Gerbang Perekonomian Jawa Barat di Wilayah Selatan

16/03/2012 0 Comments

(Pelabuhan Penyebrangan Kalipucang,)

Pintu masuk perekonomian Jawa Barat di daerah selatan terletak di daerah Kecamatan Kalipucang. Foto : Madlani/HR.

Kalipucang, (harapanrakyat.com),- Pintu masuk perekonomian Jawa Barat di daerah selatan terletak di daerah Kecamatan Kalipucang. Daerah ini merupakan akses yang sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, karena masyarakat tepi perbatasan Jawa Tengah yaitu daerah Kampung Laut, padat penduduknya, maka kebutuhan akan bahan pokok daerah tersebut sangat tinggi.

Sedangkan di daerah Klaces, pintu masuk ke Nusakambangan, terdapat tempat yang selalu ramai di saat waktu-waktu tertentu, seperti adanya Goa Sigit Sela (tempat keramat di daerah tersebut), dan Solok Jero, yaitu kampung pertanian yang sebagian besar pengelolanya yaitu warga masyarakat Kalipucang Jawa Barat.

Menurut Kepala Pelabuhan penyebrangan Kalipucang, Sanifwan (50), pekan lalu, mengatakan, bahwa awalnya dulu sebelum kemerdekaan, masyarakat Jawa Barat membawa hasil-hasil bumi atau pertanian ke Jawa Tengah. Sedangkan masyarakat Jawa Tengah menukarnya dengan minyak bumi dan barang-barang tambang lainnya.

“Investasi yang sangat diharapkan masyarakat Jawa barat, khususnya berupa penguatan sistem ekonomi pasar Tradisional, yakni dengan dikembangkannya aset-aset pasar serta Terminal antar Provinsi yang bisa melayani perjalanan rute Jawa Tengah dan Jawa Barat,” kata Sanifwan.

Sanifwan juga menjelaskan, dalam membagi tugas menjaga Kantor Sub Unit Pelayanan Pelabuhan Penyebrangan Kalipucang, dirinya dibantu empat petugas lain. Di pelabuhan tersebut, hanya ada 11 perahu compreng saja, itu pun milik warga Kampung Laut Kab. Cilacap Jawa Tengah. Seandainya pemerintah Jawa Barat bisa memfasilitasi perahu yang serupa, akan berdampak meningkatnya pendapatan masyarakat sekitar Pelabuhan.

Sementara itu, Camat Kalipucang, Apip Winayadi, mengatakan, apabila pemerintah Kabupaten Ciamis, salah dalam perencanaan pasar dan terminal yang ada di Kalipucang, maka perekonomian Jawa Barat akan tersedot ke Jawa Tengah.

“Itu pernah terjadi dalam perencanaan Kabupaten Ciamis, lihat saja di sepanjang jalan menuju Bandung, padahal itu merupakan perencanaan Kabupaten Ciamis, karena lokasinya berada di wilayah Tasikmalaya maka yang menghasilkan PAD adalah Kabupaten Tasikmalaya. sungguh sangat di sesalkan,” ungkap Apip. (Madlani)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!