Perlu Obyek Wisata Terpadu & Program Pengembangan Budaya Banjar

28/01/2012 0 Comments

Soto Ayam Panas; Setelah babak pertama bisa dicapai kesepakatan, diskusi beralih pada soal Pariwisata dan Budaya Banjar. Memang kami berdiskusi tentang Kota Banjar, bagaimana dreaming (Mimpi/Visi) dulu saja mungkin sebagai masukan untuk Pemkot Banjar, DPRD Kota Banjar dan masyarakat luas. Dalam hal ini untuk menangani Pariwisata & Budaya sebaiknya Pemkot Banjar, harus mempunyai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas atau Kantor yang menangani Pariwisata & Budaya.

Dalam rangka menunjang perkembangan dan pertumbuhan kota secara komprehensif, maka sektor pariwisata dan budaya di Kota Banjar harus terus digali dan dikembangkan keberadaannya.

Hal tersebut dapat diwujudkan dengan adanya suatu kerjasama yang baik dan sinergi antara pihak Pemkot Banjar, DPRD dengan masyarakatnya. Sehingga, pihak Pemkot Banjar, dalam hal ini Walikota Banjar, dapat lebih leluasa dalam mencari beberapa peluang untuk mendukungnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kota Banjar, yang ada kaitannya dengan sektor pariwisata dan budaya diantaranya, Bidang Pariwisata dan Bidang Kebudayaan.

Untuk Bidang Pariwisata, yakni meningkatkan daya tarik wisata melalui pengembangan produk wisata yang unik, tradisional, serta mencerminkan jati diri masyarakat Kota Banjar

Semua itu dilaksanakan melalui berbagai program, diantaranya Program Pengembangan Destinasi Pariwisata, dengan sasaran, meningkatnya kualitas obyek dan daya tarik wisata, meningkatnya sarana dan prasarana pariwisata, meningkatnya sumber daya manusia bidang pariwisata.

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata, dengan sasaran, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Banjar, serta meningkatnya kualitas, pelayanan dan informasi pariwisata.

Pariwisata di Kota Banjar harus diupayakan dengan menciptakan beberapa kegiatan yang diterapkan dalam system wisata terpadu. Artinya, antara kegiatan yang satu dengan lainnya harus dalam konsep saling mendukung yang nantinya saling menguntungkan.

Dalam hal ini diharapkan dapat menjadikan orang-orang lebih tertarik, dan mau singgah di Kota Banjar sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya. Atau tidak menutup kemungkinan dapat menjadikan Banjar sebagai tujuan wisata.

Kemasan sektor pariwisata yang dapat dikembangakan di Kota Banjar meliputi, Banjar Water Park (BWP). Alangkah lebih baiknya apabila BWP disatukan dengan konsep Taman Bermain Anak dan Wisata Air di sepanjang DAS Citanduy. Jadi, pada kawasan BWP dibuka juga tempat untuk taman bermain anak yang dilengkapi berbagai wahana.

Tapi tetap mengedepankan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. Artinya, pada areal tersebut dilengkapi dengan tanaman dan taman, sehingga akan membuat nyaman, aman dan berkesan bagi para pengunjungnya.

Di sekitar BWP juga diciptakan suatu rekreasi wisata air dengan memanfatkan keberadaan DAS Citanduy. Dan rencananya akan menggunakan perahu yang dapat memuat beberapa orang, namun tetap mengedepankan faktor keamanan dan kenyamanan bagi pengunjungnya.

Untuk lokasinya dimulai dari kawasan BWP sampai ke Doboku. Dengan demikian, maka obyek wisata ini dapat tercipta secara terpadu, yaitu Water Park, Taman Bermain Anak dan Wisata Air.

Kemasan sektor pariwisata yang dapat dikembangkan lagi yaitu Konsep Rest Area Terpadu. Maksud dari konsep ini adalah menciptakan suatu tempat untuk beristirahat bagi para pengguna jalan raya dengan jaminan keamanan, kenyamanan, ketertiban dan keindahan, sehingga membuat orang-orang yang pernah singgah ke tempat ini menjadi berkesan.

Lokasinya berada di jalur transportasi jalan nasional lintas Selatan yang merupakan daerah perbatasan antara Prov. Jawa Barat dengan Jawa Tengah, juga ditunjang dengan suatu kenyataan bahwa Banjar dilewati oleh orang yang akan menuju ke obyek wisata Pangandaran.

Maka secara otomatis Banjar menjadi suatu kota segitiga, dan diharapkan nantinya menjadi suatu Segitiga Emas. Hal ini dipandang perlu untuk membuat suatu Rest Area Terpadu, dengan fokus di sekitar daerah perbatasan, karena lokasi tersebut merupakan Pintu Gerbang bagi Kota Banjar, khususnya, dan Prov. Jawa Barat pada umumnya.

Rest Area Terpadu di Kota Banjar diharapkan dilengkapi tempat parkir luas, mesjid, rumah makan, kedai kopi, mini market, kios-kios untuk para pedagang, ada tempat untuk memasarkan produk unggulan Kota Banjar, kamar mandi dan toilet, terdapat beberapa bangunan joglo untuk beristirahat, pom bensin, tempat cuci kendaraan, bengkel kendaraan, tambal ban untuk kendaraan bermotor, tempat pijat refleksi, sarana hiburan dan pos-pos keamanan.

Dengan diterapkannya konsep Rest Area Terpadu diharakan menjadi suatu Vallue Added bagi rest area tersebut, dan menjadi daya tarik bagi orang untuk singgah dan beristirahat di sana. Diharapkan pula terjadi suatu Gowth Pole bagi perekonomian di kawasan sekitar.

Kemudian, Tugu Batas Kota Banjar-Ciamis, di Desa Sukamukti. Daerah ini terletak pada jalur menuju Pangandaran. Alangkah baiknya jika mau untuk lebih menata dan mengoptimalkan keberadaan Tugu Batas kota di daerah ini.

Untuk itu harus lebih dipercantik dengan mengedepankan sentuhan seni dan ditunjang oleh keberadaan taman kotanya, disediakan tempat parkir, kios-kios pedagang, baik makanan, minuman dan kios yang menjual kerajinan/ produk khas Kota Banjar, juga dilengkapi mushalla dan kamar mandi/WC.

Selanjutnya, Lapang Golf Citanduy, tempat ini merupakan salah satu faktor pendorong bagi orang-orang untuk datang ke Kota Banjar. Alangkah baiknya kalau lebih ditingkatkan kapasitas dan keindahannya, juga ditunjang oleh berbagai produk jasa, seperti rumah makan, cafetaria/kedai kopi, ada live musik atau tempat hiburan lainnya.

Kawasan Doboku yang telah dipoles dan dipercantik oleh BBWS Citanduy-Ciwulan dan disempurnakan Pemkot Banjar, merupakan suatu taman kota yang telah dilengkapi mesjid, lapang olahraga, tempat bermain anak, toko dan tempat kuliner, menjadikan suatu tempat yang dapat menjadi pendorong bagi orang-orang untuk datang ke Kota Banjar. Dengan demikian diharapkan akan dapat lebih menarik orang lagi untuk datang ke tempat ini.

Kemudian, Gedung “Opat” biasa masyarakat Banjar menyebut bagi empat buah gedung dengan arsitektur heritage, merupakan asset PT. KAI terletak di samping Kantor Bappeda Kota Banjar, tepatnya di Kel. Hegarsari, Kec. Pataruman, juga berada pada jalur jalan menuju obyek wisata Pangandaran.

Alangkah baiknya keberadaan gedung tersebut direnovasi dengan tidak mengubah bentuk aslinya, untuk kemudian dirawat dan dimanfaatkan. Sehingga, keberadaan Gedong Opat ini dapat dijadikan sebagai Landmark bagi Kota Banjar.

Pemanfaatannya dapat digunakan untuk Perpustakaan, Pusat Informasi Banjar, Gedung Budaya dan Kerajinan Banjar, atau sebagai Guest Host bagi tamu-tamu yang datang ke Banjar. Alternatif lainnya adalah, dapat digunakan untuk hotel, restaurant atau tempat perdagangan dan jasa lainnya.

Dan terakhir yaitu gedung eks Bioskop Kenangan yang terdapat di pusat Kota Banjar, merupakan gedung dengan arsitektur yang khas dan termasuk hertage. Apabila tidak cepat ditata dan direnovasi ulang dengan tidak menghilangkan arsitektur aslinya, dikhawatirkan keberadaannya akan semakin ambruk.

Sebagai alternatif pemanfaatannya, gedung tersebut dapat dijadikan tempat pertemuan, pusat budaya dan kerajinan khas Banjar, tempat pertunjukan seni dan budaya yang dilengkapi sarana dan prasarana penunjangnya, diantaranya musholla, kamar mandi, WC dan tempat ganti pakaian.

Di samping kirinya dapat dimanfaatkan untuk sarana olahraga billyard serta tempat bermain anak. Halaman depannya bisa dibuat papan panjat dinding, sedangkan halaman lainnya dapat dibuat tempat parkir, pusat jajanan serba ada (Pujasera) yang dilengkapi panggung hiburan, juga kios-kios pedagang lainnya.

Alternatif lain, dibangun dan dikelola investor (swasta) untuk kemudian dipergunakan bagi perdaganga dan jasa lainnya. Dengan demikian, diharapkan gedung tersebut menjadi salah satu Landmark kota, juga berpengaruh signifikan dalam menunjang peningkatan daya beli masyarakat Kota Banjar.    

Sedangkan, untuk Bidang Kebudayaan adalah, meningkatkan upaya revitalisasi nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang selaras dengan perkembangan zaman, dilaksanakan melalui program pengembangan nilai budaya.

Sasarannya, termanfaatkannya nilai-nilai tradisional, peninggalan sejarah, kepurbakalaan dan museum bagi pengembangan budaya daerah. Lalu, mengembangkan jenis dan bentuk kegiatan pembangunan kebudayaan yang mampu secara nyata berkontribusi terhadap peningkatan apresiasi dan kesejahteraan masyarakat.

Dilaksanakan melalui program pengelolaan kekayaan dan keragaman budaya, dengan sasaran meningkatnya pengelolaan keragaman serta kekayaan budaya Kota Banjar.

Sedangkan, keberadaan sektor budaya di Kota Banjar sampai saat ini sudah mencukupi, akan tetapi memerlukan suatu penanganan yang lebih optimal, sehingga bisa menjadikannya sebagai salah satu icon bagi Kota Banjar.

Budaya yang terdapat di Kota Banjar adalah budaya Sunda. Apabila ingin dijadikan sebagai salah satu icon kota harus terus digali, dirawat dan dipelihara dengan baik. Keberadaan seni budaya peninggalan leluhur kita dapat dipadukan dengan budaya dan seni modern, sehingga dapat menjadi suatu suguhan tontonan yang menarik.

Sedangkan berbicara masalah budaya yang erat kaitannya dengan peninggalan/situs, sampai saat ini banyak cagar budaya/situs di Kota Banjar, tapi memerlukan perawatan dan pemeliharaan, sehingga akan dapat menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk mengunjunginya. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply