Hj. Ade Uu Sukaesih Santuni & Peduli Dampak Psikologis Taufik Hidayat

08/03/2012 Berita Banjar , Headline
Hj. Ade Uu Sukaesih Santuni & Peduli Dampak Psikologis Taufik Hidayat

(Kisah Anak Saksikan Ibunya Dibunuh Ayah Kandung,)

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., tampak tengah menjenguk Taufik Hidayat, putra korban sekaligus saksi pembunuhan yang dilakukan Tatay, ayahnya, terhadap Yuyun, ibunya. Foto : Hendra Irawan/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),- Aksi nekad yang dilakukan TA (48) dengan membunuh mantan istrinya Yuyun Priyani (36), akibat diajak rujuk menolak. Ternyata tidak hanya meninggalkan luka mendalam kepada keluarga korban saja.

Luka menganga justru menimpa anak mereka Taufik Hidayat (14) yang saat terjadi aksi penusukan oleh TA dengan sebilah gunting, berada di tempat kejadian menyaksikan langsung.

Dampak traumatis, psikologis dan fisikis masih terlihat jelas pada Opik nama panggilan keseharian Taufik, yang sekarang dirawat oleh  keluarga suami pertama Yuyun yakni Yati. Kini Opik tinggal dengan keluarga Yati warga Lemburbalong, Rt 4 Rw 5, Kel. Pataruman, tak jauh dari rumahnya dulu.

Di usia yang masih 14 tahun ternyata Opik sudah lama tak bersekolah. Jenjang pendidikan Sekolah Dasar rupanya tak ia selesaikan, alasanya tentu saja karena faktor ekonomi.

Begitu hebatnya cobaan hidup yang telah menimpa Opik di usia belia, hingga menyentuh rasa ke-ibuan paling dalam dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, S.Ip. Bu Ade sapaan akrab masyarakat, pada selasa (6/3) didampingi Lurah Pataruman, Mamat Rahmat S. STP., berkunjung untuk melihat kondisi opik.

“Saya berharap Taufik diawasi secara benar dengan penuh kasih sayang oleh orang-orang disekitarnya. Sebab, siapa lagi yang akan memberikan rasa itu sepeniggal ibunya,” harap ibu ade kepada Yati dan warga setempat.

Rasa iba akan penderitaan Opik, semakin menjadi saat Ibu Ade menanyakan kelas berapa Opik bersekolah sekarang. Sebab, jawaban yang ia dengar dari Opik bahwa sudah lama tak bersekolah.

Padahal, Pemkot Banjar sudah lama menggalakan program Wajar 9 tahun, dan ternyata masih ada anak di usia sekolah tak merampungkan jenjang pendidikannya.

“Pa Rt, Pa RW, dan Pa Lurah punten panglereskeun Opik supados tiasa sakola deui karunya, hubungi Pa UPT na supados gampil karunya atuh ka Opik,“ ucapnya.

Menurut bu Ade, intensitas dasar kriminalitas dalam keluarga terjadi akibat perceraian. Akibatnya, anak akan sangat terganggu karena kedua orangtuanya berpisah. Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga merupakan pemicu dasar terjadinya kriminalitas pada anak-anak.

“Anak akan secara otomatis menyimpan ingatan itu. Karena mereka melihat dan mengalaminya. Maka secara tidak langsung dapat merusakan pikiran anak dimasa depan,” tandasnya.

Pada tahun 2011 di kota Banjar, lanjut bu Ade, tingkat perceraian tercatat hingga mencapai 3500 kasus perceraian, dengan berbagai latar permasalahan. Jika dirata-ratakan perhari bisa terjadi 86 perceraian. “Nah imbasnya yang tersiksa ya anak-anak, hasil dari pernikahan,” tambahnya.

Di kesempatan itu, bu Ade juga memberikan sumbangan rasa belasungkawa terhadap Yuyun, yang diserahkan kepada keluarga korban. Bahkan bu Ade pun meminta Opik untuk diukur guna dibuatkan baju seragam sekolah. “Nanti ibu kirim keperluan sekolah lainnya, dan Opik harus bersekolah ya,” pintanya kepada Opik dengan penuh senyum kelembutan.

Bu Ade pun kembali mengingatkan Lurah Pataruman untuk segera menghubungi UPT Dinas Pendidikan Kec. Pataruman, agar Opik bisa secepatnya melanjutkan sekolah. “Jangan lupa ya Pa Lurah untuk sesegera mungkin mengurus agar bisa bersekolah,” ingatnya.

Mengenai dampak psikologis yang menimpa Opik, bu Ade berjanji akan selalu memperhatikan perkembangannya. Apabila terjadi gejala psikologis yang semakin mengkhawatirkan terjadi pada Opik, maka ia akan secepatnya memberikan perawatan.

“Itu sudah dipersiapkan untuk melihat psikologisnya. Kalau nantinya berkembang buruk, maka Opik akan diberikan perawatan. Makanya kita sebagai orang dekat Opik harus bisa memberikan kasih saying secara tulus. Agar ia tak merasa sendiri dalam menjalani hidupnya yang masih belia,” pungkasnya. (HND)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles