Penyuluh Perikanan Ragukan Ukuran Benih & Jenis Pakan tak Sesuai

17/02/2012 0 Comments

(Soal Bantuan Benih Gurame Program PKP)

Pakan untuk benih ikan ukuran 1-5 centimeter bentuknya halus seperti tepung, dan mengandung protein antara 45-65%. Foto : Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Terkait dengan ketidaksesuaian bantuan benih ikan Gurame dan pakan yang diterima kelompok Waringin Jaya, Kel. Muktisari, Kec. Langensari, dari Kementerian Tenaga Kerja melalui program Padat Karya Produktif (PKP) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar, seperti diberitakan HR edisi 261, mendapat tanggapan dari pakar perikanan, Agus Sugiono.

Menurut dia, mengenai pakan/pellet yang diberikan kepada kelompok Waringin Jaya memang tidak cocok dengan ukuran benih ikan yang mereka terima. Pasalnya, pakan untuk benih ikan ukuran 1-5 centimeter bentuk pakannya halus seperti tepung, dan mengandung protein antara 45-65% protein.

“Untuk pakan benih ikan Gurame itu ada khusus, merknya Bintang. Tapi, kalau ingin lebih bagus lagi pakannya bisa dengan jentik nyamuk, atau pakan alami,” jelasnya, Sabtu (28/1).

Selain itu, Agus, yang juga menyandang sebagai koordinator penyuluh perikanan kota Banjar, menyangsikan ukuran benih yang diberikan kepada kelompok Waringin Jaya, sesuai dengan speksifikasi yaitu, 3-5cm.”Saya tunjukkan ukuran benih gurame 3-5 cm, berikut pakan yang harus diberikan sesuai teknis budidaya yang tepat,” tandasnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, bahwa pakan/pellet berbentuk bulat/granul, seperti yang diterima kelompok tersebut, itu cocoknya untuk benih ikan ukuran 8-12 centimeter, yaitu biasa disebut ukuran pahpir/kaset, dan kandungan proteinnya di bawah 65%.

Pakan seperti ini, kata Agus, bisa saja diberikan pada benih ikan ukuran kurang dari 8-12 centimeter, namun protein yang terkandung kurang untuk pertumbuhan ikan. Sementara yang dibutuhkan oleh benih ikan adalah protein bagi pertumbuhannya.

Selain itu, Agus juga mengomentari mengenai sertifikasi benih ikan, bahwa sertifikasi benih ikan itu dikeluarkan oleh lembaga pemerintah yang bernama Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu (LSSM), Aquaculture Quality System Assurance (AQSys), Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Sukabumi, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, dan ditandatangani langsung Dirjen Perikanan Budidaya.

“Dan sertifikasi itu setiap tahun harus diganti. Kalau yang diterima pihak Disnaker itu bukan sertifikat, tapi surat keterangan asal usul benih yang dikeluarkan oleh Stasiun Lapangan. BPP atau UPR pun bisa mengeluarkan surat keterangan asal usul benih seperti itu,” tuturnya.

Menurut Agus, bantuan tersebut dipandang hanya buang-buang uang saja, karena apabila budidaya tanpa dibarengi dengan teknik, tidak mungkin berhasil. “Saya berbicara seperti ini bukan karena teori saja, tapi atas dasar praktek juga,” katanya.

Sementara itu, mengenai ukuran benih ikan yang dihasilkan pada pendederan pertama dengan lama pemeliharaan 12-14 hari, maka benih yang dihasilkan seukuran biji mentimun, atau 1-3 centimeter.

Dalam pendederan pertama, larva/benih ikan berumur 7 hari, dan pakan benih yang diberikan berbentuk tepung yang kandungan proteinnya tinggi, yaitu kurang lebih 40% sebanyak 10%, dengan frekuensi 2 kali per hari, yakni pada pukul 09.00-16.00. Dan, tingkat kelangsungan hidupnya berkisar antara 60-90%.

Kemudian, pada pendederan kedua, yaitu setelah berumur 7 hari, diberi pakan tambahan berupa dedak halus, pellet yang dihaluskan atau konsentrat/pakan ayam sebanyak 50-80 gram, dengan frekuensi 2 kali per hari, yakni pukul 09.00-16.00. Lama pemeliharaannya 30-40 hari, dan benih yang dihasilkan berukuran 3-5 centimeter. Sedangkan, tingkat kelangsungan hidupnya berkisar antara 70-80%.

“Pada pendederan ketiga, pakan yang diberikan berupa dedak halus, pellet, dan daun-daunan yang lunak. Lama pemeliharaannya 50 sampai 60 hari, maka benih yang dihasilkan memiliki ukuran 5 sampai 8 centimeter, atau yang disebut ukuran silet, tingkat kelangsungan hidupnya berkisar antara 80 sampai 90 persen,” pungkas Agus. (Eva)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply