9 Tahun Kota Banjar Melangkah Pasti Menuju Perubahan

29/02/2012 Headline
9 Tahun Kota Banjar Melangkah Pasti Menuju Perubahan

Walikota Banjar DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., saat menerima penghargaan Swasti Saba Padapa atas jasa dalam Penyelenggaraan Kab/Kota Sehat Tingkat Nasional dari Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. Dr. PH. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Tanggal 21 Februari 2012 (hari ini-Red), Pemerintah Kota Banjar telah menginjak usia 9 tahun. Setelah berpisah dari Kab. Ciamis dan resmi menjadi daerah otonom baru pada tanggal 21 Februari 2003 silam, Kota Banjar melangkah dengan pasti menuju sebuah perubahan.

Kota Banjar mulai mempercantik diri, bagaikan gadis desa yang mulai mengenal salon kecantikan. Infrastruktur untuk mewujudkan sebuah kota dibangun, fasilitas jalan, air dan listrik hampir merata sampai ke pelosok desa. Beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur yang telah selesai dilaksanakan selama tahun 2011 diantaranya pembangunan rumah dinas Wakil Walikota Banjar, Pasar Banjar, dan fly over Langensari.

Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemkot Banjar menyusun strategi dan kebijakan, salah satunya pembangunan fasilitas sarana dan prasarana kota dengan mengemban misi “Dengan Iman dan Taqwa kita wujudkan Banjar Menuju Kota Agropolitan Termaju di Priangan Timur Jawa Barat,” serta misi “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Terhadap Hukum, Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Secara Profesional untuk menjamin Terciptanya Good Governance.”

Kepemimpinan DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM selaku Walikota Banjar, bersama dengan Akhmad Dimyati, SIP., Wakil Walikota Banjar sebagai motor penggerak pembangunan Kota Banjar, beserta seluruh jajaran Pemerintahan Kota Banjar, senantiasa menyerap aspirasi masyarakat sekaligus sebagai bagian yang berkompetensi membuat kebijakan dan, menyusun 4 (empat) kebijakan yang bersumber pada aspirasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan tersebut diantaranya, pertama, kebijakan yang berhubungan dengan keberpihakan kepada masyarakat, diarahkan pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meliputi pendidikan, kesehatan, daya beli dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.Kedua, kebijakan yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur pemerintahan.

Ketiga, kebijakan yang berhubungan dengan penataan kota. Dan keempat, kebijakan yang berhubungan dengan penguatan dan pemberdayaan desa/kelurahan.

Berdasarkan tujuan dan strategis pembangunan, yaitu untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Khususnya di bidang ekonomi pembangunan, diprioritaskan pada peningkatan yang bersamaan antara pertumbuhan ekonomi dengan pendapatan perkapita, sehingga akan mendongkrak daya beli untuk dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat.

Melalui empat kebijakan publik yang diemban Pemerintah Kota Banjar sampai di usianya yang ke-9 ini, beberapa penghargaan telah diraih, baik penghargaan berskala nasional maupun provinsi, diantaranya, penghargaan dari Gubernur Jawa Barat atas keberhasilan dalam Pemungutan dan Pengelolaan Administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Sektor SKB Tahun 2004. Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat kepada Walikota Banjar yang “Peduli/Mengambil Inisatif Prakarsa untuk memberikan Pelayanan Kesehatan Kepada Lanjut Usia dengan membebaskan Pembayaran Pengobatan, Pemeriksaan Lanjut Usia di Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah.”

Selanjutnya, penghargaan dari Gubernur Jawa Barat atas Peringkat II Pada Kelompok I Dalam Pemungutan dan Pengelolaan Administrasi PBB Sektor Perdesaan dan Perkotaan/Surat Keputusan Bersama Tahun 2005. Presiden RI beserta Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan memberikan penghargaan kepada Walikota Banjar yang telah menerbitkan Perda Akta Kelahiran Bebas Bea.

Penghargaan dari Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD kepada Walikota Banjar yang telah berpartisipasi pada Peringatan HUT 46 Kostrad Tahun 2007. Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat kepada Pemerintah Kota Banjar atas Peringkat II Pada Kelompok I Dalam Pemungutan dan Pengelolaan Administrasi PBB Sektor Perdesaan dan Perkotaan/Surat Keputusan Bersama Tahun 2005, penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara kepada Walikota Banjar yang telah menyampaikan LAKIP Tahun 2006 Kepada Presiden RI melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Kemudian, penghargaan Manggala Karya Kencana dari Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional kepada Walikota Banjar, penghargaan Satya Lancana Pembangunan di Bidang Pertanian dari Presiden kepada Walikota Banjar, penghargaa Bhakti Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dari Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah kepada Walikota Banjar.

Penghargaan dari Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kesil dan Menengah RI kepada Kota Banjar sebagai Kota Penggerak Koperasi Tahun 2007 dalam Peringkat B (Berhasil). Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar atas Prestasi Pemrakarsa dan Penyelenggara Makan Ikan Bilih/Paray dan Ikan Tongkol dengan peserta Anak Usia Dini terbanyak.

Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat kepada Walikota Banjar sebagai Kepala Daerah yang telah mewujudkan Komitmen Pelaksanaan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2007. Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat Kepada Ketua Tim Penggerak PKK sebagai juara 3 pemenang Aneka Olahan Serba Ikan dalam rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2007.

Ucapan terima kasih dari Panglima TNI kepada Walikota Banjar atas Partisipasi Pagelaran Kesenian Daerah berupa Rampak Kendang dalam rangka memeriahkan Peringatan ke-62 Hari TNI Tahun 2007 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta. Penghargaan dari Pengurus Daerah Ikatan Motor Indonesia Jawa Barat kepada Walikota Banjar Sebagai Tokoh Otomotif Jawa Barat, serta penghargaan Lencana Darma Bakti dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka kepada Walikota Banjar sebagai Ketua Kwarcab Kota Banjar.

Pemkot Banjar juga meraih penghargaan yang sangat sulit didapat pemerintah kabupaten/kota lain, yaitu Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pengelolaan Keuangan Republik Indonesia. Kemudian, penghargaan dari Gubernur Jawa Barat kepada Pemkot Banjar sebagai Daerah Yang Lunas PBB pada Kelompok I Sektor Perdesaan dan Perkotaan Tahun Anggaran 2007, penghargaan Perdagangan Pariwisata dan Investasi Daerah (DPD RI) peringkat kedua kategori Kota Terbaik.

Pengahargaan Population Award 2008 dari IFPPD DPRD Propinsi Jawa Barat kepada Walikota Banjar atas Keberpihakannya dalam Pengelolaan Kependudukan dan Pembangunan Bidang Keluarga Berencana, penghargaan dari Presiden RI atas Laporan Keuangan Tahun 2007 Dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian. Piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas Rekor Pasangan Walikota dan Wakil Walikota dengan Perolehan Suara dalam Pilkada Terbanyak 92,17%.

Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat kepada Pemkot Banjar sebagai daerah yang Lunas PBB Sektor Perdesaan dan Perkotaan Pada Kelompok I Tahun Anggaran 2008, penghargaan dari Presiden RI kepada Kota Banjar yang telah Mampu Meningkatkan Produksi Beras di Atas 5 %, penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I kepada DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM atas Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Dengan Baik di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ciamis.

Penghargaan Population Award 2009 dari IFPPD DPRD Propinsi Jawa Barat kepada Walikota Banjar atas Keberpihakannya dalam Pengelolaan Kependudukan dan Pembangunan Bidang Keluarga Berencana, penghargaan Investmen Award dari Badan Koordinasi Penanaman Modal kepada Kota Banjar sebagai Nominasi Kota Terbaik Penanaman Modal Tahun 2009.

Penganugerahan Raskin Award Tahun 2009 atas Keberhasilan Pelaksanaan Program Beras untuk Rumah Tangga Miskin Kategori Kota Peringkat 3 dari Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI, penghargaan dari PMI kepada Walikota Banjar sebagai penerima Lencana Jasa Madya.

Penghargaan Gubernur Jawa Barat kepada Kota Banjar sebagai Best Effort City dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Tingkat Provinsi Jawa Barat. Penghargaan Satya Lencana Wira Karya Bidang Keluarga Berencana dan Satya Lencana Pembangunan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dari Presiden RI. Serta penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2010 dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jawa Barat.

Selanjutnya, penghargaan dari PMI Provinsi Jawa Barat atas bantuan yang diberikan dalam Mendukung Tugas Kemanusiaan. Penghargaan Gubernur Jawa Barat sebagai daerah yang Lunas PBB Sektor Perdesaan dan Perkotaan Pada Kelompok I Tahun Anggaran 2010. Peringkat ke-3 Penyelenggaraan Pemerintahan Kota yang Berprestasi Paling Tinggi Tingkat Nasional dari Mendagri RI. Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat kepada Walikota Banjar sebagai tokoh yang peduli terhadap lansia dalam rangka Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Nominator Innovative Government Award (Penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif) dari Mendagri RI. Penghargaan Swasti Saba Padapa atas jasa dalam Penyelenggaraan Kab/Kota Sehat Tingkat Nasional dari Menteri Kesehatan RI. Penghargaan.

Dan, Kota Banjar berhasil meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2011 dari Kemendagri RI. Penghargaan tersebut diterima langsung Walikota Banjar DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM., dari Mendagri RI Gumawan Fauzi. Penghargaan ini merupakan kado spesial dipenghujung tahun 2011. Penghargaan IGA juga menunjukkan inovasi, dan program Pemkot Banjar bersama seluruh jajaran, diakui manfaatnya oleh pemerintah pusat.

Di tahun 2011 Kota Banjar juga meraih peringkat ke 3 dari 10 besar penyelenggara pemerintah kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional berdasarakan keputusan Mendagri RI No.120-276 Tahun 2011 tentang Penetapan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah tahun 2009.

Prestasi tersebut tidak mungkin diperoleh tanpa adanya partisipasi seluruh masyarakat Kota Banjar. Oleh karena itu, Pemkot Banjar mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada berbagai komponen masyarakat yang telah turut serta membangun Kota Banjar.

Pada tahun 2011, juga telah dilaksanakan program ketahanan pangan desa/kelurahan dalam mengatisipasi kerawanan pangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembangunan di Kota Banjar telah melangkah memberikan hasil dalam pelayanan publik, sekalipun belum maksimal. Pancaran sinar patromak sudah menerangi, dan siap dipompa bila sinar cahaya patromak di Kota Banjar meredup. (Tim HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles