Kec. Pataruman, Berpotensi untuk Pembangunan Waduk/Situ yang Lebih Luas

19/01/2012 0 Comments

(Bisa meningkatkan usaha pertanian, perikanan maupun wisata di Kota Banjar)

Sumber mata air Cibodas di daerah Pangadegan, Kec. Pataruman, tidak pernah surut saat musim kemarau. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Tidak terasa Kota Banjar telah menginjak usia 9 tahun. Proses otonomi daerah terus bergulir. Dalam konsep prioritas di 5 tahun pertama dimulai dengan pembangunan SDM, infrastruktur, dan penguatan ekonomi.

Ketiga konsep prioritas tersebut sudah cukup terlihat, baik dari kualitas maupun kuantitas. Semua bidang mengangkat ketiga konsep prioritas pembangunan untuk membuktikan pemerintahan yang baru mulai berjalan melaksanakan proses otonomi.

Diantaranya meliputi meningkatnya wajib belajar, sarana dan fasilitas umum semakin baik, serta geliat tatanan ekonomi sektor riil di masyarakat berjalan cukup baik, walaupun masih sedikit yang memiliki kreatif dan inovatif dalam menangkap peluang yang ada.

Menurut Tim Litbang SK. Harapan Rakyat (HR), Asno Sutarno, SP, MP., bahwa pada tahap dekade kedua, peranan otonomi bagi Kota Banjar mulai meningkat. Dengan visi Kota Banjar sebagai kota agropolitan, berharap capaiannya bisa tercapai pada tahun 2015 mendatang.

Dan, kebijakan masih tetap meningkatkan program sebelumnya, yaitu menambah infrastruktur sebagai sarana peningkatan ekonomi, serta kelengkapan lainnya sebagai penopang Banjar Agropolitan. Dengan demikian, maka jika dilihat secara umum masih konsen pada infrastruktur untuk penunjang tujuan yang dimaksud tersebut.

Maka, sudah sepantasnya Kota Banjar di masa mendatang harus semakin terlihat cantik, dan menarik, sehingga investor menjadi kayungyun untuk menanamkan modal usahanya di Kota Banjar.

“Langka-langkah apa yang harus dioptimalkan dan digali lebih mendalam agar mampu menggerakan sektor-sektor ekonomi riil di Kota Banjar, namun tidak menyampingkan aspek-aspek lingkungan. Tentunya banyak potensi yang masih tertidur, dan jangan hanya jadi wacana semata, tapi perlu diimplementasikan secara cepat untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi, sehingga akan semakin menggairahkan dunia usaha, baik investor maupun masyarakat,” tuturnya, Senin (16/1).

Asno mengatakan, di Kota Banjar ada dua wilayah yang belum menjadi magnet pertumbuhan secara positif, yaitu Banjar wilayah Barat dan Banjar wilayah Selatan. Karena, lanjut dia, bila melihat wilayah Timur dan Utara, pergerakannya sudah cukup baik.

Sedangkan, untuk wilayah Banjar bagian Barat, lintas batas yang harus dibuka yaitu adanya pembuatan Bendung Leuwikeris dan jembatan penghubung. Sehingga, pembangunan ekonomi melalui sektor pertanian akan mampu meningkatkan fungsi-fungsi lahan di wilayah Situbatu, Neglasari, Cibeureum, Binangun dan sekitarnya. Lahan-lahan tersebut bisa menjadi lebih produktif untuk menopang pengembangan usaha tani dan perdagangan.

Kemudian, wilayah Banjar bagian Selatan perlu penataan yang memuat sektor perdagangan, wisata atau membuat outlet-outlet yang menjajakan hasil home industry, misalkan berupa makanan olahan dan cendramata khas Kota Banjar.

Bila dilihat dari potensi-potensi tadi, masih ada peluang untuk dikaji lebih dalam. Seperti adanya terowongan kereta api peninggalan Belanda di daerah Binangun, yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat wisata.

Selain itu, juga adanya sumber mata air Cibodas yang tidak pernah surut di daerah Pangadegan, Kec. Pataruman, berpotensi untuk pembangunan waduk/situ yang lebih luas, dan bisa meningkatkan usaha pertanian, perikanan maupun wisata di Kota Banjar.

“Jadi, bila dikaitkan dengan letak geografis, semua itu memiliki potensi yang belum tergali. Belum lagi dari segi topografi yang sangat variant, dimana wilayah Kota Banjar dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan,’ ujarnya.

Kalau perencanaan dan penataannya disinkronkan dengan kondisi-kondisi tersebut, hal ini akan menjadi ciri khas yang lebih elok dari berbagai fasilitas umum. Lantaran, banyak strategi menarik untuk mempercantik Banjar yang kini mulai tumbuh dewasa dan semakin percaya diri, baik dari masyarakatnya, investor, serta kemampuan pemerintah dalam menggali sumber-sumber yang belum terbangun.

Uraian tersebut dapat disimpulkan, yakni untuk meningkatkan daya tarik kedepan, perlu ada terobosan baru dan keberanian pemerintah dalam menopang Banjar kedepan. Diantaranya infrastruktur, mengubah dan menambah kemampuan masyarakat dalam upaya meningkatkan kemandirian, terutama pemberdayaan masyarakat. Serta, meningkatkan kepekaan birokrasi dalam persaingan kewilayahan yang handal.

“Selamat ulang tahun Kota Banjar ke-9, mudah-mudahan semakin dewasa dalam bersikap, semakin cerdas dalam berpikir, semakin tahan terhadap tantangan dan permasalahan,” pungkas Asno. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply