “Tengah Jalan”

13/01/2012 0 Comments

Panumbangan, (harapanrakyat.com),- Banyaknya kepala desa di Kabupaten Ciamis belakangan ini yang lengser dari jabatannya sebelum masa baktinya berakhir, ternyata menjadi perhatian serius Bupati Ciamis, H. Engkon Komara. Dia mengatakan, selagi masih bisa diselesaikan dengan cara komunikasi dengan seluruh element desa, jangan sampai ada lagi cerita kepala desa di Kabupaten Ciamis melepaskan jabatannya di ‘tengah jalan’.

“ Terus terang saja, saya prihatin belakangan ini banyak kepala desa yang berhenti di tengah jalan, baik yang dilengserkan ataupun yang mengundurkan diri. Apabila ada kebijakan kepala desa yang tidak sejalan dengan masyarakat, baiknya dibicarakan dulu dan diselesaikan dengan baik,” katanya, saat memberikan sambutan pada pelantikan Kepala Desa Sukakerta Kecamatan Panumbangan, Selasa (10/1).

Bupati pun mengingatkan agar seluruh kepala desa di Kabupaten Ciamis harus menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat di desa-nya. Terlebih, ketika kepala desa akan mengeluarkan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“ Dari sekian permasalahan yang terjadi, kebanyakan berawal dari kebijakan kepala desa yang tidak sepaham dengan masyarakat,” ujarnya. Apabila terjadi seperti itu, pihak BPD ataupun lembaga desa lainnya, baiknya menegur dulu kepala desa dan mengajak komunikasi untuk menyatukan persepsi.

“ Jangan langsung melakukan gerakan unjuk rasa ataupun aksi lainnya yang mengarah kepada pemberhentian kepala desa,” ungkapnya.

Kepala desa pun, lanjut Bupati, harus mau mendengarkan apabila ada masukan atau kritikan dari masyarakat. Ketika terjadi perbedaan pendapat, baiknya segera dimusyawarahkan dengan seluruh unsur yang ada di desa.

“ Kepala desa pun harus mau mendengarkan masukan dari bawahan atau masyarakat. Jangan sampai ada kepala desa bedegong, tidak mau mendengar masukan dan kritikan, “ ingatnya.

Seorang pemimpin di pemerintahan, lanjut Bupati, baiknya dalam mengambil setiap keputusan atau kebijakan harus mendengarkan pendapat atau masukan dari bawahan atau dari masyarakat. “ Sebelum membuat kebijakan, coba dengarkan apakah ada masukan dari bawahan atau pihak lain yang berkompeten. Jangan sampai seorang pemimpin egois atau istilahnya asa kumaha aing nu kawasa,” ungkapnya.

Dia pun, kata Bupati, apabila dalam membuat suatu kebijakan, kerap meminta masukan dari bawahan. “ Dalam mengambil setiap kebijakan atau keputusan, saya suka meminta pendapat dan masukan dari Wakil Bupati, Sekda atau Kepala OPD. Malah saya suka yang bertanya kepada bawahan, apakah ada pendapat atau masukan. Jika ada, mari kita perbaiki bersama. Karena kebijakan itu pun akan dijalankan bersama juga,” ungkapnya.

Menurut Bupati, apabila komunikasi di pemerintahan terjalin dengan baik, permasalahan sesulit apapun akan ditemukan solusinya. “ Jadi, apabila komunikasi kepala desa dengan lembaga atau unsur masyarakat terjalin dengan baik, saya yakin tidak akan ada lagi kepala desa yang berhenti di ‘tengah jalan’,” pungkasnya. (Bgj)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply