Setelah 9 Tahun Kota Banjar, Apa Yang Harus Kita Perbuat ?

28/01/2012 0 Comments

(Diskusi Secangkir Kopi Panas)

 Oleh : Adi Karyanto & Eva Latifah

Dipenghujung akhir tahun 2011, Koran HR telah melakukan perjalanan jurnalistik informal dengan Bappeda Kota Banjar, menyusuri batas kota antar daerah dengan Kabupaten Ciamis Jabar dan lintas Provinsi dengan Kabupaten Cilacap Jateng. Dilanjutkan dengan beberapa kali diskusi juga informal yang diprakarsai Koran HR. Tujuannya, sejauh mana perebuhan-perubahan setelah Kota Banjar berusia 9 tahun, dan apa saja yang perlu dilakukan agar Banjar menjadi kota yang ramah lingkungan, dan bisa memberikan pelayanan publik yang semakin baik dari tahun ke tahun. Diskusi informal hadir Kabid Ekonomi Bappeda Kota Banjar H. Agus Nugraha, S.Sos.M.Si., staf Kabid Fisik Bappeda Kota Banjar Ery K Wardhana, ST, Sekretaris Kecamatan Pataruman Asno Sutarno SP. MP., Kabid Lingkungan Hidup DPKLH H Basir, SP.MP, Staf Redaksi HR, dengan Moderator Pimpinan Umum HR Bachtiar Hamara.

Dengan Secangkir Kopi Panas ; Koran HR (Harapan Rakyat) Koran na urang Banjar merangkum dan menyajikan.

Pertanyaan tersebut menjadi pemikiran yang tidak henti-henti untuk bisa menuangkan apresiasi terhadap Kota Banjar ke depan, dengan usia yang telah mencapai 9 tahun. Tentu perlu ada yang patut kita syukuri bersama, karena geliat-geliat pembangunan telah merubah wajah kota menuju wajah kota yang sebenarnya, dimana upaya-upaya pencapaian pembangunan infrastruktur yang cukup telah nampak dan dapat dirasakan.

Disamping itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus dipacu dengan meningkatkan derajat kesehatan. Yaitu melalui penurunan kematian bayi, kematian ibu, pola hidup sehat, dan harapan hidup yang baik. Disamping itu penurunan angka kelahiran untuk menekan populasi penduduk kota yang terkendali, perlu terus digiatkan.

Derajat pendidikan menjadi prioritas dengan tujuan meningkatkan kualitas masyarakat kota, dari tingkat yang diprogramkan oleh pemerintah kota sampai partisipasinya pihak-pihak terkait. Ini menandakan keseriusan dari Pemkot Banjar yang jadi prioritas pada awal-awal pemerintahan ini.

Tentunya dari semua tadi hanya bagian yang harus dilaksanakan dari tahapan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan itu tiada lain tercapainya tingkat kesejahteraan bagi masyarakat yang semua itu menjadi goal utama dari proses tadi.

Permasalahannya masih ada dan masih tertinggal, adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan tersebut dengan mengevaluasi upaya-upaya yang telah dilakukan?. Tentu kita harus identifikasi penguatan daya beli masyarakat, yang beberapa tahun ini bisa jadi referensi kebijakan lebih lanjut dari hal-hal yang masih lamban untuk terus meningkat. Seperti kita ketahui, LPE Kota Banjar tahun 2010 mencapai 5,36 persen. Jadi langkah-langkah apa yang perlu dipacu lebih lanjut.

Seperti kita ketahui, dari faktor yang jadi penguat pertumbuhan ekonomi tiada lain ada 2 hal yang sangat esensi, yaitu faktor efisiensi dan jumlah penawaran atau elemen-elemen pertumbuhan ditambah dengan yang memacu pertumbuhan ekonomi. Elemen pertumbuhan dan yang memacu pertumbuhan ekonomi itu adalah sumber daya alam, tenaga kerja, kualitas tenaga kerja dan total modal atau aset yang dimiliki.

Jadi, bagaimana setelah memahami faktor yang sangat esensi bagi pertumbuhan?. Tentu yang pertama, pemerintah harus lebih peka dan cerdas dalam mengambil keputusan ke depan, terutama bagaimana peranan yang harus dilakukan dalam politik, sosial, keamanan yang harus dan semakin kondusif ?. sedangkan yang kedua, meningkatkan keterlibatan sektor swasta dalam melaksanakan fungsi entrepenorial yang lebih aktif.

Ketiga, meningkatkan akumulasi kapital dan investasi. Keempat, bagaimana meningkatkan tabungan dan investasi masyarakat. Kelima, bagaimana caranya untuk dapat menekan hambatan sosial dari laju pertumbuhan penduduk menjadi pertumbuhan penduduk yang lebih kecil. Dan keenam, langkah-langkah apa dari pemerintah untuk meningkatkan semangat atau spirit dan motivasi yang lebih baik bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian.

Jadi, untuk meningkatnya LPE masyarakat Banjar, maka peranan tadi lah yang harus jadi kebijakan ke depan. Kemudian, langkah-langkah tadi juga harus didukung oleh leading sector dari birokrasi yang mendukung, karena untuk memacu PDB (Produk Domestik Bruto) Kota Banjar ke depan agar lebih meningkat yang bertumpu pada sektor-sektor ekonomi kerakyatan, tentu harus diawali dengan perencanaan yang tepat, pengawasan dalam pelaksanaan, dan meningkatnya pemahaman masyarakat itu sendiri.

Yang harus jadi perhatian kita ke depan, adalah bagaimana OPD dalam bidangnya semakin terpusat pada tupoksinya masing-masing dengan arah tujuan yang sama untuk menggerakkan sumber daya dan lebih efisiensi dalam aspek penggunaan kapital yang ada, dan memacu kreativitas masyarakat dalam berupaya meningkatkan kemandirian untuk memacu LPE dan berdaya saing dan membaca pangsa pasar yang ada.

Semoga mimpi kita jadi kenyataan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Kota Banjar di tahun-tahun mendatang dengan berpikir pasti, bertindak tepat, melangkah pada tujuan yang sama yaitu meningkatnya derajat masyarakat yang sejahtera. Dirgahayu Kota Banjar ke-9 tahun. ***

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!