Kandidat Rektor Unigal yang Kalah Diminta Legowo

13/01/2012 0 Comments

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ketua Yayasan Pendidikan Galuh (YPG), Dida Yudanegara, SH, M.Si, meminta semua pihak menerima hasil pemilihan Rektor Universitas Galuh (Unigal) Ciamis yang menetapkan Prof. Dr. H. Suherli sebagai Rektor baru periode 2012-2016. Dia pun mengingatkan kepada kandidat yang kalah baiknya legowo atau menerima hasil pemilihan yang sudah dilakukan secara demokratis.

“ Namun, kita juga memaklumi apabila ada pihak yang puas dan tidak puas dengan hasil pemilihan Rektor ini. Tetapi, saya meminta agar semua Civitas Akademika Unigal bisa menghormati hasil pemilihan yang sudah dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku, serta sudah menjungjung tinggi azas demokrasi,” katanya, ketika dihubungi HR, di Ciamis, Selasa (10/1).

Dida juga meminta jangan ada pihak ketiga yang membikin keruh pasca pemilihan Rektor. Karena saat ini kondisi Kampus Unigal terbilang sudah kondusif. “ Perlu ditegaskan, bahwa kami tidak akan segan-segan menindak kepada pihak-pihak ketiga yang memanasi situasi kampus yang sudah kondusif,” tegasnya.

Pihaknya pun, lanjut Dida, tidak akan mentolerir kepada pihak ketiga yang memprovokasi kondusifitas kampus atas nama apapun. Juga tidak segan-segan akan melakukan upaya hukum apabila ada pihak –pihak yang berlaku anarkis dalam menyikapi hasil pemilihan Rektor kali ini. “ Apalagi Unigal adalah ranah intelektual dan akademis, maka semua pihak harus mengacu kepada aturan yang ada,” imbuhnya.

Menurut Dida, soal pelantikan Rektor, pihaknya tetap akan mengikuti jadwal yang sudah ditentukan oleh Panitia. “Pelantikan Rektor tidak akan bergeser dari jadwal yang sudah ditetapkan oleh panitia pemilihan, yakni tanggal 12 Januari mendatang,” ujarnya.

Dida juga mengungkapkan dalam tahapan akhir pemilihan, Yayasan harus melakukan pilihan terhadap salah satu kandidat.“ Kita harus memilih salah satu dari dua kandidat yang ada. Dan perlu digaris bawahi bahwa dalam pemilihan Rektor ini tidak ada istilah menang dan kalah, apalagi kedua kandidat sudah berkomitmen untuk mengabdi kepada Unigal dengan atau tanpa jabatan Rektor sekalipun,” ujarnya.

Sementara itu, menurut sumber HR di Unigal, pasca pemilihan Rektor Unigal yang menetapkan Prof. Dr. Suherli sebagai Rektor baru, kini muncul isu adanya upaya penggalangan dari pihak tertentu untuk melakukan boikot mogok kerja kepada sebagian Dosen dan Karyawan Unigal. Hal itu merupakan buntut kekecewaan pasca pemilihan Rektor Unigal.

“ Semoga saja isu itu tidak benar dan jangan sampai terjadi. Yang jelas sebagai civitas akademik Unigal sejatinya harus bahu membahu mengamankan hasil dari pemilihan Rektor yang sudah menjadi keputusan bersama. Jangan sampai pelayanan publik Unigal kepada masyarakat luas menjadi tergangu,” ujar salah seorang sumber HR, di Unigal, Selasa (10/1).

Seperti diketahui dalam pemilihan Rektor Unigal kali ini diikuti oleh dua kandidat, yakni Prof. Dr. H. Suherli, M.P.d dan  DR.H. Oyon Saryono. Dalam Rapat Senat Penjaringan dan Pertimbangan Kandidat Rektor, yang berlangsung pada hari Sabtu (31/12), Dr. H. Oyon Saryono, MM, Pembantu Rektor I Unigal memeroleh dukungan 17 suara, sedangkan Prof. DR. Suherli mendapat 12 suara.

Hasil perolehan suara dari Rapat Senat, belum menentukan Rektor Unigal terpilih, karena masih ada 35% hak suara yang dimiliki oleh Yayasan. Sedangkan keputusan hasil Rapat Senat hanya memiliki 65% hak suara.

Penentuan 35% hak suara dari Yayasan Galuh Ciamis, berlangsung di salah satu tempat di Kabupaten Garut, yang memutuskan bahwa suara Yayasan mayoritas memilih Prof. Dr. Suherli. Dengan begitu, sekaligus menetapakan Suherli sebagai Rektor baru Unigal periode 2012-2016. (DK/Bgj)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply