Pasang Iklan

Rencana Kegiatan Pembangunan Kawasan Perbatasan Kunci Bersama

(Bupati Kuningan Ajukan Rp.10 Miliar Kepada Gubernur Jabar)

Banjar, (harapanrakyat.com),- Kesepakatan bersama Kuningan Summit telah membuahkan suatu komitmen untuk melakukan kerjasama lingkup wilayah Kunci Bersama (Kab. Kuningan, Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Ciamis, Kab. Cilacap, Kota Banjar, Kab. Brebes dan Kab. Majalengka).

Untuk itu, dalam rangka pembangunan kawasan perbatasan Jabar-Jateng yang bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, mengurangi kesenjangan antar daerah, dan meningkatkan cakupan serta kualitas pelayanan publik di wilayah perbatasan, maka Bupati Kuningan atas nama enam kab/kota di wilayah Prov. Jabar, mengajukan usulan pembiayaan rencana kegiatan pembangunan kawasan perbatasan Kunci Bersama kepada Gubernur Jabar sebesar Rp. 10 miliar.

Pada surat pengajuan yang ditandatangani Bupati Kuningan, dengan tembusan Pimpinan DPRD Jabar, Ketua Badan Anggaran Jabar, Kepala Bappeda Jabar, serta Kepala Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah III Jabar, menyebutkan, guna mendukung sinergitas dalam pembiayaan kerjasama tersebut, maka usulan yang diajukan mendapat dukungan dari APBD Prov. Jabar tahun 2012.

Adapun usulan pembiayaan program kegiatan pembangunan daerah perbatasan Kunci Bersama tahun 2012, yang dialokasikan per kab/kota di wilayah Prov. Jabar, diantaranya Kota Banjar, bidang kegiatan pendidikan. Usulan kegiatannya berupa bantuan melanjutkan pendidikan menengah (SMA, SMK dan MA) siswa miskin di daerah perbatasan. Perkiraan biaya sebesar Rp.100 juta, sasarannya 50 orang x Rp.2 juta. Lokasi kegiatan di Kota Banjar, dan unit kerja pelaksananya Dinas Pendidikan.

Bidang kegiatan lainnya yaitu perdagangan. Usulan kegiatannya berupa promosi produk unggulan dan investasi. Perkiraan biayanya sebesar Rp.400 juta. Sasarannya BKAD Kunci Bersama, dan lokasi kegiatan di kab/kota. Sebagai unit kerja pelaksananya BKAD Kunci Bersama/Bappeda. Biaya yang dibutuhkan dari dua usulan kegiatan tersebut mencapai Rp.500,000,000.

Selanjutnya, Kab. Ciamis, bidang kegiatan pendidikan. Usulan kegiatan berupa bantuan melanjutkan pendidikan menengah (SMA, SMK dan MA) siswa miskin di daerah perbatasan. Perkiraan biaya sebesar Rp.100 juta, sasarannya 50 orang x Rp.2 juta. Lokasi kegiatan di Kab. Ciamis, dan unit kerja pelaksananya Dinas Pendidikan.

Kemudian, bidang kegiatan pembangunan jalan/jembatan. Usulan kegiatannya untuk pembangunan jembatan Leuwiasba, dengan perkiraan biaya mencapai Rp.2,4 miliar. Tujuannya yakni, meningkatnya akses antar kawasan perbatasan (menghubungkan antara Kab. Ciamis-Kab. Kuningan).

Lokasinya di Kab. Ciamis, dan unit kerja pelaksana Dinas Binamarga, SDA, Energi dan Sumber Daya Mineral Kab. Ciamis. Biaya yang dibutuhkan dari dua usulan kegiatan di Kab. Ciamis mencapai Rp.2,500,000,000.

Kab. Kuningan, bidang kegiatan operasional kesekretariatan, usulan kegiatannya untuk biaya operasional Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama, dengan perkiraan biaya sebesar Rp.750 juta.

Sasaran dari kegiatan tersebut adalah terselenggaranya rapat koordinasi 3 kali, perjalanan dinas, honorarium tim, monitoring dan evaluasi pelaporan. Lokasi kegiatan di Kab. Kuningan, sedangkan SKPD/unit kerja pelaksananya yaitu BKAD Kunci Bersama/Bappeda.

Kemudian, untuk bidang kegiatan batas wilayah perbatasan, kegiatan yang diusulkan Kab. Kuningan adalah perawatan, pembangunan, dan perapatan pilar batas wilayah Jabar-Jateng. Perkiraan biayanya mencapai Rp.500 juta.

Sedangkan, tujuan dari kegiatan tersebut yaitu penataan batas wilayah. Lokasinya di wilayah perbatasan Prov. Jabar-Jateng di Kab. Kuningan. Unit kerja pelaksananya Bagian Tata Pemerintahan Kab. Kuningan.

Selanjutnya, bidang kegiatan pendidikan, usulan kegiatannya yaitu bantuan melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan menengah (SMA, SMK dan MA) siswa miskin di daerah perbatasan, dengan perkiraan biaya sebesar Rp.100 juta, sasarannya 50 orang x Rp.2 juta. Lokasi kegiatan bertempat di Kab. Kuningan, dan unit kerja pelaksananya Dinas Pendidikan.

Bidang kegiatan lainnya yaitu pembangunan jalan/jembatan. Usulan kegiatannya untuk pembangunan Jembatan Jamursi, perkiraan biaya mencapai Rp.2,355,836,000. Tujuannya, meningkatnya akses antar kawasan perbatasan, lokasi di Kab. Kuningan, dan unit pelaksana kerjanya Dinas Binamarga Kab. Kuningan. Dari empat bidang kegiatan yang diusulkan Kab. Kuningan membutuhkan biaya sebesar Rp.3,705,836,000.

Kemudian, Kab. Majalengka, bidang kegiatannya meliputi pendidikan, usulan kegiatan berupa bantuan melanjutkan pendidikan ke jenjang penididkan menengah (SMA, SMK dan MA) siswa miskin di daerah. Perkiraan biayanya sebesar Rp.100 juta, sasarannya untuk 50 orang x Rp.2 juta. Lokasi kegiatan di Kab. Majalengka, dan unit kerja pelaksananya Dinas Pendidikan.

Lalu, bidang kegiatan olahraga, seni dan budaya, usulan kegiatannya yaitu penyelenggaraan festival seni, budaya dan pekan olah raga antara daerah perbatasan. Perkiraan biaya mencapai Rp.650 juta.

Sasaran dari kegiatan tersebut adalah, eksplorasi dan apresiasi seni, budaya, eksplorasi atlet berprestasi, serta meningkatkan persahabatan antar daerah perbatasan. Lokasi kegiatan di Kab. Majalengka, dan unit kerja pelaksananya Dinas Pendidikan/SKPD yang menangani olah raga dan kebudayaan.

Bidang kegiatan lainnya yakni pembangunan jalan/jembatan dengan mengusulkan kegiatan untuk pembangunan jalan ruas Padaherang-Kebun Raya Kuningan. Perkiraan biayanya mencapai Rp.744,164,000.

Tujuan yang ingin dicapai adalah, meningkatnya akses antar kawasan perbatasan (menghubungkan antara Kab. Majalengka-Kab. Kuningan. Lokasinya bertempat di Kab. Majalengka, dan sebagai unit kerja pelaksananya Dinas Binamarga dan Ciptakarya Kab. Majalengka. Dari tiga kegiatan yang diusulkan Kab. Majalengka membutuhkan biaya sebesar Rp.1,494,164,000.

Selanjutnya, Kota Cirebon, bidang kegiatan pendidikan, usulan kegiatannya berupa bantuan melanjutkan pendidikan menengah (SMA, SMK dan MA) siswa miskin di daerah perbatasan. Perkiraan biaya sebesar Rp.100 juta, sasarannya 50 orang x Rp.2 juta. Lokasi kegiatan di Kota Cirebon, dan unit kerja pelaksananya Dinas Pendidikan.

Untuk Kab. Cirebon, bidang kegiatan meliputi pendidikan, usulan kegiatan berupa bantuan melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan menengah (SMA, SMK, MA) siswa miskin di daerah. Perkiraan biaya sebesar Rp.100 juta, sasarannya 50 orang x Rp.2 juta, lokasi di Kab. Cirebon, dan unit kerja pelaksananya Dinas Pendidikan.

Kemudian, bidang kegiatan kesehatan, usulan kegiatannya penyediaan obat TB/kusta pada Rumah Sakit Waled. Perkiraan biaya sebesar Rp.100 juta, sasarannya pasien dari Kab. Cirebon dan Kab. Kuningan. Sebagai unit kerja pelaksananya Rumah Sakit Waled.

Bidang kegiatan lainnya yaitu pembangunan jalan/jembatan dengan mengusulkan kegiatan untuk pembangunan jalan ruas Tonjong-Dukuhawi. Perkiraan biaya mencapai Rp.1 miliar, tujuannya agar meningkatnya akses antar kawasan perbatasan (menghubungkan Kab. Cirebon-Kab. Brebes). Lokasinya di Kab. Cirebon, dan unit kerja pelaksana Dinas Binamarga Kab. Cirebon.

Lalu, pembangunan jalan ruas Pucuk Mendi-Kayen. Perkiraan biaya sebesar Rp.500 juta. Tujuannya, meningkatnya akses antara kawasan perbatasan (menghubungkan antara Kab. Cirebon-Kab. Majalengka). Lokasi kegiatan di Kab. Cirebon, dan unit kerja pelaksananya Dinas Binamarga Kab. Cirebon. Jadi, biaya yang dibutuhkan dari empat usulan kegiatan di Kab. Cirebon mencapai Rp.1,700,000,000.

Dengan demikian, maka jumlah total usulan biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan di enam kab/kota yang ada di kawasan perbatasan wilayah Prov. Jabar mencapai Rp.10 miliar.

Informasi tersebut diperoleh dari Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kota Banjar, H. Agus Nugraha, S.Sos, M.Si., didampingi Kasi. Bidang Fisik, Eri K Wardana.,ST., dalam wawancara khusus dengan HR, Senin (9/1), di kantor Bappeda Kota Banjar. (Eva)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below