Pemdes Langensari Fasilitasi Pembentukan Paguyuban PKL Alun-alun

17/02/2012 Berita Banjar
Pemdes Langensari Fasilitasi Pembentukan Paguyuban PKL Alun-alun

Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Desa Langensari Kec. Langensari dalam waktu dekat ini akan mempertemukan para Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun. Pertemuan itu dalam rangka untuk membahas pembentukan kembali paguyuban/ organisasi PKL alun-alun.

Kades Langensari, Sutopo, ketika ditemui HR, Selasa (14/2), mengatakan, mudah-mudahan rencana pertemuan bersama PKL ini bisa berjalan dengan lancar. Dengan begitu, pengurus paguyuban PKL juga bisa segera terbentuk.

Sutopo menjelaskan, sebenarnya paguyuban PKL Alun-alun sudah pernah terbentuk. Namun, karena ada persoalan serius di internal pengurus, paguyuban PKL Alun-alun vakum dalam waktu yang lama.

“Pertemuan itu nanti akan membahas soal reshuffle (Pergantian-red) pengurus paguyuban. Selain itu, kinerja organisasi/ paguyuban juga harus disusun sedemikian rupa, tentunya untuk mengakomodir kepentingan para anggota,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kaur Umum Desa Langensari, Lili, mengatakan, pihaknya yang akan terjun langsung dalam pertemuan tersebut. Dia berharap, setelah pengurus paguyuban terbentuk, anggota Paguyuban bisa membentuk koperasi.

“Dengan begitu, para PKL bisa menyusun strategi, bagaimana agar kawasan alun-alun dapat menarik banyak pengunjung. Dan strategi itu, secara tidak langsung akan berpengaruh bagi pedapatan PKL tentunya,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Camat Langensari, Wawan Gunawan, mengaku sudah merencanakan pertemuan dan pengaktifan kembali Paguyuban PKL sejak setahun silam. Dia menilai, keberadaan PKL berpotensi untuk menambahk PAD (Pendapatan Asli Daerah) desa.

Meski begitu, Wawan mengaku sangat mengapresiasi rencana yang akan dilakukan pihak Desa Langensari, dengan mempertemukan PKL, untuk membahas pembentukan kembali organisasi/ paguyuban.

Wawan menilai, keberadaan organisasi/ paguyuban harus bisa memberikan pengaruh positif bagi kehidupan PKL. Alasannya, selama PKL menggantungkan kebutuhan hidup dari berjualan di alun-alun Langensari.

“Selain berpotensi menambah PAD bagi pemerintah Desa, paguyuban PKL juga harus bisa memberikan manfaat bagi anggotanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Koperasi dan UMKM, Usman Ansorulloh, ketika dikonfirmasi HR, Selasa (14/2), mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi PKL alun-alun Langensari untuk memperoleh bantuan dari kementrian.

“Program fasilitasi bantuan bagi PKL memang ada. Namun, PKL itu harus berada di bawah naungan paguyuban/ organisasi. Karena, bantuan tidak diberikan kepada masing-masing PKL, melainkan kepada Organisasi/ paguyuban,” ungkapnya.

Usman menjelaskan, untuk memperoleh bantuan, paguyuban PKL terlebih dahulu membuat proposal pengajuan permohonan bantuan kepada Pemerintah Daerah Kota Banjar. Setelah itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) akan menindaklanjutinya.

“Nanti, bisa saja bantuan itu datang dari Pemkot Banjar, atau dari Kementrian Koperasi,” ungkapnya. (deni)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles