Legalitas PKL Wiskul Doboku Terjamin Penggusuran

06/01/2012 0 Comments

(Meski Luas Lahan Menyusut)

Para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) kawasan kuliner Doboku saat ini merasa lega. Lapak yang mereka tempati lebih kokoh dan terjamin dari ancaman penggusuran, meski luasannya jadi menyusut. Foto : Deni Supendi/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Para Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) kawasan kuliner Doboku saat ini tengah merasa bahagia. Kenapa tidak, pasalnya mereka kini sudah mendapat tempat yang lebih baik, kokoh dan terjamin dari ancaman penggusuran.

Apalagi, dalam waktu dekat ini, sekitar pertengahan bulan Januari, kawasan Kuliner Doboku akan segera diresmikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar. Meski diakui sejumlah PKL, luas tempat mereka berjualan menjadi menyusut, yakni lebih kecil dibandingkan dengan luas semula.

Sebelumnya, diakui PKL, mereka sempat merasa was-was, karena tempat yang menjadi andalan hidup sehari-hari belum mendapat pengakuan resmi dari Pemkot Banjar. Tapi setelah Pemkot membantu membangun kawasan itu, PKL menjadi merasa lebih nyaman.

“Enaknya, PKL disini menjadi lebih diakui ketimbang masa-masa dulu. Tempatnya jadi lebih berkesan rapih, kokoh. Meski luasnya menyusut,” ungkap Mas Ery, pengelola Soto Sewu, Selasa (3/1).

Mas Erry, juga membenarkan penyusutan luas tempat dia berjualan. Bahkan, dirinya berencana menambah luas tempat tersebut, sekitar satu meter ke arah belakang. Solanya, kata dia, Kalau sedang ramai, tempat jualan miliknya tidak cukup untuk menampung pembeli/ konsumen.

Selain itu, harapan sejumlah PKL Wisata Kuliner (Wiskul) Doboku agar pihak pemerintah kota tidak menetapkan pajak retribusi makanan seperti ke rumah makan berskala besar. Sebab, akan menambah beban pengeluaran bagi mereka.

“Retribusi kecil pun kita akan namakan alokasinya ibarat kita menambah satu orang pegawai lagi. Cuma itu pegawai buat pemerintah, karena itungannya hampir sama nilainya,” ungkap Mas Erry.

Bahkan, ungkap salah seorang yang enggan namanya disebutkan, ia pernah menemukan sebuah rumah makan besar di dalam bon pembayaran kepada konsumen tidak disertai dengan retribusi untuk pemerintah.

“Nah seharusnya mereka itu yang pantas menerima retribusi pajak makanan dan minuman. Sebab, harga jual mereka jauh dengan kita,” ungkapnya.

Penataan kawasan Wiskul Doboku jangan hanya selesai seperti sekarang saja. Mereka berharap, pihak pemerintah mampu lebih membina demi kemajuan bersama. Selain menjadi pusat keramaian, kawasan tersebut akan menjadi daerah perekonomian baru bagi masyarakat.  (deni)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!