Distan Minta BBWSC dan Bagian SDA Selesaikan Masalah Banjir di Paledah

16/03/2012 Headline
Distan Minta BBWSC dan Bagian SDA Selesaikan Masalah Banjir di Paledah

Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Distan) Kab. Ciamis, menyerahkan penyelesaian soal saluran pembuangan air yang tidak lancar di Desa Paledah Kec. Padaherang, kepada Bagian Sumber Daya Air, Dinas Binamarga, SDA, ESDM Kab. Ciamis dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

Kabid Produksi, Serealia dan Palawija, Yayat Sudaryat, Senin (12/3), di kantornya, membenarkan, bahwa pembuangan air pesawahan di Desa Paledah, kondisinya sudah sejak lama tidak normal.

Menurut Yayat, hal itu akibat posisi Sungai Citanduy yang melintas di Desa Paledah, lebih tinggi dari area pesawahan. Jadi, wajar jika air/ banjir yang menggenangi sawah Desa Paledah tidak pernah surut.

“Seharusnya, saluran pembuang yang terdapat di area pesawahan mengeluarkan air buangan ke sungai. Ini sebaliknya, malah dari sungai yang memasuki dan menggenangi area pesawahan,” ungkapnya.

Yayat menjelaskan, pihaknya tidak lagi mengandalkan dan memasukan data area pesawahan seluas hampir 360 hektar di Desa Paledah tersebut, sebagai kawasan andalan produksi padi/ beras tingkat kabupaten.

“Justru selama ini, area pesawahan tersebut sering menjadi ganjalan bagi Distan. Satu sisi, datanya sudah masuk dalam Program Peningkatan Produksi Beras nasional (P2BN). Padahal, sejak lama sawah tersebut tidak memproduksi padi/ beras,” katanya.

Dia menandaskan, bahwa kendala utama dalam kasus tersebut adalah soal infrastruktur saluran pengairan. Untuk penyelesaian dan langkah solutif, pihaknya akan menyerahkan hal itu kepada Bagain SDA dan BBWS Citanduy.

Yayat Usulkan Kawasan Wisata Air Tawar

Namun demikian, Yayat mengaku akan lebih mengusulkan area pesawahan seluas + 360 hektar di Desa Paledah Kec. Padaherang tersebut, untuk dijadikan kawasan Wisata Air Tawar.

Langkahnya, dibangun sejumlah tanggul-tanggul untuk menopang dan meninggikan kedalaman air yang nantinya akan tertampung di area pesawahan tersebut. Kemudian, memperbaiki infrastruktur jalan, menyediakan sarana-prasarana wisata air, seperti perahu dan lainnya.

“Cocoknya memang dijadikan kawasan wisata air tawar. Toh, masalah air yang terus menggenangi sawah tidak akan bisa diselesaikan, selama area pesawahan posisinya di bawah sungai Citanduy. Kecuali mungkin menggantinya dengan sawah terapung, itupun perlu biaya besar,” ungkapnya.

Menurut Yayat, salah satu solusi yang bisa diusulkan, yakni merubah area pesawahan tersebut menjadi kawasan Wisata Air Tawar. Hanya saja, perlu keseriusan dan dukungan kerjasama banyak pihak, meliputi masyarakat, pemerintah, dan investor.

Sementara itu, pada Edisi sebelumnya, menyebutkan, sebagian besar petani yang memiliki sawah di area tersebut, memilih bekerja di daerah lain, untuk menutupi kebutuhan hidup  keluarga.

Bahkan, sebagian lagi, menjadi nelayan lokal, memanfaatkan kondisi yang saat ini menimpa mereka, dengan mencari ikan di area persawahan tersebut. Ironisnya, kejadian itu sudah berlangsung hampir tiga tahun.

Sementara itu, ketika akan dimintai keterangan oleh HR, Senin (12/3), Pejabat di Bagian Sumber Daya Air, Dinas Binamarga, SDA dan ESDM Kab. Ciamis, sedang tidak ada di tempat. (dn)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles